Tersanjung

Bab 85 Aku cemburu

Bab 85 Aku cemburu

Kali ini dia baru mendahului Markus dan mendorong untuk membuka pintu, "Saya adalah seorang dokter, datang untuk memeriksamu……"

Kata-kata selanjutnya ditelan kembali ketika dia melihat orang yang terlentang itu adalah Sully.

"Kamu, kebetulan sekali."

Sully juga sedikit tidak bisa berkata apa-apa, "Iya, dunia ini benar-benar sangat kecil." Sejak pertemuan kemarin itu, ini adalah pertama kali mereka bertemu lagi, tetapi keadaan ini malah ada kecanggungan yang tidak terjelaskan.

"Markus, ini adalah pemeriksaan yang kamu ingin aku lakukan kepada ……"

Sisa 2 kata lagi Aline tidak mengatakannya, tetapi mereka saling mengetahui, "Iya,"

Sully tidak tahu apa yang sedang mereka bicarakan, tetapi dia tahu alasan Aline bisa berada disini, kemungkinan yang adalah karena daging di perutnya yang baru keluar itu, kemudian dia juga tidak berkata apa-apa.

"Baiklah, kalau begitu kamu turun dulu dan periksa badanmu, serahkan sini saja padaku."

Meskipun dia tahu bahwa Aline menyukai laki-laki, tetapi Markus tetap saja mempunyai perasaan yang tidak tenang, dia ingin duduk disana dan melihatnya.

Tetapi tidak terduga Sully malah membuka mulut, "Kamu turun dulu saja untuk periksa badanmu, setelah periksa baru naik juga tidak telat."

Markus tidak tahu bahwa Sully sudah pernah bertemu dengan Aline dan Moni Mo yang sedang pacaran, mendengarkan perkataannya ini dia juga menjadi curiga, "Kamu……"

Sully menggelengkan kepalanya, "Pergi lihat punyamu, kalau tidak aku akan menolak pemeriksaan ini."

Tatapan dari kedua orang tersebut berkomunikasi di udara, setelah mereka melewati perdebatan yang sangat intens, Markus mengalah, "Baiklah, kamu harus kerjasama dengan segala pemeriksaan yang akan dibuat oleh Aline."

"Baiklah baiklah, kamu lekas kesana." Dengan wajah Aline yang tidak sabar itu Markus bergegas turun ke bawah, "Obati racun mu sana."

Markus berkata dengan penasaran, "Kenapa kamu bisa tahu aku keracunan?"

"Pergilah kau, hal segampang itu, hampir semua orang sudah tahu."

"Aku tidak pernah mengatakannya pada orang lain."

"Hei, kamu masih ngomong, bukankah kamu yang mengatakan bahwa kamu sudah keracunan, lalu menyuruh Momo untuk mencari obat kemana-mana?"

Perkataan Aline ini membuat Markus berdiri dengan bodoh disana, "Aku tidak ada, setelah aku pulang, aku langsung tidur……"

Sebenarnya apa yang ingin dilakukan oleh Momo, kenapa harus begini?

Markus memikirkannya sepanjang hari dan dia juga masih belum mengerti, dia langsung melihat Sully sekilas, menyadari bahwa mukanya juga sangat curiga.

Kemudian Markus harus menahan kecurigaannya sementara, dia berencana turun ke bawah dan berdiskusi dengan Loan sebenarnya apa yang sedang terjadi.

"Markus, ada satu hal yang ingin kami katakan padamu……"

tiba-tiba ada sebuah perasaan yang

sungai di Luginto, setelah diselediki, mayat

bergoyang, "kakak, apa

menganggukkan kepalanya, "Iya, mayat itu

dia sudah kabur, kenapa dia

dia itu dibunuh oleh orang lain lalu

sebuah petir yang menyambar kepala Markus, dia mendongakkan kepalanya

menerimanya, tetapi ini adalah kenyataan, orang itu sepertinya pembunuh

disampingnya melihatnya dengan khawatir, tetapi di luar dugaan,

dulu, sisanya

sekilas, setelah dia melihat orang tua itu menganggukkan kepala dan menyetujuinya, dia baru menghela nafas dan mengecek

racunnya tidak terlalu dalam,

terdapat sebuah ide, jika dikatakan Momo sudah mati, maka orang yang menyebarluaskan

aku ada pertanyaan." Markus tidak dapat menahan dan memutuskan pembicaraan mereka berdua, "Tadi Aline memberitahu saya, bahwa sebelumnya ada orang yang mengatakan bahwa aku keracunan dan membutuhkan antidot, aku juga baru tahu bahwa aku keracunan itu kemarin malam, kalau begitu

menjabarkan dia memasukkan diri sendiri, dengan pandangan yang

yang sedang dimaksudkannya, dia tersenyum cerah, "Aku juga

dari posisi yang lain, "Jadi dapat dibilang, orang yang

memurungkan wajahnya dan berpikir, dia menyadari bahwa sudah tidak ada jawaban yang lebih bagus lagi, dan

mencampuri, "Mayatnya bisa dibuat

juga, Aline membuka kamar yang berada di atas, dia

mendongakkan kepalanya dan melihatnya

terdiam dan melihatnya, dia

"Cepat katakan, aku juga bukannya tidak dapat

"Anakmu, tidak apa-apa, tetapi……"

sangat tegang mendengar bahwa ada kata tetapi, dia

"Tetapi apa?"

mendengar bahwa setelah kamu tidak apa-apa,

"???"

tertulis penuh dengan tidak masuk akal, "Coba kamu

tangannya ketika dia mendengar informasi itu, "Orang yang begitu besar pun tidak dapat dijaga

tulisan tidak berdaya, "Kamu tahu

"Hah?"

dengan jelas ‘Jika kamu tidak memberikan alasan yang baik, aku

loncat dari

adalah seorang dokter, aku tidak bisa melihat kejadian ini dengan mataku sendiri,

perkataannya, dia

pintu belakang,

langsung berkata kasar, dan dia langsung ingin mengejar

tahu marius menariknya, "Kamu jangan

menjerit dengan tenggorokannya yang

terlalu buru-buru, aku telepon Adina

dengan tidak tenang, Loan menggunakan kesempatan ini, "Biarkan aku melihat dengan jelas, lalu aku akan

terus menerus menatap Aline, sepertinya dia ingin melihat apa yang sudah dilakukan oleh

Bình Luận ()

0/255