Cinta Setelah Menikah

Bab 100 Modal Untuk Mengancammu

Bab 100 Modal Untuk Mengancammu

"Reyhan! Kamu masih belum cukup menghancurkan aku? Sebenarnya kamu ingin aku bagaimana baru lepas tangan? Kamu iblis! Kamu binatang!" Kenzie berteriak dan menangis. Mengeluarkan seluruh sakit hati dan kesedihannya.

Semua ini gara-gara Reyhan. Jika bukan karena menghindari Reyhan, mungkin bayinya akan bisa dilahirkan dengan sehat!

Jika Reyhan tidak kejam, mungkin Ayah sudah hidup sehat!

Semua gara-gara dia! Semenjak bertemu dnegannya, hidup Kenzie menjadi kacau dan berantakan!

Mendengar tuduhan dan amarah Kenzie, Reyhan juga tidak bisa menahan emosi dalam diri, perempuan ini kenapa tidak tahu diri sekali?!

Dia menarik rambut Kenzie dan mendekatkan mukanya berkata,"Kenzie! Jangan lupa, kamu belum menyelesaikan kontrak sebagai simpananku!"

Kenzie menangis hingga seluruh wajah dipenuhi air mata, sepasang mata besarnya menatap Reyhan,"Kamu! Apakah kau sudah menepati perjanjian?! Kamu harus bertanggung jawab atas kematian Ayahku!"

Loh? Michael sudah meninggal? Reyhan sedikit terkejut, kemudian tidak lagi memikirkannya lebih jauh.

Kedua mata yang keras kepala menatap Kenzie,"Mau menepati atau tidak, itu adalah urusan aku, dan kamu harus menyelesaikan kontrak itu!"

"Apa-apaan ini! Kenapa begitu ribut?!" Kakek Reyhan berjalan masuk dibantu oleh tongkat di tangan, di samping ada seorang ibu asuh yang sedang menggendong bayi, berjalan memasuki ruang tamu.

Reyhan selalu hormat kepada Kakek. Tangannya dilepaskan dari rambut Kenzie, dan memanggil,"Kakek!" Dan matanya segera tertuju kepada bayi yang digendong ibu asuh.

Si kecil terbangun, matanya tertuju pada semua orang di sekitarnya.

Kenzie melihat bayi di pelukan ibu asuh itu, hatinya tiba-tiba sakit, tiba-tiba memikirkan bayinya yang telah meninggal, terasa sakit yang menyayat hati.

Ken dengan matanya yang besar dan terang melihat kemana-mana, terlihat sungguh manis. Kenzie melihat anak itu, tiba-tiba timbul kasih Ibu dari dalam hatinya.

Kakek Reyhan melihat mata Kenzie tertuju pada anak itu, dalam matanya terlihat kehangatan seorang Ibu, dalam hati timbul kesan baik terhadap perempuan dengan rambut berantakan dan muka pucat kurus ini.

Perempuan yang bisa menyayangi anaknya pastilah perempuan baik, ini adalah logika yang dibuat Kakek Reyhan sendiri.

"Reyhan, ada apa ini?" Kakek Reyhan berkata dengan tegas.

"Kakek, ini adalah pacar aku. Kemarin ia sempat menghilang, dan hari ini sudah berhasil ditemukan." Reyhan berkata.