Mister Long, Don't Be Arrogant

Bab 60 Pria Itu, Datang Naik Helikopter

Bab 60 Pria Itu, Datang Naik Helikopter

Keringat di muka Tang Jinyan menetes ke tanah, Chu Luohan mengalihkan pandangannya, "Memang pak wakil kepala paling hebat, mengurus luka bisa secepat ini, ada pasien yang patah tulang, tolong anda lihat saja, tadi dokter tulang bilang perlu dioperasi."

Tang Jinyan menginfus Chu Luohan untuk menghilangkan rasa sakit di lukanya, dia memberikan jaketnya kepada Chu Luohan agar jas dokter dia sudah tidak bisa digunakan lagi, kemeja putih di dalamnya juga sudah berwarna merah.

Setelah itu dia melihat tujuh dokter lainnya sambil menggelengkan kepalanya.

Api di mata Tang Jinyan seperti sedang menyembur mereka semua, dia benar-benar ingin menghabisi mereka semua, untung saja sekarang Chu Luohan tidak kenapa-kenapa, kalau dia kenapa-kenapa, Tang Jinyan sendiri tidak tahu akan melakukan apa.

"Kalian semua bersiap-siap memperpanjang masa magangnya."

Mereka semua tidak berani berbicara, hanya menganggukkan kepala.

Pasien wanita yang tulang kakinya patah dibawa duduk, Tang Jinyan mengenakan sarung tangan memegang kakinya, "Bagaimana bisa patah?"

Wanita itu melamun melihat muka Tang Jinyan, seumur hidupnya dia pertama kali melihat pria setampan ini.

Tang Jinyan memakai maskernya, "Aku tanya kamu, bagaimana bisa terluka? Saat terluka apakah terkena sesuatu?"

Melihat Tang Jinyan memakai masker, Chu Luohan yang berbaring di atas meja tertawa.

Gadis itu akhirnya tersadar, "Saat naik gunung aku terjatuh, sepertinya terkena batu."

Tang Jinyan melihat dokter muda yang barusan bilang perlu dioperasi, "Lihat, lain kali kalau menemui keadaan seperti ini harus bagaimana."

Kedua dokter tersebut memegang kedua lengan gadis tersebut agar dia bisa seimbang, Tang Jinyan jongkok di depannya dan menarik kakinya, "Kamu seharusnya bersyukur selama satu tahun ini kamu tidak bertambah tinggi."

Gadis itu kebingungan, dokter di sampingnya mengerti tapi tidak ada yang berani bicara.

Chu Luohan tahu dia sudah memiliki cara, maka dia juga bisa tenang. Setiap kali melihat Tang Jinyan sedang serius mengobati pasien, tampangnya itu selalu memikat.

Tiba-tiba dia sedikit khawatir kalau dia sering melihat Tang Jinyan mengobati pasien, apakah dirinya akan terpikat olehnya?

"Ah!!!"

Gadis itu tiba-tiba berteriak keras, kedua dokter pria tadi pun terlempar karena gerakan reflek gadis tersebut.

Tang Jinyan memegang kaki dia, "Kalau mau bisa jalan lagi, sekarang harus tahan, jangan bergerak."

Gadis itu kesakitan, "Kamu setampan ini, tapi kenapa bisa sekejam ini!"

Tang Jinyan mengambil penyangga, "Kalau tidak kejam bagaimana bisa menyembuhkan tulangnya? Sekarang tulangnya sudah kembali ke posisi semula, dua bulan ke depan usahakan jangan sampai kaki ini menanggung beban yang berat, dan juga ada tumpukan darah di dalam yang harus dibersihkan perlahan-lahan, setiap hari harus dikompres air panas dua kali."

Setelah bicara, Tang Jinyan menyerahkan pasien ini kepada dokter lainnya, "Bantu dia pasang penyangganya."