Presdir Galak!

Bab 769 Apakah Sudah Saatnya Mengembalikan?

Bab 769 Apakah Sudah Saatnya Mengembalikan?

Dia benci pada Abubakrie, dia benci pada ayahnya itu, dia dan kakaknya tidak mau bermarga Han, melainkan mengutip marga ibu, lubuk hatinya benar-benar menolak ayahnya itu.

Pecundang.

Mata Jacynth berkaca-kaca, lalu menatapi Jasmine dengan tidak terkaget. Dia tidak sangka bahwa setelah 2 tahun kemudian, anaknya berani berkata demikian.

"Jasmine..."

"Ibu, kamu benaran terlalu tidak berguna! Kenapa pria seperti itu bisa masuk dalam kriteria kamu? Kenapa sampai sekarang pun, kamu masih mengingati dia? Kenapa tidak cerai saja?"

Jacynth terkaget, dengan suara gemetaran, "Jasmine, kamu jangan terlalu emosi, dia adalah ayahmu."

"Hem!" Jasmine tertawa dingin, "Binatang, dia tidak pantas."

"Jasmine, kenapa kamu bilang begitu. Kenapa kamu menjadi begini?" Jacynth sudah marah.

"Jika aku tidak berubah, mungkin aku sudah mati di Paris! Jika aku tidak berubah, mungkin uang untuk mengobati Kakak pun tidak ada! Jika aku tidak berubah, Abubakrie sudah mengusir kamu ke jalanan untuk mengemis," ucap Jasmine dengan mata berkaca-kaca dan tubuh gemetaran, tetapi dia masih menahan supaya air matanya tidak keluar. Siapa yang tahu kehidupan dia selama 2 tahun di luar negeri? Kepahitan dan malapetaka yang dia alami sudah menghilangkan sifat ramah dan lemahnya.

Jacynth menatapi anaknya, dia pun tidak bisa mengeluarkan sepatah katapun, rasa bersalah pun muncul dalam hatinya, dengan tangan gemetaran, dia memeluki tubuh Jasmine yang kurus, "Jasmine, anak baik aku, maaf, semua gara-gara Ibu. Ibu memang tidak berguna, Ibu pasti sudah buta, makanya carikan ayah seperti itu untuk kalian. Maaf, maaf!"

Jasmine menghirup nafas dalam-dalam, kemudian mendorong ibunya yang masih menangis, lalu berkata dengan dingin, "Sudah, sekarang bukan waktunya menangis. Jerih payah dan usaha Keluarga Yun beberapa generasi sedang berada di ujung tombak, kita tidak boleh tinggal diam. Kita ke Keluarga Han, lihat apa mau mereka."

Jasmine langsung berjalan dengan gaya yang angkuh, Jacynth pun terbengong ketika melihat anaknya seperti ini.

Di rumah Keluarga Han.

Jasmine dan ibunya jalan sampai di depan pintu, lalu memencet bel pintu. Pembantu wanita yang di dalam tidak kenal, sehingga bertanya, "Kalian siapa?"

Nada Jasmine dingin seperti es, "Aku Jasmine, ini adalah istri sah Abubakrie, Abubakrie yang minta kami ke sini."

Begitu mendengar kata "istri sah Abubakrie", pembantu itu terkaget dan langsung masuk untuk lapor.

Jasmine pun tidak tahan untuk tertawa karena keadaan ini sungguh menyindir. Rumah Keluarga Han ini adalah aset milik Keluarga Yun. Saat Ibu menikah, Kakek memberikan kepada Ibu untuk dijadikan mas kawin, awalnya bernama halaman kecil yang hangat milik Yun, sekarang sudah menjadi tempat orang lain. Sekarang, mereka harus menunggu tunggu laporan untuk masuk rumah ini.

"Tuan mempersilahkan kalian masuk," pembantu membukakan pintu, lalu menatapi ibu anak ini dengan penasaran.

selama 5 tahun, dia selalu mengira yang di dalam barulah Nyonya Han yang asli, ternyata

di sofa posisi tuan rumah, gaya

ada Lucinta dan

yang dingin pun terlengah

dia juga datang.

Nafasnya, sedikit sakit.

supaya bisa menyembunyikan ekspresinya, dia menahan rasa sakit yang menusuk hati, lalu menatapi

pulang ya, kenapa tidak tinggal di rumah?" jarang sekali bisa mendengar nada Abubakrie yang begitu hangat meskipun tidak ada

***

jangan kasih dia pergi lagi, kita adalah sekeluarga,

aku inap di sini, akan mengganggu atmosfer sekeluarga kalian," ucap Jasmine, kemudian menopang ibunya untuk duduk. Tidak lupa melirik

yang kasihan dan mengesalkan, buat apa lihati Abubakrie si

Kita adalah sekeluarga, aku dan Reza sangat mengharapkan kamu pulang, bersama lebih ramai," ucap Lucinta sambil menempel ke badan Reza, "Iya kan, Reza?"

orang ingin

malu-malu, lalu menjawab

begitu gampang malu, sering bermuka merah, seperti bunga pir yang disulam warna merah. Begitu ada pikiran ini,

bukanlah barang yang baik.

ini usaha kurir, manufaktur Keluarga Yun rugi besar, harus segera menyatakan bangkrut, Jacynth adalah pemilik, setelah tanda

yang duluan merebut dokumen-dokumen

tanda tangan," ucap Jasmine setelah selesai

kecil jangan ikut campur. Jacynth, cepat

memberikan pengumuman dengan dingin, "Ini adalah surat kuasa dari Ibu kepada aku, semua aset Keluarga Yun sudah

sampai menunduk dan tidak berani

paham, jangan ikut campur. Utang Keluarga Yun sudah mencapai ratusan juta, kalau tidak menyatakan bangkrut, bagaimana bisa menutupi lubang besar ini?" nada Abubakrie semakin lama

berpikir, lalu berkata, "Walaupun usaha manufaktur Keluarga Yun mengalami kemunduran, tetapi aset masih lebih besar daripada utang, dan tidak mungkin berutang segini besar. aku mau memeriksa keuangannya dulu. Mengenai usaha kurir, aku sudah lihat laporan keuangannya, masih ada banyak yang dicurigakan. Jadi, aku tidak akan menyatakan bangkrut dalam waktu dekat ini. Selain

bisa menggemparkan

menatapi Jasmine dengan murka seperti mau

Yun, yang marga Han lebih cocok untuk mengurus barang

***

"Jasmine, anak durhaka!"

tanganmu, apakah kamu masih belum puas? Aku ingin mengambil kembali puing-puing, apakah kamu tidak bersedia

tidak ada yang bisa dia balas juga, sehingga dia pun cuma bisa menakut-nakuti, "Apakah

aku tidak akan menyaksikan usaha kakek aku hancur tanpa melakukan usaha apapun! Sejelek apapun usaha Keluarga Yun, tetap merupakan milik Keluarga Yun! Tidak ada orang yang bisa membuangnya dengan seenaknya. Cukup sampai di sini, besok, aku akan menerima

untuk Abubakrie murka, dia langsung meanrik ibunya

Bình Luận ()

0/255