Cinta Setelah Menikah

Bab 123 Sakit Hati Bagaikan Ditusuk Jarum

Bab 123 Sakit Hati Bagaikan Ditusuk Jarum

Mendengar ucapan Ethan, Nindi juga ikutan senang: "Kenzie, bagus! Kamu sudah bebas! Mulai saat ini kamu bisa bebas melakukan apapun yang ingin kamu lakukan!"

Ucapan selamat itu masuk ke telinga Reyhan, sakitnya benar-benar menusuk. Matanya menatap Kenzie dalam, tapi wajahnya yang dingin itu tidak berekspresi.

Kenzie tiba-tiba merasa hatinya berantakan. Kenapa, saat dia sudah bebas, dia malah tidak merasa sesenang itu? Seakan-akan ada sesuatu yang hilang dan membuat hatinya menjadi kosong.

Tidak mau terlalu banyak berpikir, Kenzie menurunkan tatapan matanya, dengan perlahan berkata: "Terima kasih."

Terima kasih? Mata Reyhan pun menyipit. Apa yang baru saja ia ucapkan? Terima kasih? Terima kasih telah memberikannya kebebasan.

Terima kasih.... Hati Reyhan tidak pernah sesakit itu.

Tapi Nindi tidak bisa merasakan pemikiran mereka berdua, dan dengan senangnya menarik tangan Kenzie: "Ayo Kenzie, kita rayakan."

Ethan berdiri menghalangi mereka berdua: "Walaupun sudah seperti ini, tapi kita semua tetap teman kan, anggap saja ini adalah acara perpisahan."

Kenzie juga tidak punya alasan untuk menolak, mau tidak mau, ia duduk kembali.

Nindi berkata dengan keras: "Ethan yang teraktir ya?"

Ethan pun tersenyum lalu menjawab: "oke, pesan saja sesuka kalian." setelah bicara dia langsung memberikan menu ke Nindi dan Kenzie.

Kenzie tidak nafsu makan, ia hanya duduk di samping, matanya menatap ke meja dan tidak bicara apa-apa.

Nindi merasa binggung, padahal Kenzie sudah bebas, tepi kenapa ekspresi Kenzie tidak menunjukan bahwa dirinay senang? Ya, mungkin karena Reyhan ada di sana, dan Kenzie tidak suka makan bersamanya. Pasti begitu.

Karena Ethan meneraktir, Nindi pun tidak segan-segan memesan makan: "mau ini, ini, ini!"

Ethan tersenyum melihat Nindi, dia merasa perempuan ini benar-benar menarik.

Perempuan lain jika makan bersamanya pasti menjaga sikap, makan sedikit saja sudah berkata kenyang, takut citra wanitanya rusak. Tapi Nindi tidak seperti itu.

Bagus, dia suka.