The Medical Agent Concubine

Bab 605 Paman Raja Sungguh Beruntung

Bab 605 Paman Raja Sungguh Beruntung

Suara A Jing sedikit bersemangat, "Selama bertahun-tahun, Kaisar telah mengirimkan Jenderal untuk berperang, mengorbankan banyak sekali nyawa tentara. Saat ini Bei Mo terlihat kuat, padahal sebenarnya sedang dalam kesulitan. Perbendaharaan negara kosong, makanan mulai berkekurangan, para petani sudah tua dan lemah, setiap anak laki-laki harus dikirimkan ke kemiliteran. Dukungan dari rakyat, tidak lain adalah suara dari pengadilan istana. Apakah rakyat benar-benar ingin menjalani hidup yang seperti ini? Kaisar itu kejam, rakyat bukanlah apa-apa di matanya, dia hanya ingin menjadi penguasa. Apakah Dazhou sudah memuaskan keinginannya? Tidak, setelah Dazhou, masih ada Daliang, masih ada Negara Dayue. Dia serakah dan tidak akan pernah berhenti. Yang terkena dampak dan menderita adalah rakyat."

Suara Qin Zhou samar, "Aku belum berencana melawannya, aku hanya ingin mengingatkannya dengan cara ini."

Dia hanyalah seorang wanita, meskipun punya ambisi, tapi itu tidak sampai membuatnya ingin menjadi Kaisar atau penguasa.

Setelah berperang selama bertahun-tahun, dia sudah benar-benar lelah.

Yang paling penting adalah, rasa lelahnya itu tidak ada maknanya. Untuk menyumbangkan jasa ke negara Kaisar, generasi ayahnya maju ke medan perang secara terus menerus dan rakyat berguguran satu per satu. Ini adalah fenomena yang sangat kejam.

Sebenarnya dia tahu bahwa apa yang dia katakan tidak sama dengan isi hatinya, karena sekalipun orang yang ambisius telah diberikan pelajaran, selama dia masih memegang kekuasaan di tangannya, dia tidak akan melepaskan ambisinya.

Oleh karena itu, pada akhirnya dia takkan bisa mengelak, dia pasti akan berkonfrontasi dengan Kaisar yang telah menaikkannya.

Namun itu tergantung, apakah dia mau dirinya sendiri duduk di takhta Kaisar, atau menaikkan keluarga Chu.

Setelah sangat lama, Qin Zhou berkata dengan suara yang pelan, "A Jing, pergi ke Dazhou dan jemput Pangeran Chu Yue kembali."

A Jing termangu, "Jenderal, ini sungguh tidak perlu."

"Tidak," Qin Zhou melambaikan tangan dan tersenyum pahit, lalu dia melihat kedua tangannya sendiri, "Kedua tanganku ini adalah senjata. Aku bisa maju ke medan perang dan membunuh musuh, aku bisa bertarung habis-habisan, tapi aku tidak paham tentang memerintah negara, aku tidak bisa menghadapi rencana-rencana jahat, aku juga tidak bisa membaca hati orang. Jika aku duduk di takhta yang tinggi dan melihat orang-orang di bawahku saling bersekongkol, itu akan membuatku sangat tertekan."

A Jing tahu sifatnya. Meskipun dia adalah seorang wanita, tapi dia adalah orang yang lugas. Mana bisa dia menanggung berbagai macam rencana-rencana yang busuk dan kejam?

"Aku hanya berharap," Matanya tertuju ke pegunungan di kejauhan, cahaya keemasan melintas dan menyinari wajahnya, seperti menutupi seluruh wajahnya, "Suatu hari nanti, pasukanku akan digunakan untuk membela rakyat Bei Mo, bukan untuk menyerang wilayah orang lain dan membunuh rakyat negara lain."

bahwa Pangeran Chu Yue adalah tipe orang

memberi hormat, lalu pergi

Gunung ekor serigala bersama Su Qing dan

"Paman Raja, apakah

Jenderal berikan

mendengarkan dari samping dan bertanya, "Apa yang dia

bagus!" Kata Mu Rongjie, namun ekspresinya sedikit

suka. Aku takut kamu tidak suka, tadinya aku mau memilihkan satu

perlu repot-repot." Mu Rongjie berdengus. Dia melirik Zi An, mata Zi An terlihat tajam

memberi

bertanya dengan

sayang sekali, dia sudah menyatakan dengan jelas

"Apanya yang bagus dari kedua wanita itu? Kamu juga mau? Ya sudah,

Rongjie menegurnya, "Kamu memang

tersenyum dingin,

Ta telah ditegur oleh Mu Rongjie, tapi dia tidak berhenti dan justru menjelaskannya kepada Zi An, "Mereka jelek, hanya saja dada dan bokong mereka besar. Tapi

"Oh? Benarkah? Kalau kamu tidak memperhatikan mereka, bagaimana kamu tahu

sedang berbicara di kamar Paman Raja, lalu tiba-tiba mereka datang dan hanya mengenakan kain tipis, kain tipis itu juga tidak menutupi apapun, dilihat sekilas langsung kelihatan semuanya. Kedua wanita itu bahkan duduk di pangkuan Paman Raja, tangan Paman Raja juga tidak tahan dan

pada

An dengan kasihan, lalu tersenyum dan berkata, "Tidak usah

itu, dia menarik

tangannya dan berkata dengan tidak senang, "Aku tidak pernah melihat istri sepertimu, yang sama sekali

menarikmu pergi untuk membantumu, kamu tidak lihat tatapan Paman Raja?

melihat sekilas, benar saja, Su Qing sudah menghilang tanpa

Bình Luận ()

0/255