Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 58 Dokter Chu Sama Sekali Tidak Rewel

Bab 58 Dokter Chu Sama Sekali Tidak Rewel

Setelah turun dari pesawat, Chu Luohan dan beberapa dokter lainnya membawa kotak obat menaiki satu bus yang besar, mereka sampai di desa sekitar jam 9 malam.

Setelah turun dari bos, Chu Luohan dan para dokter yang lainnya tercengang.

"Tempat apa ini?"

Mereka sedang menginjak jalan berlumpur yang tidak rata, di persimpangan desa ini terdapat dua lampu jalan yang redup yang menyinari tempat yang kecil ini.

"Astaga, tempat seperti ini bisa ditinggali orang?"

"Kita ini jangan-jangan menembus waktu ke masa lalu? Sebentar lagi apakah akan ada hantu yang masuk ke dalam desa?"

"Hantu tidak akan ada, tapi kalau kita tidak melakukan pekerjaan ini dengan baik, mungkin kita yang benar-benar akan menjadi hantu."

"Jangan kagetkan aku!"

Di antara delapan dokter, hanya ada tiga dokter wanita, dua dokter lainnya adalah dokter pernafasan dan dokter pencernaan yang masih belum berpengalaman.

Mereka semua sampai di tempat tinggal yang sudah disiapkan rumah sakit, di desa ini hanya ada satu gedung kecil dua tingkat ini, di pintu masuknya terdapat sebuah lampu putih 15 watt yang bergoyang-goyang ketika tertiup angin.

Sekretaris desa menyambut kedatangan mereka, pria paruh baya ini mengenakan jaket model tua, lengan bajunya juga sudah bolong karena terbakar oleh rokok.

Kemiskinan di sini terlihat sangat jelas.

"Daritadi aku sudah menunggu kalian, akhirnya kalian datang juga! Ayo cepat masuk, makan malam sudah siap."

Walaupun pria ini sangat ramah, tapi mereka semua tetap menjaga jarak dengannya, siapa yang berani berhubungan dekat dengan orang dari desa ini!

Mereka semua masuk ke dalam, sudah diduga mereka melihat enam mangkok besar berwarna kuning yang ada di atas meja, beberapa dokter wanita mengalihkan pandangannya karena takut muntah melihat makanan-makanan dan dekorasi di sini.

Chu Luohan tidak berlebihan seperti itu, tapi perjalanan di bus yang bergoyang-goyang tadi membuat dia kehilangan nafsu makannya.

Beberapa dokter berkata bersamaan: "Kita sudah makan."

Pria tersebut sedikit canggung, "Ini...makanannya sudah disiapkan."

Mengingat kekhawatiran mereka, pria ini menjelaskan: "Kalian tenang saja, bahan-bahannya aku sendiri yang beli dari luar, aku tidak bertemu dengan orang dari desa ini sama sekali, makanan ini aku juga yang buat sendiri, aku...aku tidak sakit."

Walaupun pria ini sudah menjelaskan, tapi tetap tidak ada orang yang berani, mereka lebih baik kelaparan daripada membahayakan nyawanya sendiri.

Chu Luohan tertawa terhadap sekretaris desa ini, dia juga ikut naik ke lantai dua, dari atas dia melihat sekretaris yang menghela nafasnya di depan makanan-makanannya.

Perasaan di hatinya menjadi campur aduk.

Ruang istirahat di sini hanyalah satu kamar yang memiliki dua ranjang, walaupun spreinya baru, tapi ada dua dokter kecil yang menangis setelah masuk, "Aku mau pulang, ini tempat apa."

"Aku takut sakit, kalau sakit sudah tidak bisa disembuhkan lagi, huhu!"

Chu Luohan menarik selimutnya, "Kalian adalah dokter, memangnya tidak ada pengetahuan umum sama sekali? Takut apa, tidur saja, besok akan sibuk."

Dua dokter tersebut melihat Chu Luohan seperti melihat monster, "Kamu...tidak takut?"