Crazy Fall For You

Bab 79 Pria lain terlihat Bagus

Bab 79 Pria lain terlihat Bagus

Damian baru saja keluar dari lift, dia tak sengaja melihat Elena sedang makan bersama seorang pemuda. Mereka saling mengobrol dan tertawa, sangat akrab.

Damian merasa jengkel, Elena, kau benar - benar, langsung menggoda pria begitu masuk perusahaan.

Tanpa bisa dihentikan, dia pun berjalan mendekati Elena.

Naomi segera menghentikan Damian, "Direktur Ling, Anda salah jalan."

Saat itulah Damian baru tersadar, apa yang sedang dia lakukan? Karena dia telah salah berjalan beberapa langkah, para petinggi perusahaan di belakangnya pun memandanginya dengan ekspresi heran dan panik.

Kalau sampai dia menyerbu ke sana dan menarik Elena, seisi perusahaan pasti gempar.

Sampai saat itu, identitas Elena pasti terkuak.

Damian tiba-tiba menunjuk ke arah luar pintu kaca dan bertanya, "Siapa pemuda yang memakai kemeja biru itu?"

Naomi melihatnya sekilas, "CEO, itu adalah karyawan Departemen Hubungan Luar, David Yang, dia seharusnya adalah anggota grup Pasar Prancis A."

Damian mengelus dagunya, "Suruh dia kemari."

David sedang berusaha meletakkan sayur di mangkuk Elena. Mata Elena hampir keluar, begini banyak sayur, dia tak menyukainya.

Sedang pusing-pusingnya memikirkan bagaimana dia hendak menjelaskan, tiba-tiba Naomi datang, matanya tertuju pada David.

David buru-buru berdiri, "Nona Xu, apa kabar!"

"Hmm, ikut aku sebentar, ada urusan penting!"

David buru-buru menganggukkan kepala, sesudah berpamitan dengan Elena, dia mengikuti Naomi ke arah kantin para Direktur.

Elena menarik napas lega, sia bersyukur karena akhirnya masalahnya selesai.

David tak menyangka Naomi akan membawanya ke hadapan Direktur. Dia merasa terancam hingga tak berani mendongakkan kepalanya.

"Kudengar kau adalah anggota Grup Pasar Prancis A?"

Nada bicara Damian yang sedingin es tak dapat ditebak.

David berdiri tegap dengan kaki rapat, pandangannya fokus ke depan, ia mengangguk mantap, "Benar, Direktur."

"Hm!" Damian berdehem, "Semisal suatu hari kau duduk di posisi Kepala Departemen Hubungan Luar, kau akan bagaimana?"

Mata David seketika bercahaya, sepertinya Direktur hendak mempromosikannya!

Kesempatan ini sangat langka, sepertinya dia sedang beruntung.

David pun mengungkapkan tanggung jawab serta angan-angannya tanpa henti.

Damian baru mulai makan, sambil makan, sambil mendengarkan imajinasi David yang panjang lebar.

Damian berkali-kali menengok ke arah Elena yang langsung meninggalkan kantin begitu selesai makan.

Saat itulah dia baru berkata pada David, "Bagus sekali, perusahaan akan melakukan penyesuaian sesuai performa kerjamu."

antusias, dia melambung seperti terkena epilepsi, bahkan sampai jalan kembali ke kantornya

isyarat dari CEO bahwa

ke kesibukannya, sampai pukul 9 malam

Sepertinya dia harus

Elena menelepon Bi Ria.

harus

dulu baru lanjutkan pekerjaanmu. Mana boleh bekerja dengan perut kosong begitu. Aku akan menyuruh

pribadi Damian sekaligus pengawal, semua orang di perusahaan tahu. Kalau sampai dia datang mengantarkan makanan,

usah. Bibi, aku tidak lapar, terlebih aku sudah makan banyak sekali tadi siang. Baiklah, aku mau melanjutkan

Elena kembali bekerja.

telah meninggalkan kantor, satu persatu lampu mulai mati, sampai

matanya dengan menderita, angka-angka di depan matanya perlahan memudar. Elena lupa telah mencocokkan

tangan besar

yang kau lakukan, apa kau

ke belakang, Damian sedang berdiri melihatnya, "Aku datang untuk mempekerjakanmu, bukan menyuruhmu menjual nyawa. Ayo, kita

cemberut. Damian menariknya pergi tanpa memberinya kesempatan

kau tidak boleh begini, kalau pekerjaanku tidak selesai, bagaimana aku akan

menjelaskan apapun ke

kuat, untunglah sudah tak ada siapapun di dalam ruangan

diseret keluar

begini, nanti

meregangkan tangannya, menekan Elena ke dinding

aktif di dalam

seketika melemas, dia kesulitan

berusaha mendorong

mengulurkan tangannya,

orang lain,

sedang tenggelam dalam ciuman itu. Kemeja bagian bawah Elena diangkatnya sampai ke leher, kulitnya yang lembut dan putih terekspos di udara. Damian melumat bibir merah

David yang mengobrol begitu akrab

dan nikmat yang kuat menerpa

kepalanya berusaha menyingkir sekuat tenaga, rambut yang

"Sakit, lepaskan aku..."

manis, napasnya terengah-engah,

kau hanya boleh

kembali pada kesadarannya, dia malu sekaligus marah, dia melihat lift perlahan-lahan naik, dia sangat

memberontak sekuat tenaga, namun tangan besar Damian

menggila, menyusuri pinggang rata Elena

Ting! Lift kembali berhenti.

terlepas seluruhnya, roknya pun sudah terangkat, celana dalamnya pun sudah sampai di

jasnya dan menyampirkannya di tubuh Elena. Saat pintu lift

ada seorang pun di

kantornya. Di sisi kantornya, ada sebuah kamar berukuran

ke kamar dan

tangannya berbunyi, tirai pelan-pelan terbuka, menampilkan pemandangan

bisa menikmati seluruh pemandangan

tersadar seutuhnya, Damian sudah menarik

membuat Elena merasa seakan

nanti dilihat

melepaskan kemejanya,

ini, tak akan ada yang melihat kecuali

Bình Luận ()

0/255