Cinta Setelah Menikah

Bab 132 Menikahlah Denganku

Bab 132 Menikahlah Denganku

Kenzie juga merasa ada yang tidak beres dengan dirinya, tubuhnya semakin lama semakin panas, kepalanya juga mulai pusing.

"Tidak!" Kenzie berdiri dan menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sebelumnya baik-baik saja, setelah minum wine dari Reyhan semuanya langsung menjadi seperti ini. Jangan- jangan Reyhan menaruh sesuatu di wine ini?

"Kamu polos sekali! Bagaimana bisa dirimu segampang itu percaya dengan Reyhan! Kamu tahu sendiri seperti apa Reyhan itu!" runtuk Kenzie dalam hati.

Mata Kenzie seolah tertutupi oleh kabut, wajah pucatnya juga sudah memerah seperti buah tomat.

Tenggorokannya terasa sangat kering, rasanya ingin sekali dirinya meminum segelas air es untuk memadamkan api yang membara di dalam tubuhnya. Kenzie berteriak, "Reyhan, apa-apaan kamu ini?Apa yang kamu masukkan ke dalamwine ini?

Setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Kenzie, Reyhan sudah tidak dapat menahan dirinya lagi, dia mendorong bangku itu dan langsung berjalan kearah Kenzie.

Kenzie benar-benar ingin lari dari sini, tapi sekujur tubuhnya terasa lemas,sama sekali tidak bertenaga!

Reyhan sudah tidak bisa menahan diri lagi! Dia langsung mencium bibir merah Kenzie.

Sambil menciumnya dengan intens dan Reyhan berkata, "Kenzie, apa kamu tahu bahwa aku sangat merindukanmu? Aku benar-benar merindukanmu, aku merindukanmu rasanya aku hampir gila.

Perkataannya yang pedas itu terdengar ditelinga Kenzie, "Kenzie, mengapa kamu begitu kejam...Begitu mengatakan bahwa kamu tidak mau melihatku lagi, kamu benar-benar tidak mau melihatku lagi...Dasar iblis kecil...Kamu pasti tidak merindukanku...sedetik pun tidak pernah kan memikirkanku, bukan?

Kesadaran Kenzie sudah mulai buyar, dia sama sekali tidak dengar apa yang dikatakan Reyhan.

Ia hanya bisa merasakan bahwa di dalam suara Reyhan seperti ada perasaan sedih, terkejut dan bahagia, dan suara itu benar-benar tertinggal dilubuk hatinya.

...

Ethan dan Nindi berjalan didepan sambil mengobrol, saat mereka menoleh kebelakang, Kenzie sudah tidak ada.

Nindi pun ketakutan, "Disekitar sini gelap gulita, janga-jangan Kenzie tersesat. Ayok kita cari dia!"