Cinta Setelah Menikah

Bab 148 Tidak Memiliki Ibu

Bab 148 Tidak Memiliki Ibu

Kenzie menelepon ke kantor Presdir Realtech.

Suara yang terdengar dari telepon adalah suara sekretaris Lestari, Kenzie menghela napas lega.

"Halo sekretaris Lestari, aku adalah Kenzie dari perusahaan Cavern Co., hari ini saat kami mengunjungi Realtech, ada berkas proyek perencanaan yang tertinggal di kantor Presdir Reyhan, boleh aku meminta tolong untuk menitipkan berkasnya di resepsionis di lobi lantai 1? Nanti aku akan kesana untuk mengambilnya."

Sekertaris Lestari agak sedikit terkejut, tapi dia tetap menerima permintaannya, "Baik, aku akan mencari berkasnya dan menitipkannya di lobi, anda bisa langsung mengambil nya disana.

Kenzie dengan sopanberkata, "Terima kasih, maaf telah merepotkan anda."

"Tidak masalah, ini bukan masalah besar." Kata sekretaris Lestari, menutup telepon.

Oh yeah! Rencana berhasil! Dia bisa langsung pergi lobi lantai 1 untuk mengambil berkasnya, jadi ia tidak perlu bertemu Reyhan lagi!

Kenzie masih tersenyum senang, telepon di mejanya tiba-tiba berbunyi.

"Halo!" Kenzie yang sedang bahagia langsung mengangkat telepon.

Suara sekretaris Lestari langsung masuk ketelinganya, "Nona Kenzie, Presdir Reyhan meminta anda secara pribadi ambil langsung di kantornya."

Kenzie terdiam kebingungan, dia dengan langsung gugup, "Kamu barusan bi... bilang, di... Presdir Reyhan meminta aku untuk ambil berkasnya di kantornya?"

"Iya, Direktur berkata masih ada beberapa pertanyaan yang ingin ia bahas secara mendetail dengan anda."

Bahas secara mendetail? Apanya yang perlu di bahas?! Kenzie sangat emosi, rasanya ia ingin memaki orang!

Dia menutup teleponnya, Kenzie menggerutu geram sambil mengacak rambutnya.

Bagaimana ini?! Bagaimana caranya agar Kenzie tidak perlu pergi ke kantornya?

Dia memikirkan segala cara, tapi tetap saja tidak menemukan caranya.

Ia tidak bisa menunda sampai waktunya pulang kerja, karena berkasnya harus hari ini perbaiki, file itu diperlukan untuk pertemuan besok pagi.

Kenzie dengan langkah kaki yang berat pergi menuju kantor Reyhan. Dia berharap semoga Rehyan sudah pulang kerja! Amin, Tuhan memberkati!