Extramarital Love

Bab 101 Akhirnya Tak Tertahankan

Bab 101 Akhirnya Tak Tertahankan

Aku tertawa tanpa daya: "Indri, kamu mabuk."

"Aku tidak mabuk! Ini hanya minum sedikit lebih banyak." Indri berkata sambil mengerutkan kening, bersikeras memegang meja kemudian berdiri lagi, "Kamu harus menyusui anakmu, aku akan membantumu menghangatkan makanan."

"Jangan, kamu duduk saja, aku akan menghangatkannya sendiri." Aku berkata dengan cepat.

Dia mabuk, bagaimana jika dia membuat masalah di dapur?

Takut dia akan berdebat denganku, dengan langkah cepat aku berjalan ke arah dapur, dengan tegas mengatakan bahwa dia tidak boleh campur tangan.

Setelah menghangatkan makanan, mambawanya ke meja, Indri sudah telungkup di atas meja makan tidak bergerak sedikitpun.

"Indri!" Aku meletakkan piring di atas meja, meneriakinya dua kali, hasilnya sama sekali tidak bergerak.

Masih mengatakan bahwa dia tidak minum terlalu banyak, benar-benar...

Kondisi fisikku menyebabkan aku tidak mampu memapahnya berdiri, lagipula jika aku bisa memapahnya, aku juga tidak tahu bagaimana menempatkannya, hanya bisa membiarkannya telungkup di atas meja makan.

Setelah makan malam, aku membersihkan peralatan makan, kemudian mencoba membangunkan Indri.

Memanggilnya dua kali, dia tidak bereaksi, ketika aku sedang khawatir, kemudian mendengar pintu berbunyi, Hendro dan Nick masuk ke dalam.

"Akhirnya kalian pulang, benar-benar bagus!" Aku buru-buru berteriak, "Hendro, Indri mabuk, bagaimana ini?"

Hendro dengan cepat berjalan kemari lalu melihat sekilas, mengerutkan kening berkata, "Kenapa kamu membiarkannya minum begitu banyak?"

"Aku juga tidak tahu, setelah aku mengurus anak dan keluar dari kamar, dia sudah minum dengan sangat banyak." Aku berkata dengan merasa seperti disudutkan.

"Sekarang bagaimana ini?" Hendro berkata dengan kesal.

Aku berpikir, kemudian berbisik: "Biarkan dia tinggal selama satu malam ..."

"Tinggal di mana?" Hendro menaikkan volume suaranya, "Kita masing-masing menempati satu kamar, mana ada lagi kamar lebih? Apa kamu mau membiarkannya tidur di ruang tamu?"

"Bagaimana mungkin?" Aku langsung keberatan.

Jika hanya ada aku dan Hendro ya sudahlah, tetapi ada orang luar yaitu Nick di dalam rumah, membiarkan Indri seorang gadis tidur di ruang tamu, bagaimana aku bisa tenang?

Mendengar kami berbicara, Nick datang dan melirik sekilas, kembali ke kamarnya tanpa berkata apa-apa.

Bunyi "Brak" terdengar dari pintu, Hendro mengerutkan kening kemudian melihat ke arah kamar Nick, lalu menghela nafas.

"Sudahlah, biarkan dia tidur di kamarku, aku akan tidur dengan Nick!"

Hendro berkata sambil berbalik kembali ke kamarnya, setelah beberapa saat, dia memegang bantal dan selimutnya sendiri kemudian mengetuk pintu kamar Nick.

aku melihatnya berjalan masuk dan keluar, ingin mengatakan kepadanya, sebenarnya dia bisa kembali ke kamar tidur utama

membuka pintu, Hendro membawa barangnya masuk ke dalam, aku

Hendro, menunggu Hendro menaruh barangnya dan keluar,

aku mau pergi mandi." Hendro meletakkan Indri di ranjang, lalu berbalik dan

menyelimuti Indri, kemudian kembali ke kamar untuk

dia mengatakan maaf kepadaku karena jantung ayah tidak begitu baik, jadi dia tidak bisa datang dan membantuku menjaga anak,

apa-apa, hanya bisa mengatakan berharap Ibu dan

dia juga bangun pagi-pagi sekali, aku juga ikut bangun, membuatnya bersih dan segar, mengambil sampah keluar dari kamar, kebetulan melihat Nick dan Hendro

Hendro terlihat bagus, terlihat berseri-seri, Nick

malam Hendro mengganggumu beristirahat ya? Aku minta

tersenyum tipis, berbicara dengan suara

bangun?" Hendro bertanya sambil

kepala: "Aku baru saja keluar, aku tidak

Hendro dan Nick

hujan merah benar-benar akan turun dari

memiliki temperamen yang buruk jika

..." Aku cepat-cepat berjalan ke arahnya dan

bangun, cepat duduk dan makan, aku membuatkanmu bubur, di dalamnya ada gula

Aku: "..."

melahirkan hingga sekarang,

"Indri ..."

sarapan sudah siap." Kata Indri, berbalik lalu ke

sibuk dengan memakai celemeknya, membuatku sedikit tercengang, ini mungkin pertama kalinya aku dapat

berubah dari seorang nona besar yang suka mabuk

melakukannya, ayo segera makan."

makanlah." Wajah Nick tidak begitu baik lalu pergi ruang tamu untuk menyalakan TV dan nonton, suaranya

"Dia kenapa? Tidak tidur nyenyak semalam

kening melirik ke arah ruang tamu, berkata dengan suara rendah: "Jangan bawel,

menundukkan kepala memakan

aku mendengar siaran berita pagi, mengatakan bahwa ada beberapa kasus penculikan bayi di Birtania baru-baru ini, ada yang diculik

mendengarkan: "Hendro, apa yang

"Jangan khawatir, yang hilang semuanya anak

bahwa anak yang kulahirkan adalah anak perempuan, otot-otot di wajahku

pun, tersenyum kemudian mengatakan: "Ya, untungnya Emma kita anak perempuan, para penjahat itu tidak akan

ada yang tahu, ketika aku mengatakan hal ini, betapa sedihnya

untuk bekerja, setelah Indri menemani anakku beberapa saat, aku mendengar dering telepon, berlari keluar untuk mengangkat telepon, tidak beberapa lama dia berkata padaku bahwa dia

itu?" Tanyaku dengan

malu: "Ya!

rasa malu yang berubah menjadi rasa marah yang

memelototiku, membawa tas

sedang jatuh cinta

menggelengkan kepala sambil menghela

Bình Luận ()

0/255