Cinta Setelah Menikah

Bab 149 Bagaikan Kambing Di Mulut Harimau

Bab 149 Bagaikan Kambing Di Mulut Harimau

Kenzie merasa kasihan sekali kepadanya. "Lalu bagaimana dengan Tania? Kamu bisa menyuruhnya menemani Ken, bukannya kalian sudah bersa,a selama 3 tahun? Dia harusnya sangat mengenal Ken, bukan?"

Reyhan dengan datar berkata, "Dia sangat ingin berhubungan baik dengan Ken, tapi Ken tidak menyukainya."

Membahas tentang Tania, mereka berdua menjadi diam.

Kenzie berusahan menekan kesedihan karena memikirkan Ken, dia pergi ke meja Reyhan lalu mengambil berkas proyek perencanaan. "Aku harus pergi."

"Kenzie!" Reyhan tiba-tiba memeluknya dengan erat dari belakang.

Napas dari mulutnya berhembus ke leher Kenzie. "Jangan pergi, temani aku sebentar lagi."

Tubuh Kenzie menjadi kaku seperti besi. "Reyhan, bisa tidak jangan semena-mena? Kamu sudah punya kekasih, tolong hormati aku, dan hormati dirimu sendiri!"

Reyha memeluknya semakin erat, matanya tersenyum dengan lembut. "Kenzie, apakah kamu cemburu?"

Cemburu? Kenzie tertegun. Setelah beberapa lama, ia baru sadar kembali. "Reyhan, kamu terlalu percaya diri! Kamu kira semua wanita diseluruh dunia ini akan tertarik padamu!"

Rehyan tetap memeluknya erat, dia berbisik, "Kenzie, berikan aku sedikit waktu, setengah tahun lagi, tunggu Realtech sudah maju, aku akan memutuskan hubunganku dengan Tania."

Kenzie yang mendengarnya menjadi pucat. Dia pernah dengar dari Nindi, ayah Tania adalah wakil dari kementerian pertanahan dan sumber daya. Yang mempunyai kuasa atas persetujuan tanah.

Kamu mempermainkan perasaan sebagai alat pertukaran, demi keuntunganmu sendiri, kamu melakukan sesuatu yang tidak beradab, memanfaatkan kekasihmu sebagai

matanya tertuang penuh rasa marah, dia menggengam erat kedua bahu Kenzie. "Demi keuntungan mengguna cara tak beradab? Kata yang bagus! kamu tahu

Apa hubungannya denganku? Memangnya aku memaksamu untuk berpacaran dengan Tania?" Kenzie

Kenzie untuk menatap matanya, "Kenzie,

marah, Kenzie menjadi menyesal. Kenapa ia lupa bahwa tempramen pria ini buruk?

ke arah pintu kantor, pintu itu tertutup dengan rapat. Ia

merubah ekspresinya, berusaha untuk tersenyum. "Kamu

bukan seperti itu? Lalu apa maksudmu?"

lagi, dia menjawab dengan cepat,

menyadari, hanya dengan membahas tentang Ken, Reyhan akan berubah

menarik tangannya, Reyhan terdiam sejenak, tiba-tiba berkata, "Kenzie,

sabtu? Kenzie seketika

tidak berrencana untuk pergi berkencan dengan Reyhan pada hari sabtu.

sekarang, dia akan

Kenzie terasa tidak

lagi! Dapat mengelus wajah anak itu, pasti adalah suatu

Reyhan terus menunggu jawabannya, Kenzie tidak menahan

anak kecil yang baru

masih berusaha bertanya lagi, "Malam ini kamu benar-benar tidak

berani menatapnya. "Ya, aku

Bình Luận ()

0/255