Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 230 Ingin Turut Serta Dalam Kebahagiaanmu

Bab 230 Ingin Turut Serta Dalam Kebahagiaanmu

"Kai Wen, apakah kamu tidak merasa caramu ini sangat kekanakan dan membosankan?"

Anna tertawa dingin menghadapi provokasi dan pernyataan perang Kai Wen. Dia benar-benar tidak ingin memahami pikiran Kai Wen, dan tidak ingin tahu apa pikiran Kai Wen.

Kai Wen juga tersenyum tipis dan sedikit mencela dirinya sendiri, tapi sedikit pun tidak merasa malu, "Aku kira kamu akan mengatakan aku tidak tahu malu. Sepertinya kamu lebih baik hati daripada yang kubayangkan. Wanita yang begitu baik hati seperti ini, apa alasanku untuk tidak memperjuangkannya? Dan juga..." Dia tersenyum lebih lebar, "Apakah ada alasan mengapa aku tidak bisa mendapatkannya?"

"Kai Wen, logika penaklukmu benar-benar tidak cocok digunakan pada perasaan. Kamu adalah seorang pengusaha, tapi perasaan bukan investasi yang dapat kamu hindari kerugiannya setelah memprediksi risiko dan kemudian memperoleh untung. Kai Wen, aku berharap kamu bahagia. Aku berharap kamu tidak melakukan sesuatu terlalu agresif. Dengan begitu akan baik untukmu dan aku, oke?"

Du Lingxuan berdiri dari sofa, mengambil jasnya lalu meletakkannya di lengannya dengan wajar dan anggun. Seolah-olah dia tidak melakukan pembicaraan penuh emosional dengan Anna barusan, tetapi hanya minum secangkir kopi. Dia begitu tenang, benar-benar membuat orang tidak dapat mengatakannya tidak tahu malu.

"Anna, tidak peduli apa statusmu, aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah. Aku ingin turut serta dalam kebahagiaanmu."

Setelah dia selesai berbicara, alisnya mengernyit. Wajahnya menunjukkan kekecewaan yang jarang terlihat, "Aku mengira dapat menikahimu. Tetapi sepertinya aku sedang bermimpi sekarang. Kamu memberikanku mimpi, tapi kamu sendiri juga yang menghancurkannya. Kamu benar-benar sangat kejam."

Setelah mengucapkan kata kejam, dia melangkahkan kaki panjangnya keluar dari bangsal dan meninggalkan sosok punggungnya yang agak kesepian pada Anna.

Tiba-tiba Anna merasa kalau dirinya telah menyakiti orang baik.

Terus terang, dia harus mengakui dalam masalah perasaan tidak dapat dibedakan siapa yang benar dan siapa yang salah. Mencintai seseorang bukan suatu kesalahan, tapi pihak yang menolak dapat menjadi algojo tidak terlihat dan mengarahkan pedang ke arah mereka.

Pada saat ini ponsel Anna berdering.

Nama Long Ze muncul di layar.

Long Ze...

Anna tanpa sadar menggosok dahinya lagi. Lama-lama dahinya bisa terkelupas karena digosok terus selama dua hari terakhir ini. Long Ze, bocah ini mungkin sudah tahu identitasnya sekarang dan rasanya sangat canggung jika dipikir-pikir lagi.

Adik suami dan kakak ipar. Begitu tidak masuk akal sampai membuat Anna butuh waktu lama untuk mencernanya.

Dia membuka ponsel dan di layar terlihat video yang dikirim oleh Long Ze.

Anna memutar video itu dan melihat aula perjamuan yang meriah dan mewah. Sangat jelas terlihat ini merupakan pertemuan sekelompok orang-orang kaya dan terkenal. Tapi ketika kamera berputar, Anna melihat Long Xiao yang berdiri di tengah-tengah aula.

Ketika ponsel merekam, ada sedikit pembicaraan yang ikut terekam tetapi tidak berisik. Jadi Anna masih dapat mendengar dengan jelas suara Long Xiao.

Dia di depan semua tamu yang hadir secara terang-terangan menolak pernikahan dengan Mo Rufei dengan begitu tegas. Sedikitpun tidak bertele-tele dan tidak memberi ruang untuk membalas. Ketegasannya bahkan membuat orang di sekitarnya merasa dia sedikit kejam.

Tapi Anna tertawa tak bersuara sampai mengeluarkan air mata berkilauan yang menggantung di pipinya, menutupi wajah putihnya dengan sentuhan perak dan cerah seperti obor yang menyala.