Cinta Setelah Menikah

Bab 61 Kesedihan yang Tidak Terkatakan

Bab 61 Kesedihan yang Tidak Terkatakan

Setelah bangun, Kenzie menyadari dirinya sedang terbaring di bangsal rumah sakit. Ruangan itu bersih dan tenang.

Bangsal ini sangat besar, luasnya sekitar 100 meter lebih. Berbeda dengan bangsal biasa yang penuh sesak, bangsal ini memiliki kamar mandi yang besar, dapur terbuka, lemari es dan televisi. Bahkan masih ada peralatan kebugaran.

Ruangan itu juga dilengkapi dengan tanaman hijau dan furnitur. Suasananya senyaman apartemen. Selain ada berbagai tombol peralatan dan alat pemantau jantung janin di samping tempat tidur, selebihnya tidak berbeda dengan apartemen biasa.

Di sampingnya berdiri seorang wanita setengah baya yang berpakaian rapi. Melihat Kenzie terbangun, dia tersenyum dan berjalan kearahnya: "Nona Kenzie, Kamu sudah bangun. Aku sudah memasak bubur untukmu, apa perlu sekarang kubawakan kesini?" Meskipun ini adalah pertanyaan, tetapi kata-kata tersebut diiringi nada yang tidak bisa dibantah

"Maaf, siapa Kamu?" ujar Kenzie agak bingung.

"Aku adalah Bibi Dewi. Tuan muda sengaja menyuruh saya untuk menemani anda disini." Bibi Dewi juga merasa binggung, sebenarnya ada apa dengan gadis ini. Reyhan tiba-tiba membawanya dari rumah untuk datang kesini dan merawat gadis ini. Dia adalah pelayan khusus Tuan muda. Identitasnya jauh lebih terhormat dibanding pelayan biasa.

"Reyhan dimana?" Kenzie melihat sekeliling dan tidak melihat sosok Reyhan disana.

dengan sedikit tidak

namanya? Benar-benar lancang. Apa janin di erutnya adalah anak dari Tuan muda? Namun bagus

lembut, lalu berkata: "Aku akan mengambilkanmu bubur dan sayuran. Setelah makan, istirahatlah sejenak. Lagipula, Kamu sedang berbadan

memutuskan untuk memakannya. Setelah makan

sedang menyiarkan berita. Membosankan. Disaat Kenzie hendak

Kenzie menggenggam sprei, mata cantiknya membelalak. Pria yang sedang diwawancarai di televisi adalah

terlihat sedikit lebih kurus, namun masih tampak elegan. Sederhana dan sopan, lembut bagaikan

kagum penuh rindu. Dia dengan rakus menatap wajah akrab dan asing di televisi, mencoba untuk mengingatnya dalam-dalam di pikirannya, tidak pernah

juta untuk renovasi galeri seni kota C. Apa pertimbangan Anda?"

Aku mempunyai seorang teman yang sudah lama hilang kontak denganku. Kudengar ia sekarang berada di kota C. Dia sangat suka melukis. Aku menyumbang ke galeri seni, karena Aku berharap ketika dia masuk kesana untuk melihat pameran seni, suasana

ini sangat penting bagi anda. Dia adalah seorang pria, ataukah seorang wanita yang cantik?" tanya wartawan

"Dia adalah seorang gadis

Bình Luận ()

0/255