Cinta Setelah Menikah

Bab 98 Bertambah Seorang Cucu Laki-Laki

Bab 98 Bertambah Seorang Cucu Laki-Laki

Rena menggendong bayi menuju kakek yang sedang duduk di sofa.

Bayinya sedang tertidur pulas, dengan kulit wajah yang masih muda, hidung yang mancung, mulut mungilnya yang merah muda, terlihat sangat lucu.

"Ini adalah Kakek Reyhan." Bawahannya memperkenalkannya kepada Rena.

"Senang sekali bisa menemui Kakek Reyhan." Rena merasa terbebani, mengangkat kepalanya sambil melihat Kakek Reyhan yang sedang tersenyum, di dalam hatinya dia merasa aneh, seorang kakek yang sangat ramah, mengapa bisa membuat orang merasa segan dan tertekan.

"Cepat, aku mau lihat bayi itu!" Kakek yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang cucu, begitu melihat anak kecil ini, matanya langsung tidak bisa berpaling.

Bawahannya menggendong bayi dari tangan Rena dan menghampiri Kakek Reyhan.

Terpancar raut muka bahagia di wajah tua Kakek Reyhan, tertawa sampai matanya pun tidak terlihat lagi dan segera menggendong cucu keakungannya.

Saat digendong Kakek Reyhan, mata bayi tiba-tiba terbuka, hitam dan terang sekali, melihat kakeknya tanpa berkedip.

"Waw! Cucu yang baik! Tahu banget lagi digendong kakek ya?" Kakek Reyhan sangat suka sekali dengan bayinya. Pertama kali melihatnya, dia sudah yakin, anak ini adalah milik keluarga Reyhan. Sudah memimpin begitu lama, tentu insting dan cara mengambil keputusannya sudah terlatih dengan baik.

Setelah mendengar perkataan Kakek Reyhan, hatinya baru merasa tenang, seperti sudah terlepas dari batu yang menimpanya. Pertama dia khawatir Kakek Reyhan tidak mau mengakui anak ini, akhirnya sekarang dia sudah bisa lebih tenang! Sepertinya sebentar lagi dia akan menerima uang yang sangat banyak!

Sambil bermain dengan bayi mungil ini, Kakek Reyhan baru menyempatkan diri untuk melihat Rena yang sedang duduk di sofa.

Rena memang cantik, tapi kelihatannya sikapnya kurang baik, perempuan seperti ini bukanlah cucu menantu impian yang diharapkan Kakek Reyhan. Sekilas Kakek Reyhan bisa menilai seseorang dari penampilannya.

Melihat tubuh langsing Rena, sama sekali tidak seperti orang yang baru melahirkan anak. Kakek Reyhan mulai meragukan Rena.

"Siapa namamu? Bagaimana kamu bisa mengenal Reyhan? Apakah ini benar adalah bayi kamu dan Reyhan?" Sekilas Kakek Reyhan terlihat sangat baik, tapi sekali serius, membuat orang mulai menjadi segan.

"Iya, nama aku Rena, anak ini adalah darah daging aku dan Reyhan. Ini sebenarnya ada kesalahpahaman, aku dan Reyhan, setahun lalu di suatu malam, kami mabuk dan .... " Melihat Kakek Reyhan sedang melotot kepadanya, membuat Rena ketakutan melanjutkan ceritanya.