Poor CEO

Bab 69 Paman, bisakah kamu jangan menganggu lagi

Bab 69 Paman, bisakah kamu jangan menganggu lagi

Raline berdiri, jarinya memetik dahinya, “Kamu yah, lain kali harus perhatikan, bahu wanita mana boleh asal dipukul seperti ini. Karena tadi kamu mengagetkanku, aku tidak akan memberitahumu apa yang aku pikirkan tadi.”

“....Hi! Raline, jangan begitu dong....”

Raline tidak menghiraukannya, meninggalkan bayangan padangan sambil melambaikan tangan.

Gadis ini seharian menanyakan ini dan itu, semua ucapannya tidak perlu lari dari direktur. Kepalanya bahkan sudah pusing karena terus ditanya olehnya.

Saat dia mengangkat kepala, bukankah pria yang sedang berjalan ke arahnya adalah Nicholas Sanjaya.

Mengatakan siapa dan orang itu langsung muncul.

Nicholas Sanjaya sangat jarang-jarang sendirian, dibelakangnya tidak ada asisten dan anggota tim elit.

Mereka berdua belum berbicara, namun sudah saling menunjukkan senyuman, menatap satu sama lain dan jarak diantara mereka semakin mendekat.

“Nona, apakah malam ini kamu ada waktu?” Satu tangan Nicholas Sanjaya dimasukkan ke dalam kantongnya, setengah tubuhnya bersandar di dinding. Dengat tatapan tersenyum, dia yang seperti itu benar-benar mirip dengan kesan tuan muda kuno.

Raline menggedipkan mata, menjawab, “Tuan muda, tidak tahu apa yang kamu inginkan?”

“Malam ini aku ingin makan malam bersama dengan wanita cantik, tidak tahu apakah wanita cantik akan memberikan muka padaku.” Nicholas Sanjaya tersenyum jahil, terlihat sangat tampan.

“Tergantung pada suasana hati nona.”

Raline menunjukkan tatapan mempermainkan, berpura-pura ingin pergi.

“Berhenti, tanpa izinku, kamu ingin pergi kemana.” Nicholas Sanjaya berdiri tegak, menghalangi jalannya.

Raline melihat senyuman jahil di wajahn pun merasa sangat lucu, seorang direktur bahkan juga memiliki sisi yang begitu kekanak-kanakan.

“Tuan muda, gadis tidak berdaya ini ingin pergi ke toilet, kenapa? Anda juga ingin ikut masuk?”

itu, wajah Nicholas Sanjaya terlihat canggung, wajahnya

untuk tertawa, barusan ingin pergi, dia malah melihat di koridor ada beberapa banyangan orang, sedang

mereka pergi, dia barusan menatap Nicholas Sanjaya dengan kesal, “Semua

denganku? Lagipula, seluruh perusahaan siapa yang tidak tahu

Kamu adalah orangku.

membuat wajah Raline

ucapan pria ini begitu tidak

pun langsung pergi dan

mungkin memperdulikan penolakan Raline itu, satu lengan langsung diulur, langsung

musk pria yang unik langsung memancar keseluruh tubuh Raline. Nafanya yang

kerja, tunggu aku di

setuju atau

pria ini benar-benar suka merebut hak

belakang Nicholas Sanjaya, datang ke sebuah ruangan kecil yang indah dan elegan. Lampu gantung kristal retro, sofa

cahaya lampu. Setiap peralatan makan terlihat

tidak lama, ada orang

masuk.” Nicholas Sanjaya

yang berpakaian seperti manajer restoran, sepertinya berusia 30an

ini hanya bertahan selama 3 menit,

“Nona, apakah ada yang ingin anda

yang ada di wajahnya, setelah melihat Nicholas Sanjaya sejenak,

manajer ini sepertinya masih tidak ingin pergi, bahkan terus

jangan meremehkan makanan ini, ini adalah harta restoran kami.

menolaknya, tapi dipengaruhi oleh keadaan dan sopan santun. Akhirnya, dia benar-benar tidak tahan lagi, dan juga

bisakah kamu

Sanjaya berkata, panggilan itu

lepas. Kenapa

saat ini manajer restoran pun

buru-buru kembali seperti biasa,

Bình Luận ()

0/255