Poor CEO

Bab 62 Kakak cantik menjadi istriku

Bab 62 Kakak cantik menjadi istriku

Wajah Pak Admaja terlihat sangat marah.

??Aku memang sudah merundingkannya padamu, tapi aku juga sudah mengatakan, harus mendapatkan persetujuan Raline.??

Bu Alda tertawa dingin, ??Kalau adalah kamu, apakah kamu ingin? 5 tahun lalu apakah kamu tahu apa yang dilakukan anak itu? Sekarang dia membawa seorang anak, itu adalah beban. Keluarga Wangsa sangat kaya, walaupun putranya idiot, tapi dia memiliki hati yang baak, barusan kamu juga sudah melihatnya, Wisnu sangat menyukainya. Kalau Raline menikah dengannya, pasti tidak akan menderita. Aku melakukan ini untuk kebaikannya, kamu malah menyalahkanku.??

Pak Admaja tidak tahu harus bagaimana, menunjukkan ekspresi ragu.

??Raline menikah ke keluarga Wangsa, menjadi nyonya. Dan kamu, mengambil uang mas kawin untuk membayar utang, juga masih bisa menyimpan sedikit untuk uang masa tua. Bukankah ini sangat sempura. Kamu lihat sekarang dia menangis tidak bersedia, wanita memang seperti itu, tapi setelah menikah dia akan pasrah. Suatu hari nanti dia pasti akan mengerti niat baik kita.??

Bu Alda benar-benaar pintar berbicara, hanya beberapa kata membuat Pak Admaja terdiam!

Pak Admaja di tarik Alda keluar dari ruangan, saat berpapasan dengan Raline, Raline menjerit dengan tidak berdaya.

??Ayah...ayah, jangan tinggalkan aku....??

Suara ini sama seperti 5 tahun lalu, membuat hati orang sakit, membuat orang putus asa!

Tapi hingga pintu tertutup, Ralien tetap tidak melihat ayahnya memalingkan kepala melihatnya.

Hatinya sangat hancur.

Dia ingin langsung membantingkan kepalanya sampai mati saja, tapi tubuhnya sama sekali tidak bertenaga.

Tubuh yang lemah ini bergoyang, kalau bukan karena di sampingnya ada kursi, dia hampir saja terjatuh di lantai.

Saat ini Wangsa mendekatinya, langsung memeluk pinggul kecilnya, dengan jalang berkata, ??Menantu yang baik, dimasa depan kamu adalah orang keluarga kami. Pertama kali melihat kamu, aku sudah jatuh cinta padamu. Bagus, membiarkan wanita secantikmu menemani putraku tidur, memang sangat menyakitimu. Tapi, untungnya ada aku. Kadang-kadang aku akan pergi menemanimu.??

Wangsa berkata dan membuka mulutnya yang dipenuhi gigi kuning, tertawa keras.

??Lepaskan aku....bajingan, lepaskan aku...??

di tubuhnya ini. Tapi kedua lengannya tidak bertenaga, hanya bisa membiarkan tangan keji ini berbuat

wanita, tertawa terbahak-bahak sambil menepuk tangan menjerit, ??Hehehe....menyenangkan menyenangkan, benar-benar

anak idiotku itu sebenarnya tidak mengerti hal ini. Mencari istri untuknya, lebih baik aku

tidak akan berani asal bertindak, sekarang dia hanya bisa menekan

order

berpikir, kalau sampai ditiduri

yang romantis muncul di benaknya,

mengigit-giginya, berusaha menggerahkan

peduli bagaimanapun

kedua tangannya. Akhirnya, jari telunjuk ditusuk ke

terasa, kesadaran yang kacau sepertinya sedikit

kursi, lalu berjalan ke depan

menabrak pintu, dahinya juga terantuk, dalam seketika dia langsung merasa

yang begitu keras

apakah kamu

berusaha memutar pegangan pintu dan membuka

dia juga seperti melihat sebuah harapan, menyodorkan

orang, hanya dia

di lantai dia barusan menyadari

yang tertutup rapat di hadapannya, bahkan kucing yang

menghampirinya, menarik

??Lepaskan aku...bajingan, brengsek....tolong, tolong....??

Wangsa pun marah.

rambutnya dan

kurang ajar, kesempatan yang begitu baik malah tidak menghargai, untuk apa

berusahan untuk

hanya bisa melihat sepasang sepatu kulit yang bersinar. Tidak peduli

leher, begitu ketakutan sampai wajahnya pucat

mohon padamu, selamatkan

Bình Luận ()

0/255