Wanna Live In Your Heart

Bab 159 Siapa Yang Ingin kamu Nikahi?

" Nona Jenny Qiao, aku harus mengingatkanmu bahwa kamu sudah memiliki anak, dan ayah dari anak itu masih hidup, dan kalian adalah sepasang kekasih yang sudah sah. Jika kamu lajang, bagaimana dengan aku diam-diam menyukai seseorang?" Wenny menatapnya dan menggelengkan kepalanya.

Siapa tahu mungkin saja Jenny Qiao dan Jackson Li akan menikah, tetapi dia bahkan tidak memberitahu Su Shiyueisi hatinya, dan hanya bisa memandangnya dari tempat yang jauh saat dia tidak sadar, betapa mennyedihkannya dia.

Mencintai secara diam-diam adalah permainan panggungnya sendiri, karena tanpa pemeran utama, tidak ada yang akan bertepuk tangan dan bersorak bahkan jika dia tampil dengan baik.

Mungkin itu terlalu terbuka, jadi ketika Wenny menyukai seseorang, dia sangat pemalu dan tidak berani mengungkapkan isi hatinya.

Kebalikan dengan Wenny, Jenny Qiao sama sekali tidak mengetahui dengan jelas isi hatinya. Jika dia tahu siapa yang dia sukai dan jika pria itu kebetulan adalah Jackson Li, dia pasti sudah membawa Ryan Qiao dan menikah dengannya, apa lagi yang harus dia tunggu?

Semua orang selalu seperti ini, pada kenyataannya, batin selalu lebih kurang berani dan tegas daripada penampilan luar.

Terutama di depan orang yang kita cintai, tidak peduli seberapa berani itu, itu hanya sebuah gelembung yang akan pecah walaupun kamu menyentuhnya dengan ringan.

" Lalu kenapa? Mungkin suatu hari nanti aku akan membawa anakku dan pergi mencari lelaki lain dan melewati hari-hari bersamanya dan menyayanginya," Jenny Qiao mendengus ringan dan terus memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Dia memakannya dengan penuh semangat, seperti takut orang lain tidak akan tahu bahwa dia seorang pecinta makanan.

Wenny menelan ludah dan mempererat cengkeramannya pada sumpit yang ada di tangannya.

" Jenny Qiao, jangan katakana lagi..."

" Apakah kamu juga berpikir apa yang aku katakan sangat masuk akal? Anakku sudah mengatakan bahwa suatu hari ketika Jackson Li marah, dia akan membawaku untuk kawin lari, pada saat itu baru lihat kemana dia akan mencari. Di dunia ini bukan hanya dia satu-satunya lelaki, unruk aku takut tidak bisa menikah. " Seperti sedang marah, Jenny Qiao menyodok nasi putih di mangkuknya dengan keras dan mendengus.

Wajah Wenny sedikit kaku, dan tangannya yang memegang sumpit bergetar. " Jenny Qiao, jika kamu mengatakannya lagi aku tidak bisa menyelamatkanmu lagi..."

Jenny Qiao mendongak dan menatapnya dengan tidak mengerti, wajahnya penuh dengan kebingungan, baru saja ingin bertany, dia sudah mendengar suara dingin yang datang dari atas kepalanya, dengan kemarahan yang tak terkendali, di atas kepalanya, membuatnya gemetar.

dagunya diangkat oleh seseorang. Matanya menatap sepasang mata yang dalam dan gelap yang mengirimkan kedinginan, menatapnya

siapa?" Bibir tipis Jackson Li sedikit terangkat, seperti bertanya dengan

bisa

Qiao merasa tangannya yang memegang sumpit itu melemah, dan dia hampir melepaskan gengamannya dan melemparkan sumpit di

ketahanannya di depan

semua semangat yang ada pada dirinya, dan tampang Jackson

berpura-pura bodoh, dan sangat percaya bahwa selama dia berpura-pura bodoh sampai akhir, dia pasti tidak akan

lambat, dan ancaman dalam kata-katanya masih dapat

tidak memikirkannya, jika ini jatuh ke tangannya, mungkin

bertemu dengannya disini, dia pasti akan dengan keras berpidato

terlebih dahulu." Jenny

dagunya dengan lembut mengusap

Tidak, tidak, tidak, itu tidak perlu dipertimbangkan. Ketika bertemu orang yang baik seperti Tuan Li, langsung membereskan barang-barang di rumah dan pergi untuk menikah, tidak perlu dipertimbangkan lagi, tidak perlu dipertimbangkan sama sekali!” Ekspresi wajah Jenny Qiao tegas, tetapi di dalam hatinya

mengatakan omong kosong, namun setelah

harapan untuk dirinya

dan dia melepaskan jari-jarinya yang memegang dagu Jenny Qiao dan langsung duduk

duduk disana dan tidak berani bergerak, seperti sudah

juga tidak ingin terus-terusan sendirian. Dia menggerakkan kursi rodanya sampai ke samping Wenny, kemudian ada seseorang yang segera menggerakkan kursinya ke belakang sedikit untuk

bersama bukan?"

dirinya sendiri dengan Jackson Li bersama dan mendorong keluar

kami mengatakan bahwa kammi keberatan?" Wenny menatapnya dengan lengkungan dimulutnya dan berkata

sekali tidak menyangka bahwa Wenny akan mempermalukannya. Terlebih lagi, Jackson Li yang sedang santai masih ada disini. Dia pikir bahwa bahkan jika mereka benar-benar keberatan, mereka akan takut pada Jackson Li dan tidak akan mengatakannya, dan hanya bisa menahannya dak

jadi dia

Bình Luận ()

0/255