Tersanjung

Bab 87 Momo masih hidup

Bab 87 Momo masih hidup

Perkataan ini tentu saja Moni Mo sangat setuju, khususnya setelah beberapa tahun dia masih bisa bertemu dengan anak dari orang itu, dan masih sudah besar,

"Iya, cheers, aku habisin, kalian terserahlah." Moni Mo tiba-tiba ada sedikit tidak senang, dia mengangkat gelasnya sendiri dan meminumnya sampai habis.

Saat ini, ada orang yang berdandan dengan aneh berjalan ke arah mereka, "Tuan, nona, aku kesini untuk menambahkan alkohol buat kalian."

Setelah beberapa orang melihatnya sekilas, mereka tidak berkata apa-apa, dan menyodorkan gelas dengan nurut, semuanya kelihatan seperti mereka sudah berhasil pergi meninggalkan Markus.

Dan Markus yang sedang berada di depan rumah Aline untuk bersiap siaga malah menerima sebuah pesan, isi dari pesan tersebut adalah sebuah foto,

Dan ketika Markus membuka foto itu, pupil matanya langsung mengecil,

Isi dari foto itu sangat jelas adalah perempuan yang diikat, Momo!

"Ternyata kamu belum mati." Markus segera menelpon Matius, "Kak, dia belum mati, dia masih hidup!"

Matius bangun, dan masih belum terlalu sadar akan apa yang sedang terjadi, dia mendengarkan jeritan adiknya di dalam telepon, "Momo masih hidup!"

Masalah ini menjadi sangat aneh, Matius memijat kepalanya, dia melihat Adina yang sedang tertidur di sebelah dengan lelap, dia membawa ponselnya dan pergi ke balkoni, "Bagaimana kamu bisa tahu itu?"

Markus berkata, "Ada seseorang yang mengirim sebuah foto ke ponselku, dan foto itu adalah foto Momo yang sedang terikat."

Matius menjelaskan, "Apakah ada kemungkinan bahwa ini foto beberapa hari yang lalu?"

Tetapi dengan cepatnya dia menolak jawaban ini, dari sejak dia kabur dan sesuatu terjadi padanya, dimana ada beberapa hari yang lalu.

"Kamu sekarang berada dimana?"

"Aku sedang berada di rumah Aline."

"Kamu pulang ke rumah dulu, kemudian aku akan pergi mencari Loan , kita berdua pergi bersamaan, lihat apakah kita bisa menyelidiki nomor itu."

"Tidak bisa kak, orang itu mengirimkan dengan nomor telepon yang unknown, tidak dapat dilacak."

"Kalau begitu tunggu saja, dia yang mengirim pesan pertama kepadamu, pasti akan mengirim kedua, aku sekarang kesana."

"Baik." Markus dengan sedihnya menutup telepon, kemudian melihat langit yang mendung itu di atas kepalanya, dia merasa sesak nafas.

Matius mengecup dahi Adina, dan mengatakan kepadanya yang setenga tertidur dan setengah terbangun itu, "Aku keluar dulu untuk mengurus sesuatu."

Kemudian dia langsung menelepon Loan , memberitahu dia bahwa Momo kemungkinan belum mati.

Ketika dia menyetir, dia menyuruh orang untuk mengumpulkan informasi.

"Boss, aku sudah menyelidiki sesuai dengan perintahmu mengenai mayat tersebut, selain mukanya yang sama, di badannya tidak terdapat bekas luka bakar, jadi kami sangat yakin bahwa ini yang palsu."

"Bagaimana dengan DNAnya, sudah dicek?"

"Sudah, hasilnya masih dalam proses."

"Sudah tahu, setelah hasilnya sudah keluar kabarin saya."

Sahutnya sambil membalik setiran, dan memberhentikan mobilnya dengan stabil di depan pintu vila di Pinggiran barat itu.

"Bibi Wulan, di dalam kah, bukakan pintu untukku."

langsung menyambut suara itu, "Tuan muda besar, kenapa datang kesini pagi sekali,

menunggunya di

dengan perhatiannya dia menanyakan, "Apakah

dari rumah terlalu terburu-buru,

apa saja, nanti masih akan ada orang

menyiapkan sarapan menurut

Loan menyetir mobilnya kesini,

dia bilang ada orang yang mengirim pesan kepadanya

"Dia dimana?"

"Dalam perjalanan."

bibi Wulan sudah menyiapkan sarapan dan sedang mengantarnya

adalah Loan ,

menganggukkan kepalanya, "Iya, aku

sebuah senyuman, "Masakan bib Wulan sangat enak, baunya

dengan pelan, aku

untuk menyelidikinya,

bekas luka di

"Jadi," Matius mengangkat tangannya.

dibandingkan, aku percaya bahwa hasilnya akan segera keluar, sekarang hal

"Tunggu?"

bisa dibilang,

adalah orang dari Hirano, maka sejak awal, target mereka seharusnya sudah bisa ketahuan, tetapi sudah lama begini, kita masih belum bisa menebak

yang ada

yang berada di keluarga Xiao itu tidak tahu apakah

"Mereka tidak akan mau……"

tahu bahwa 2 orang itu sudah sampai,

"Kak, Loan !"

"Kamu sudah pulang?"

sangat kaget melihat dia pulang dengan sendirian, malah Loan yang terus menerus melihat orang yang

duduk dengan wajah yang cemberut, dia mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan pesan tersebut kepada

ini kelihatannya

Loan mengatakannya dengan yakin.

ini membuat Markus sangat terkejut, "Aku ingat bukankah kamu adalah bagian

mengangkat kepalanya dan melihat dia sekilas, "Tidak ada orang yang memberitahumu kalau aku

melakukan sesuatu yang ilegal." Markus mengejeknya secara diam-diam di dalam hatinya,

tersebut

baru, kelihatannya baru saja ditempel, selain itu di tubuh mayat itu juga tidak ada luka, mungkin itu adalah yang palsu, jadi kemungkinan besar

menyelesaikan perkataannya, telepon Matius berdering, panggilan

an……" Dia

insting yang

ini, orang yang meninggal itu

Matius membuka loudspeaker, jadi ketika kata ini dikeluarkan, semua orang yang berada disana menjadi

pertanyaan keluar dari

depan

juga mendapatkan sebuah

"Halo?"

akan segera, kehilangan barangmu yang paling

Markus sama sekali tidak dapat menebak siapa pemilik suara

bahwa dia akan kehilangan barang yang paling berharga, wajah Markus langsung berubah dengan tiba-tiba,

udara, ada sebuah pesawat yang sudah meledak,

5 tahun sudah berlalu.

Bình Luận ()

0/255