Cinta Setelah Menikah

Bab 114 Kamu Dipecat

Bab 114 Kamu Dipecat

"Wanita seperti kamu benar-benar tak tahu diuntung !" Reyhan menatapnya.

Tatapan matanya menatap lurus ke wajah Kenzie, ia terlihat sangat agresif, membuat Kenzie menjadi takut, Reyhan yang sedang marah, benar-benar membuat siapapun takut.

Akhirnya Kenzie tidak berbicara apapun.

Lift sedang mengarah naik ke atas, pada empat dinding lift yang terbuat dari baja stainless, Kenzie dapat melihat jelas bayangan Reyhan. Ia mengenakan kemeja silver tanpa dasi, dua kancing teratas kemejanya dibiarkan terbuka begitu saja, dan kerahnya terbuka.

Sosoknya tinggi dan tegap, gayanya terlihat seperti pangeran yang arogan, ditambah ketampanannya, terpancar pesona pria dewasa yang menawan.

Sial, Kenzie tiba-tiba menyadari kesalahannya.

Ia tiba-tiba merasa nyaman dengan apa yang dilihatnya. Diam-diam Kenzie menatapnya, tetapi mata Reyhan tetap mengarah ke tombol lift, tidak melihat tatapan Kenzie.

Kenzie menghela nafasnya, dengan sedikit kaku ia berkata: "Presdir, kamu tidak perlu mengantarkanku, aku bisa kesana sendiri."

Kenzie merasa bahwa dirinya mengatakan itu dengan sangat lembut. Tetapi Reyhan tidak menghiraukannya dan langsung berkata: "Diam!"

Kenzie menggigit bibirnya, tak berani berbicara lagi. Dia tidak ingin dimarahi Reyhan lagi.

Hatinya tidak tenang, apakah Reyhan benar-benar peduli kepadanya? Tetapi kenapa kepeduliannya ini malah membuat orang menjadi tidak nyaman?

Bukannya membuat hati orang lain terasa hangat, perhatiannya malah membuat orang tidak nyaman.

Ia peduli pada orang lain, tapi sifatnya selalu egois, hati Kenzie bimbang, Reyhan pada dasarnya adalah pria yang sangat sombong.

Tanpa ia sadari, kepala Kenzie menggeleng, dan ia menghela nafas, menandai Reyhan dengan label "orang sombong", mungkin karena ekspresinya sangat jelas, Reyhan tiba-tiba menghadapnya: "Kenzie, apa yang baru saja kamu bisikkan?"

"Hah? Tidak ada!" Kenzie tidak mungkin mengakui bahwa dalam hatinya ia sedang mengumpat Reyhan.

"Benar-benar tidak ada?" Reyhan pelan-pelan menengok dan menatapnya, suaranya berubah jadi lemah dan lembut, membuat Kenzie seketika terkesima.

Kenzie membuang mukanya dan menganggukkan kepalanya yang berarti ia mengiyakan.

Reyhan tiba-tiba menjulurkan tangannya dan menyentuh kepalanya: "wanita bodoh, kita sudah tiba di lantai 19!"