Cinta Setelah Menikah

Bab 115 Kekuatan Membunuh Dari Bunga Mawar

Bab 115 Kekuatan Membunuh Dari Bunga Mawar

Wajah Reyhan tanpa ekspresi, ia hanya menatap Vera dingin.

Vera khawatir dan berkata: "Presdir, ini tidak seperti yang kamu bayangkan!" mukanya penuh kepanikan, tidak percaya kalau karena hal sepele ini, Reyhan bisa-bisa memecatnya.

Mereka pernah melewati malam bersama! Dan ayah Vera adalah manajer disana!

Melihat wajah Vera yang cemberut, Reyhan mengerutkan keningnya dan berkata dengan suara keras: "Cepat bereskan barangmu dan pergi dari sini!"

Air mata Vera tiba-tiba menetes: "Presdir, saya mengaku salah! Saya tidak akan berani berbuat seperti itu lagi!" ia sekejap berlutut di bawah kaki Reyhan.

"Keluar! Pergi!" Reyhan sangat benci wanita yang selalu membuat onar, nada bicaranya sangatlah dingin.

Vera tahu tidak mungkin ada lagi kesempatan untuknya disana, air matanya mengalir deras, matanya yang seperti mengeluarkan kilat kemarahan, menatap Reyhan tajam dan ia mengepalkan tangannya yang gemetar: "Apakah bagimu Kenzie sangat begitu penting?"

"Keluar!" suara dingin itu menjawabnya.

Tatapan penuh emosi dari Vera menusuk wajah Kenzie, membuatnya gemetar ketakutan!

Ini hanya luka ringan, kalau pun Vera memang sengaja melakukannya, tetap saja hukuman ini terlalu berat untuknya.

Apa Reyhan melakukan ini semua untuk membalas perbuatan Vera padanya? Tetapi ia tidak ingin pembalasan yang seperti ini.

Kenzie menengadah kepalanya untuk melihat Reyhan sebentar, mata Reyhan terlihat rumit.

Tiga hari kemudian, Kenzie sedang duduk di mejanya,mengurus file, file-nya sangat banyak, setengahnya saja belum selesai, tiba-tiba Nindi memanggilnya: "Kenzie! Kamu sedang dimabuk asmara ya?"

Kenzie menengok: "Apa?"

Muka Nindi dipenuhi dengan senyum, ia berjalan ke depan Kenzie dan gaya yang misterius: "Kenzie, beritahu aku, sebenarnya orang kaya yang mana yang sedang kamu dekati?"

"Apa maksudmu?" dalam hati Kenzie berpikir, apa hubungannya dengan Reyhan sudah diketahui oleh Nindi?

Tidak mungkin lah, ia selalu berhati-hati, tak mungkin hubungannya diketahui oleh Nindi.

Nindi mengeluarkan sebuket bunga mawar darii belakang punggungnya: "Tadi ada pegawai dari toko bunga yang datang! Pada kartu ucapannyanya tertulis namamu!"

Siapa yang mengirimkan ini? Kenzie merasa binggung.

Ia berdiri, mengambil bunga itu. Aroma bunganya sangat semerbak, di kartu pink itu tertulis satu kalimat : Kenzie, apa kamu terkejut ?

Tulisan berwarna perak itu terlihat tegas dan lugas. Pasti ini tulisan Reyhan.

Terkejut? Terkejut kepalamu! Reyhan memang kekanak-kanakan!

Kenzie bukanlah seorang remaja, mana mungkin sebuket bunga mawar bisa membuatnya terkejut?

"Ah, ah, ah, ah..."