Tersanjung

Bab 78 Bertanggung Jawab

Bab 78 Bertanggung Jawab

"Kalian bagaimana bisa, setidaknya kalian harus bertanggung jawab sedikit dong?"

Polisi itu dengan tidak sabarnya melambaikan tangannya, "Pasien itu pergi istirahat saja di atas kasur, jangan terlalu banyak mencampuri urusan, kamu tahukah bahwa kasus yang tidak ada petunjuk sama sekali ini sampai akhirnya juga akan menjadi kasus di atas ambang?"

"Tetapi, kalian sama sekali tidak mencobanya, kenapa bisa langsung menutup kasus?"

"Heh, kalau begitu bagaimana kalau kamu yang mengajari kita untuk menyelidiki kasus ini?"

Sully sangat kesal sampai tidak bisa berkata-kata lagi, dia langsung balik ke kamarnya.

Markus yang baru saja masuk ke dalam ruangan, melihat Sully yang kesal dan sedang memuncungkan mulutnya, kemudian dia mulai bertanya, "Ada apa?"

"Polisi itu, dia benar-benar sangat tidak bertanggung jawab, aku sangat kesal."

"Kenapa dengan polisi itu?"

"Mereka sampai-sampai tidak menyelidiki sama sekali, dan langsung menutup kasusnya dengan alasan kecelakaan, ini terlalu asal banget!"

Markus dengan tidak berdayanya tersenyum, "Sayang, kamu harus mengerti, ada beberapa hal yang kamu pikirkan itu bakal dapat, menurut polisi, kasus seperti sangat melelahkan mereka dan tidak ada hasilnya, jadi mereka di saat kondisi seperti tidak ada orang yang terus menerus mengejar mereka, maka mereka akan langsung menutup kasus tersebut."

"Tetapi…… itu adalah Victory Mu …… aku masih belum menanyakan dengan jelas masalah orang tuaku, dia tidak ada dengan begitu saja ……."

Markus hanya bisa memilih untuk membujuk, "Kita masih ada petunjuk yang lain, kita masih bisa menyelidiki diari ayahmu dan buku akuntansinya, dan kita bisa mencari petunjuk yang lain."

"Sekarang yang paling penting adalah menyehatkan tubuhmu sendiri, mengerti? Jangan lupa kita sekarang masih ada seorang bayi."

Sampai disini, Sully langsung memegang perutnya sendiri, kemudian dia menganggukkan kepalanya, "Aku tahu……"

Markus memegang kepalanya, dan berkata, "Aku akan menjagamu dengan baik, dengan yang dikatakan oleh Victory Mu bahwa kita harus mewaspadai Momo, maka selanjutnya kita harus menjaga jarak dengannya."

Sully sangat sakit kepala jika dia mengungkit orang ini, dia mengangkat kepalanya dan melihat Markus sekilas, "Kamu tega kah?"

Markus dengan anehnya berkata, "Apanya yang tega atau tidak?"

"Dia adalah penyelamatmu, tetapi kamu malah menginginkannya masuk ke dalam penjara, apakah kamu benar-benar tega?"

Mengenai pertanyaan ini, Markus terdiam, dia langsung memilih untuk menghindari pertanyaan ini.

"Aku…… Aku juga tidak tahu……" Ketika Markus mulai berbicara, dia merasa bahwa tenggorokannya menjadi lebih kering, suaranya juga tidak bisa dikeluarkan.

"Heh, sudahlah, jangan berdebat mengenai masalh ini lagi, sekarang aku merasa bahwa badanku sudah agak baikan, apa kita pulang duluan?"

Markus malah tidak tenang dan dia memanggil dokter, "Sepertinya harus diperiksa sekali lagi biar lebih tenang."

Sully tidak ada cara, dan dia hanya bisa nurut.

Setelah dia membiarkan dokter untuk melakukan segala pemeriksaan kepadanya lagi, dokter itu mengangkat tangannya yang besar, dan menandatangani permohonan untuk keluar dari rumah sakit.

memerhatikan emosi kamu, kamu tidak

"Iya, mengerti."

dengan hati-hati membantu Sully, ada sebuah masalah di hatinya yang sangat

"Sully, kamu dengarkan aku."

berhenti,

ada saat yang seharusnya,

sejujurnya Markus tidak ingin mengatakannya, Sully juga mengerti, kemudian

benar

yang aku keberatan, aku tahu

perkataan ini, MArkus tiba-tiba merasa bahwa

"Sini, hati-hati naik mobilnya."

ada sebuah cahaya yang merefleksi, seperti sebuah cahaya yang

Markus membiarkan Sully untuk duduk dengan stabil, dia menutup pintu mobil, lalu dia mengejar ke arah cahaya

adalah sebuah mobil, ada sebuah pria muda yang sedang mengambil kamera,

tidak sabarnya mengetuk jendela mobilnya, menunjukkan untuk tidak menantang

itu membuka mobil jendelanya dengan gemetaran, "Mau nanya

berbicara dengan nada yang tidak enak,

penakut, tetapi juga tidak dapat disuruh-suruh begitu saja, "Tuan, ini

menghadapi orang ini, "Kamu mau serahkan barang itu kepadaku?

membuatnya terkejut sampai membuka matanya dengan sangat lebar, akhirnya sepertinya

tentu saja dia melihat

kedepannya, "Kali

bahwa dia sendiri sudah ketahuan, kemudian dia hanya bisa menundukkan kepalanya,

mengeluarkakartu SOD yang ada di dalam, "Aku tidak

itu sepertinya benar-benar terkejut, dan maaf

melemparkan kamera kepadanya, "Simpan dengan baik, jangan

sudah pergi, ekspresi dari pria ini tiba-tiba berubah, wajahnya yang licik itu melihat ke arah tempat mobil mereka berada, kemudian dia memutar

dia sudah menyelesaikan sebuah hal yang besar, dia menyanyi lagu kecil

ternyata pintu mobil yang baru ditutup olehnya sekarang sedang dibuka

itu, dan menemukan bahwa di dada supir itu sekarang ada darah yang

dia sama sekali tidak mendengar ada suara tembakan, apakah mereka menggunakan alat

alasan lagi, Markus mengerti bahwa polisi-polisi itu masih belum pergi, kemudian dia

benar, supirnya ditembak mati. Aku…… aku sekarang berada

polisi, dia berputar mengelilingi mobil itu untuk menyelidiki, dia berencana

tersangka itu sepertinya sudah pernah melakukan ini berkali-kali, jadi aksinya

memotret itu tadi,

yang aktif, apa yang dia pikirkan

pada tempat yang awalnya itu, dia menyadari bahwa orang

paling bodoh pun juga akan mengerti hubungan

kesal dan menendang beberapa kali di sebelah mobil, kali ini

saat ini, sangat jelas bahwa mereka sudah dibuntuti dari awal

Siapa ya…… Momo kah……

dan saat ini, ada polisi yang keluar dari

Bình Luận ()

0/255