Extramarital Love

Bab 103 Mana Anakku

Bab 103 Mana Anakku

Bagiku, Guntur adalah sebuah kutukan, dirinya, nafasnya, suaranya, apa yang telah dia lakukan, semuanya membuatku sesak napas, hatiku bergetar.

Seperti contohnya sekarang, kedekatannya, membuatku tidak bisa bernafas, setiap kali mengucapkan sepatah kata, menghabiskan seluruh kekuatanku.

"Presiden Guntur, kamu sudah mengatakan bahwa akan melepasku pergi."

Aku menutup mata dan memohon.

Guntur tidak berbicara, aku merasakan nafas panas keluar dari lubang hidungnya, menuruni kontur wajahku, menyapu leher dan tulang selangkaku.

Meskipun bibirnya tidak benar-benar menyentuh kulitku, tetapi perasaan ada dan tidak ini, membuatku makin gemetar.

Kelembutan dadaku tiba-tiba naik dan penuh, rasa sakit yang samar, aku bahkan bisa merasakan bahwa pakaianku basah, dingin dan sejuk menempel di kulit ...

"Luna, apa aku pernah bilang kepadamu, aku suka baumu."

Suara Guntur, terdengar seperti mimpi buruk di telingaku.

Aku tidak sadar mengingat kembali, bagaimana dia dulu mencium seluruh tubuhku, menjilat dan menggigit serta meninggalkan jejak giginya di tubuhku, pada saat itu, dia terus menerus menyukai bauku, meskipun aku tidak tahu di tubuhku itu ada bau apa.

Tubuhku, segera menanggapi kata-katanya, kulitku sepertinya berteriak ingin disentuh olehnya, kelembutan di depan dadaku sangat bengkak dan menyakitkan sehingga ingin dihibur ...

Ketika tangannya benar-benar memegang kelembutan dengan rasa sakit itu, aku tidak bisa menahan untuk mengeluarkan erangan panjang.

Suara itu, benar-benar membuat orang terkejut!

Aku terkejut dengan suaraku sendiri, dalam sekejap aku tersadar, sangat malu hingga tidak berani percaya bahwa aku yang mengeluarkan suara itu.

Pada saat ini, tangan Guntur bergerak, jika tidak tepat waktu menggigit bibir bawahku, aku takut bahwa aku akan mengeluarkan suara yang memalukan seperti tadi.

Sangat sedih, aku merasa itu sudah sangat bengkak, aku ingin Emma meminumnya...

Emma!

Bayangan bayi kecil yang tiba-tiba muncul di benakku membuatku sadar!

Apa yang kulakukan?

Emma-ku sedang menungguku di rumah! Saat ini, dia sedang ingin meminum susu...

"Presiden Guntur! Lepaskan aku!" Aku tidak tahu dari mana kekuatan ini berasal, dengan keras aku mendorong Guntur, menarik pintu dan berlari keluar.

"Luna!" teriakan marah Guntur terdengar dari belakang, aku tidak berani menaggapi, juga tidak berani berhenti, tidak membalikkan kepala dan terus melarikan diri.

Lift! Lift! Aku menekan tombol lift dengan buru-buru, tepat pada saat pintu lift akan tertutup, satu kaki masuk, pintu lift terbuka kembali, Guntur menahan lift dengan tangannya, menatapku dengan wajah gelap.

Aku takut melihatnya dan bersandar di dinding lift, di dalam hatiku sangat putus asa.

"Presiden Guntur, aku mohon padamu, biarkan aku kembali, putriku menungguku, dia harus meminum susu di malam hari, dia membutuhkanku, aku bisa merasakannya, dia sedang menangis, sedang mengharapkanku kembali!"

Aku menangis, memohon, terus menerus, hatiku sangat panik.

Guntur tiba-tiba berjalan masuk dengan kakinya yang panjang, lift tertutup, setelah menekan nomor lantai, berhenti di lantai pertama.

Guntur berbalik, mengerutkan kening melihat padaku: "Bukankah

segera melompat keluar dari

mengantarmu." Guntur

keluar dari hotel, tukang parkir di pintu segera pergi untuk membantunya mengambil mobil, aku buru-buru berkata:

pulang? Akan lebih cepat jika aku mengantarmu." Guntur berkata tanpa ekspresi, aku

menunggu seseorang mengemudi mobil kemari, lalu

"Alamat!" Guntur bertanya.

mobil itu segera meleset keluar

sepanjang jalan, ketika sampai di gerbang pintu komplek rumahku, aku berkata: "Baiklah, berhenti di sini, aku

menghalangi, dengan lancar aku membuka

hati-hati." Aku berterima kasih kepadanya dengan

dengan rumah, semakin cepat detak

belum pernah begitu cepatnya,

Tapi apa yang terjadi?

tiba di pintu rumah, di koridor yang tenang, aku bisa mendengar suara

kunci, aku mengulurkan tangan mengetok pintu, baru

membuka

tidak ada cahaya, juga tidak

tidak

melompat dengan

dengan tergesa-gesa

lampu, boks bayi terletak dengan tenang di sana, ranjang ...

"Emma ... Emma ..."

Emma berada di dalam, bantal kecilnya, selimut

ini bukan ilusi, tidak ada masalah

tempatku tidur, ranjang berukuran 180 cm, tidak

berteriak dengan kekuatan terbesarku, ingin Emma mendengarnya, kemudian menangis

tidak mendengar tangisan Emma, aku hanya mendengar teriakan marah Hendro dari luar

di tengah malam, kegilaan apa yang kamu perbuat

Hendro?!

berlari keluar dari kamar, menebak mungkin Hendro yang membawa Emma ke kamarnya dan

di depan pintu, bergegas menerjang ke

berbalik, meraih lengannya kemudian

menghempaskan tanganku, dengan dingin berkata, "Bukankah dia ada di kamarmu? Untuk apa kamu

pandangan mataku gelap, merentangkan tangan berbicara berulang kali pada Hendro: "Hendro, di

berjalan keluar, aku mengikutinya di belakang, pergi ke

ke boks bayi kemudian meliriknya, tiba-tiba menatapku: "Di mana

Di mana anakku? Hendro, aku bertanya padamu, di mana anakku?" Aku bingung, tubuhku gemetar

kamu datang untuk bertanya padaku?" Hendro

anak? Dia bahkan tidak tahu kalau

rambutku, air mataku memenuhi

Di mana Emma?" Aku berteriak histeris

juga anaknya, ketika aku tidak ada, apa yang telah dia

anak itu padaku, aku mohon padamu ... Dia adalah

harus kulakukan, Nick keluar dari kamarnya: "Hei, kalian ini kenapa? Ini sudah jam berapa, apa yang

menangkap sebuah harapan, dengan cepat

kamu membawanya masuk ke dalam

bergegas ke hadapannya dan memohon padanya seperti lalat tanpa

Bình Luận ()

0/255