Tersanjung

Bab 71 Aku tidak mempunyai pacar

Bab 71 Aku tidak mempunyai pacar

Markus melihat Sully sekilas, "Ada orang cantik yang menemani, bagaimana mungkin ada alasan untuk tidak pergi? Tetapi malam ini sepertinya sudah terlalu larut, kamu istirahat disini saja malam ini, sekalian cuti, besok kita pergi mengunjungi orang tua ini."

Dengan diingatkannya Markus, Sully baru kepikiran bahwa dia sendiri sekarang masih ada pekerjaan, dia sudah tidak ada lagi waktu sebebas dulu.

Pikiran ini sepertinya sudah ketahuan oleh Markus, "Maukah kamu kembali menjadi sekretarisku, aku jamin kebebasan kamu seumur hidup."

Sully berpikir sebentar, lalu dia menolaknya.

Bercanda, padahal sejak dia bekerja di perusahaan Markus dia disuruh kesana kemari, hari-hari seperti itu dia sudah tidak ingin menjalankannya lagi.

Kemudian Sully hanya tersenyum palsu kepadanya, "Sorry, aku menolak."

Markus dengan tidak berdayanya tersenyum, dan tidak tahu harus berkata apa, "Kamu ingin makan apa, kita suruh delivery aja."

Sully dengan penasaran berkata, "Dimana bibi Wulan? Dia tidak disini kah?"

Markus mengangkat bahunya, "Kemarin dia minta cuti kepadaku katanya dia mau pulang kampun, sepertinya ada seseorang di rumahnya yang sedang tidak enak badan."

Berbicara sampai disini, Sully juga menjadi terdiam, "Kalau begitu, panggil delivery saja."

Markus menganggukkan kepalanya, dengan mudahnya dia mengeluarkan teleponnya, membuka sebuah aplikasi, dan mulai untuk menaruh orderan.

Sully dengan sedikit melamun sedang duduk di atas sofa, melihat Markus.

Beberapa hari yang lalu, Sully pergi dengan diam-diam, Markus seharusnya sangat marah, sampai-sampai ketika dia mencari diri sendiri mereka masih bubar dengan tidak senang, tetapi sekarang……

"Apa sekarang?"

Sully mendengar pertanyaan Markus dan baru menyadari bahwa dia dengan tidak hati-hatinya mengatakan seluruh perkataan yang ada di hatinya.

"Kenapa kamu datang mencariku……"

Mendengar pertanyaan ini, Markus terdiam, lalu dia menjawab, "Aku juga tidak tahu, aku hanya merasa bahwa aku tidak bisa membiarkanmu pergi begitu saja."

Sully menghela nafas, "Kalau aku pergi, bukankah itu sudah merestui kamu dan Momo……"

Baru saja Sully menyelesaikan perkataannya, badan Markus sudah berada di atas Sully, "Jangan ungkit-ungkit dia."

"Hah?"

"Jika hanya ada kita berdua, jangan ungkit-ungkit hal mengenai dia."

Dalam hati Sully berkata bahwa ketika dia sedang bersama Sully, hatinya yang dipikirkan pasti hanyalah Momo, sekarang dia sudah pulang, malahan dia tidak ingin mengungkit dia.

"Oh, kalau begitu tidak akan aku ungkit lagi, kamu turun lah." Sully kali ini baru merasa bahwa gaya mereka sekarang begitu mesra, sampai mukanya memerah.

Markus melihatnya dan tersenyum, "Bagaimana jika aku tidak turun?"

Alis Sully naik sebelah, "Kalau begitu jangan menyalahkanku jika aku tidak sungkan lagi." Sahutnya sembari mengangkat kakinya dan ingin menendang.

dahulu oleh Markus, dia menahan kaki Sully, lalu menggunakan tubuhnya

dan malah diserang balik, wajah Sully menjadi sangat tegang, dan pose ini

jika kamu tidak turun, maka

"Kamu akan?"

melipat kedua tangan Sully dan menempatkan mereka di atas kepala, lalu juga tidak menunggunya yang sedang berusaha memberontak, dia langsung mengecup

Sully berusaha untuk memberontak sebentar agar dilepaskan, tetapi malah membiarkan Markus untuk

suara ketukan dari arah pintu, "Tuan, delivery anda sudah

it." Markus memarahinya dengan nada yang rendah, dia harus bangkit berdiri dari tubuh Sully, lalu dengan wajahnya yang tidak ramah

wajahnya yang tidak ramah, dia juga tidak dapat menahan kegemetarannya, dan dengan tangannya yang gemetar

lagi pesanannya,." Markus mengambil, "Kamu pergi

masih sedang menunggunya

Markus sudah berjalan ke dalam ruangan, dia menemukan Sully yang berpakaian rapi dan duduk di atas

Markus yang sudah masuk, Sully

…...

kecilnya ini, lalu baru mencari cara untuk

sekarang ini bau makanan itu menariknya,

ada orang yang melihatnya dari samping, maka dia akan mengetahui bahwa di dalam tatapan Markus tertulis penuh kasih

dan satu orangnya lagi sibuk untuk melihat, juga tidak tahu ada tempat apa yang

bersih, dan sekarang dia baru menyadari bahwa Markus tidak seberapa makan, dalam setiap proses itu dia menggunakan tatapannya yang sangat mengerikan

Perasaan Sully

Suaranya saja

menjadi makanan Markus,

gelap, cepatlah tidur, besok kita masih harus

tidak benar, selain itu dia menganggap bahwa dia sangat tahu dengan apa yang akan terjadi lalu dia berkata kepada Markus, "Kita tidur

alisnya, dan tidak mengatakan

tidak tahu sedang ngapain di dalam kamar, Sully dengan beraninya langsung masuk ke dalam kamar mandi, dia harus segera mandi sebelum

kecelakaan, karena dia selalu terjadi tanpa

pintunya, dan berencana untuk

dia yang setengah telanjang, dan bulu-bulu

Markus masih belum bisa melepaskannya, dalam satu sisi dia membuka pintu, satu

dengan mandi

sendiri untuk tenang dulu, lalu dia

ini sudah mau selesai, jika kamu mau mandi tunggu

Sully mengira bahwa Markus sudah benar-benar pergi dan berencana untuk

langsung menutup dirinya sendiri, lalu dia

berdaya menutup telinganya, "Aku bilang Sully, kamu juga sudah bukan pertama kali

"Kamu peduli apa,

malah tertawa, dia membalikkan tangannya dan mengunci pintu, lalu langkah demi

bilang

menjulingkan matanya, dan karena dia sudah telanjang dan sejujurnya ada sedikit dingin, jadi dia

Sully kedinginan, lalu dia langkah demi langkah berjalan ke arah Sully, lalu ketika Sully

memalingkan kepalanya dan melihat sekilas, dan malah dia melihat Markus yang berjongkok di samping bak mandi, dan

Dia sebaik itukah?

setelah dia mendapatkan jawaban "tidak", dia merasa

ini juga pintu sedang terbuka lebar, dan ketika Markus dengan fokusnya menaruh air dan mencoba

Bình Luận ()

0/255