Presdir Galak!

Bab 766 Lempar Keluar

Bab 766 Lempar Keluar

Banyak orang yang menyaksikan kejadian tadi, mereka tahu bahwa Steffi yang duluan cari gara-gara, ternyata Steffi juga yang begitu sombong.

Sebagai artis garis terdepan, ternyata dia tidak merasa pantang.

Pengawal-pengawal muncul dari berbagai penjuru, semuanya terlihat tinggi dan gagah, lengan Jasmine langsung dikunci.

"Kenapa?" tiba-tiba, terdengar suara yang dingin dan berwibawa, semua orang pun terdiam. Jasmine melirik ke arah sumber suara, terlihat Lucas Huo yang bersetelan jas putih.

Dia? Tuan Huo yang jasnya diperbaiki olehnya.

Jasmine tiba-tiba merasa masam, air matanya hampir berlinang. Tidak tahu kenapa, dia punya perasaan ingin bersandar di pundak pria ini.

"Tuan, bantu aku!"

Dia tidak ingin dipukul sampai setengah mati oleh pria-pria kuat ini.

Lucas Huo mengernyitkan alis, tubuhnya yang tinggi membawa rasa tidak senang. Acara pertunjukannya kenapa harus terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan? Lucas Huo melirik kepada Jasmine yang dibekuk, setelah merasa sedikit terkaget ,dia pun kembali tenang dengan cepat.

"Steffi, kenapa lagi?"

Orang yang kenal Lucas Huo akan tahu kalau nada dia ini berarti sudah marah.

Steffi pun tergetar sesaat, kemudian ekspresinya langsung terlihat seperti menantu yang ditindas, dia pun mengadu, "Tuan Huo, dia pukul aku, lihat wajah aku, sudah jadi begini, profesi aku sangat mengutamakan wajah, aku harus bagaimana di acara besar ini?"

Jasmine segera berdebat, "Steffi yang duluan pukul aku, dia yang sengaja cari masalah. Selain menyerang dengan bahasa, dia juga memukul aku. Jika bukan dia yang pukul duluan, aku juga tidak akan melawan."

Huo Jasmine merasa Tuan Huo yang bersifat dingin seharusnya tidak akan berat sebelah terhadap Steffi.

Lucas Huo melambaikan tangan, kemudian seorang pria yang muda langsung maju kehadapannya, Lucas Huo mengeluarkan perintah, "Suruh dokter Felipe ke sini, minta dia urus bengkak di wajah Steffi."

Seorang pria muda mengangguk, lalu menelepon.

Lucas Huo melirik ke Jasmine dan baru mau buka mulut. Jasmine pun sudah merasakan sesuatu yang tidak enak, dia segera membuka suara terlebih dahulu, "Tuan Huo, harpa jangan usir aku, aku punya tiket. aku juga sudah membantu kamu merapikan lengan pakaian."

Tolong pandang kooperatif tadi, jangan suruh orang pukul dia.

Kejelian dia membuat Lucas Huo terlengah, tetapi hanya 1 detik, Lucas Huo kembali normal lagi, "Kamu perbaiki pakaian karena ingin memperbaiki kesalahanmu saja. Bawa dia keluar."

Jasmine menggigit gigi, dia merasa Lucas Huo akan bersikap adil, ternyata tidak begitu. Lalu berkata, "Aku punya tiket, kamu tidak berhak suruh aku pergi, jika kamu tidak menggunakan kewenangan dan kekerasan."

Bibir Lucas Huo melengkung, "Lidahnya tajam. Tetapi… aku yang mengeluarkan uang untuk mengadakan acara ini, aku berhak untuk tidak melihat orang yang tidak ingin aku lihat."

Jasmine terbengong.

tangan, kedua pria

Huo membuat semua orang tidak berani keluar suara, tidak ada orang yang berani membela

ke lantai dengan

kuat itu mau pergi, hape salah satu dari mereka berdering. Saat menjawab, dia pun menjawab "paham", kemudian membalikkan badan dan melototoi

kalian mau

***

dengan pandangan kedua pria itu, dengan suara bergetar, "Aku sudah diusir oleh kalian, apa yang mau kalian lakukan? Di

mengayunkan tonjokan ke kepala Jasmine sampai berbunga, Jasmine menggaruk wajah pria pertama, lalu menendang pria yang kedua, kemudian dia langsung

adalah patahkan 1 kakinya! Kejar!" ucap

sangat

sangat kejam, diam-diam menghanyutkan!

tidak mau kakinya patah! Tidak

tangga untuk turun

menajam, ada sebuah mobil berhenti di pinggir jalan, di depan mobil berbaring seorang gadis muda,

kecil,

pria itu saling menatapi, lalu

senang. Walaupun dia adalah dokter terkenal, tetapi jasa dokter dia sangat mahal. Lucas Huo sangat kelewatan, untuk mengobati bengkak wajah Steffi saja harus memanggil dia? Benar-benar keterlaluan, masalah kecil saja harus

penuh dengan berbagai kata-kata itu pun melihat

tidak ada orang mati? Populasi di dunia ini begitu padat, jika tidak ada yang mati, bumi pun akan tidak sanggup menampung. Hem, Felipe paling tidak memiliki rasa prihatin. Rasa prihatin tidak bisa membuat

melewati kerumunan orang itu, dia melihat darah, melihat lengan yang putih, sangat halus, sepertinya sangat enak disentuh, bahkan melihat

halus, kukunya berwarna merah muda,

Langkah Felipe berhenti.

memang gila," itulah penilaian diri Felipe yang

kerumunan, orang yang

melihat orang yang di aliran darah itu dengan mengernyitkan alis, lalu menghirup

yang sangat cantik!

cantik yang putih, gambar orang cantik yang tidak

adalah dokter, kenapa tidak

dia pun membungkukkan badan untuk

di

Ketika Steffi melihat tubuh yang tinggi dan dingin, dia pun

Huo, wajah aku sudah

ke hadapan cermin, "Kamu lihat dirimu sendiri, seperti apa wajahmu! Acara

***

"Aku sudah salah, maafkan aku Tuan

sofa samping dan melipat kaki, menghidupkan rokok dan menghisapnya, gayanya

yang marah-marah tadi bukanlah dia.

sampai belum?"

Herry, menjawab dengan sopan, "Barusan telepon, katanya ada urusan dadakan,

ini selalu tidak 1 tempo? Cari dokter lain, suruh bawa obat khusus untuk mengobati bengkak, yang penting bisa menghilangkan

Steffi gemetar.

Bình Luận ()

0/255