Poor CEO

Bab 74 Wanita Simpanan Yang Menjijikan

Bab 74 Wanita Simpanan Yang Menjijikan

Pada malam hari, kakak Li bermain di sofa ruang tamu setelah membawa bocah kecil itu mandi.

Raline melihatnya dan tersenyum di samping, ia memandangi putranya yang tertawa dengan senang, ia pun merasa sangat bahagia.

Akhirnya mereka memiliki tempat sendiri, walaupun hanya pinjaman, tetapi sudah cukup untuk mereka. Rafa juga sudah tidak harus menderita lagi seperti sebelumnya, yang tidak bebas dan tidak bisa menunjukkan sifatnya.

Kakak Li membawa si kecil kembali ke kamarnya dan membujuknya untuk tidur.

Raline juga memukul-mukul punggungnya yang sudah pegel dan bersiap-siap untuk beristirahat.

Tidak tahu sudah berapa lama,Raline merasa bahwa ada seseorang yang mendorong pintu dan berjalan masuk.

Ia menyalakan lampu tidur di sebelahnya, dan ketika ia melihat ke atas, ia melihat Rafa berdiri di samping tempat tidurnya dan dengan gembira berkata, "Haha ... Mama jahat ya, jadi mama belum tidur!"

Anak ini benar-benar mengagetkannya tadi.

"Rafa, kenapa kamu belum tidur selarut ini?" Raline memeluk putranya dan mengendongnya ke atas kasur.

"Mama, Rafa tidak bisa tidur." ia langsung masuk kedalam selimut dan memeluk Raline.

Raline berpikir iya juga. ia saja punya kebiasaan memilih-milih tempat tidur, anak-anak pasti juga begitu. lagipula ini juga masih termasuk tempat yang asing, jadi wajar saja jika tidak bisa tidur.

Jadi, dia dengan lembut menyentuh hidung putranya dan berkata, "Jadi, kamu datang ke kamar Mama, kan?"

"Hihi." si bocah kecil itu tersenyum dengan bahagia dan imut.

"Oke, hanya kali ini saja, tidak untuk lain kali."

Unn." Si bocah kecil

akan tumbuh menjadi seorang pria dewasa, terus

direnovasi. Jika bukan karena diungkit oleh Amel, dia pasti sudah lupa kalau dia masih memiliki rumah di

guru TK Rafa, mereka memintanya membawa Rafa

enggan merepotkan Kakak Li, jadi ia mengundurnya sampai sore, setelah pihak sekolah mendengar

dan Darwin datang pagi

kampung?" Raline sangat senang melihat

berjalan masuk dan mengambil barang dari tangan Darwin lalu

penting Raline dan berkata, "Duduklah, aku akan menuangkan teh dan menyiapkan makanan

henti, "Lumayan, Lumayan, kamu membereskannya dengan baik. Kamu memang adalah istri sekaligus ibu yang baik. Siapa

katakan?" Wajah Raline tiba-tiba

menatap wajahnya yang memerah lalu tertawa dengan

harus makan disini, Kakak Li memanglah juru masak handal, hanya dalam hitungan jam, ia sudah menyiapkan semeja makanan.

tidak akan bisa bermain denganmu lagi." kata Rafa sambil bersandar ke

"Oh, kenapa?"

Rafa akan

"..."

mengerutkan keningnya, anak ini sangatlah

Jika kamu merindukanku, datanglah. Jika kamu sudah terlalu rindu, aku akan bolos sekolah. Aku akan

ini, ia sengaja meletakkan sumpitnya, sehingga terlihat seperti

Darwin pun cemberut, dan tatapan matanya seperti pisau, dasar kamu bocah, aku

dekat satu sama lain. Setelah makan, mereka memutuskan akan membawa Rafa ke sekolah untuk melakukan pendaftaran. Di sisi lain,

Amel,

Amel

kamu tidak mengerti ..." Raline sangat cemas dan

sudah mampu baru membalas budi mereka. kalau hari ini kamu

Bình Luận ()

0/255