Bab 854

Ketua Zhang baru saja membaik, belum sepenuhnya keluar dari masa kritis, jika dia pergi saat ini, sepertinya tidak terlalu baik.

Namun Fidel sedang sakit, juga tidak tahu bagaiman keadaannya, benar-benar mengkhawatirkan.

Ray berdiri melamun, tidak bergerak sama sekali.

Beberapa saat kemudian,Ajudan Song berjalan keluar, melihat Ray yang sedang berdiri disamping telepon umum, dia dengan tersenyum berkata:" Ray, kamu sangat mudah dicari! Ketua Zhang sudah sadar, dia ingin bertemu dengan mu, ayo ikut aku."

Ray termenung dan termenung, dan dia akhirnya memilih ikut bersamanya, sambil berjalan dia berbasa-basi:" Hari iniKetua Zhang terlihat lebih segar, dia sepertinya sudah sangat membaik."

Ajudan Song dengan tersenyum menganggukkan kepala, sambil menepuk pundak Ray:" Ray, semua ini karena mu! Kamu begitu penting bagiAjudan Song !"

Ray dengan tidak enak hati menggelengkan kepalanya: "Paman Song, kamu terlalu sungkan."

Setelah berjalan masuk ke ruang rawat, Ketua Zhang berusaha bangun dari tempat tidurnya,Paman Songdengan gesit berlari kearahnya, memopongnya duduk:" Ketua Zhang , beritahu aku jika kamu ingin bangun, kenapa kamu malah bangun sendiri?"

Ketua Zhang menggelengkan kepalanya:" Sudah tua, aku sudah tua, aku mau tidak mau harus mengaku bahwa aku sudah tua!"

Setelah berkata demikian, dia menolehkan kepalanya, menatap Ray sambil melambaikan tangan:" Ray, kenapa hanya berdiri saja? Kemari, kita mengobrol!"

Ray berjalan mendekat dan duduk di dekatnya.

Ketua Zhang dengan tersenyum kepadanya, matanya memancarkan wajah kepuasan:" Ray, mengapa istrimu tidak dibawa? Aku ingat saat pesta sebelumnya aku bertemu dengannya, dia lumayan cantik!"

Ray yang mendengar itu tiba-tiba teringat Fidel yang berada di Jing Zhou, belum sempat dia membuka mulut tiba-tiba terdengat suara " Brak" pintu terbuka.

Zanu Xiang muncul di ruang rawat, Ray menoleh menatap sekilasKetua Zhang , melihat wajahnya yang berubah dia tertunduk menatap arah lain.

Bình Luận ()

0/255