Cinta Setelah Menikah

Bab 139 Menganggapnya Sangat Hebat

Bab 139 Menganggapnya Sangat Hebat

Kenzie tidak begerak, juga tidak berkata apa-apa. Makanan mewah yang diantarkan juga tidak diliriknya sama sekali.

Bibi Dewi sangat panik hingga berkeringat dan berkata, "Nona Kenzie, makanlah sedikit! Lihatlah, kamu sudah kurus begini. Makan sedikit saja, makan lah biarpun hanya sedikit!"

"Tidak. Kamu bawa kembali saja. Bibi Dewi, terima kasih sudah repot-repot membawakan makanan untukku." Kenzie menjawab Bibi Dewi dengan suara lelah.

"Plangggg!" Tiba-tiba terdengar bunyi pintu kamar ditendang seseorang.

Reyhan dengan tubuhnya yang gagah masuk ke dalam kamar, dengan rambut hitam yang berantakan, ia memandang Kenzie dengan penuh kekejaman. Ada kasa medis yang menghiasi dahinya.

Mendengar pintu yang ditendang, Kenzie pun menoleh ke arah pintu, dan ia melihat Reyhan berdiri disana.

Dahinya kenapa ditempel kasa? Dia kenapa? Apa semalam ia berkelahi dengan Steven?

Kenzie diam-diam menebak-nebak dalam hati, namun walau penasaran, ia tidak menanyakan apapun pada Reyhan.

Saat Bibi Dewi melihat Reyhan, ia seperti melihat seorang penyelamat, "Presdir Reyhan, Nona Kenzie tidak mau makan, tolong bantu aku nasehati dia!"

Reyhan berjalan dan memegang dagu Kenzie, tangan kanannya memegang sendok dan memaksa menyuapkan makanan ke mulut Kenzie.

Kenzie menutup mulut dengan rapat, tidak mau menerima suapan dari Reyhan.

Sup itu menetes ke bawah dagu hingga ke dada Kenzie, dan membasahi baju Kenzie.

"Kenzie untuk apa kamu berpura-pura?" Reyhan memandang Kenzie dengan kejam, "Bukankah kamu sudah pernah tidur dengannya beberapa kali? Beritahu aku, kamu sudah berapa kali tidur dengan Steven?"

Bibi Dewi benar-benar tidak ingin mendengarnya, Ia segera keluar dan menutup pintu.

Begitu Bibi Dewi pergi, Reyhan terlihat semakin menakutkan, tangannya mencengkram dagu Kenzie, dan dengan sorot mata yang tajam berkata, "Saat bersamaku, kamu hanya memikirkan Steven, bukan?"

Gila kamu! Kenzie terkejut dan menengadah ke arah Reyhan, seakan tidak percaya akan telinganya sendiri. Mengapa pria ini begitu menjijikkan?

Apa di dalam pikirannya hubungan antara pria dan wanita hanya sekedar hubungan di atas kasur?

Kenzie sama sekali tidak ingin berdebat lagi dengannya. Kenzie menutup matanya dan menganggap Reyhan seperti angin lalu.

"Jawab!" Reyhan menarik rambut Kenzie dengan kasar, pandangannya sangat menakutkan.

Rambut Kenzie pun ditarik hingga kepalanya terasa sakit, namun dia sedikitpun tidak memohon pada Reyhan melepaskannya. Dengan Kenzie pandangan sinis melihat Reyhan, dan tersenyum menyindir, "Apa yang ingin kamu dengar? Kamu bertanya sudah berapa kali aku dengan Steven melakukan hal itu? Kamu yakin kamu ingin mendengar jawabannya?"

dan membuat kecemburuan Reyhan

melakukan hal itu?

benar-benar menjijikkan!" Muka Kenzie kemudian

Kenzie cintai? Tidak! Dia tidak akan mencintai pria

buta, bisa-bisanya ia mengira Reyhan

dengan kejam menarik rambut Kenzie,

sebelah meja dan bel itu berbunyi,

kemudian, datanglah seorang pria bertatto dan masuk ke

sudut tembok.

membuat Reyhan seperti kehilangan akal sehat, ia hanya merasa dengan terus

Kenzie benar-benar tidak menyangka Reyhan akan berbuat seperti itu, dan Ia hanya

pria ini bisa-bisanya menyuruh

kamu tidak berbuat apa-apa kepada

di sudut tembok, pria bertatto itu pun hatinya menjadi luluh, meskipun wanita ini sedikit kurus, tapi parasnya tidak

itu, dan pria bertatto itu pun berkata, "Aku... Aku boleh mulai

kata Reyhan. Dan Reyhan pun keluar dan membanting pintu,

bertatto itu pun merasa

nafsu, ia memandang Kenzie, juga meneriakkan, "Hari ini aku begitu beruntung , tidak disangka wanita yang begitu murni ternyata memiliki nafsu

sekuat tenaga bersembunyi di sudut tembok, melindungi dirinya, dan dengan membelalakkan matanya, "Kamu mau

melakukan apa yang diperintahkan

pria itu memandang

tangannya, dan

bisa

penuh maksud,

menghindar, namun vas bunga itu terjatuh

menyelamatkan kamu! Terima saja nasibmu!" Pria itu pun

melompat, membelalakkan matanya dan berkata, "Jika kamu berani menyentuhkuku, Reyhan tidak akan

akan marah dan memukul Kenzie, tapi dia tidak akan membiarkan orang

belum sadar juga ya? Aku ini orang yang disuruh Presdir Reyhan untuk melayanimu! Presdir Reyhan

sabar lagi. Perempuan ini, kelihatannya lemah,

Dia masih mengira Reyhan akan menolongnya, dia benar-benar lupa, bahwa

memandang Kenzie dengan penuh nafsu, ia pelan-pelan mendekati

melompat kesana kemari di kamar, namun ia

itu, wajahnya penuh dengan kehausan, ingin segera mendapatkan

melemparkan semua barang-barang yang bisa

begitu pucat

penuh

Bình Luận ()

0/255