Pria Keberuntunganku

Bab 288 Digagalkan

Bab 288 Digagalkan

Begitu botol air dingin menempel di wajah, selisih suhu membuat Diana tidak bisa beradaptasi.

"Jangan bergerak," ucap Fred untuk mengingatnya, kemudian memengang dengan 1 tangan memegang dagu, 1 tangan lagi menggeserkan botol.

Fred terlihat amat serius.

Jantung Diana berdetak semakin kencang, dia menatapi garis wajah pria yang begitu jelas.

Setelah bersama dia begitu lama, ternyata sampai sekarang ini, saat melihat dari jarak dekat, dia masih bisa merasa jatuh hati, mungkin ini yang dinamakan cinta.

Begitu ada pikiran ini, bibir Diana pun melengkung dan tersenyum manis.

Fred menyadari perubahan pada wanita ini, pandangan matanya pun berputar dan menatapi Diana, dengan menaikkan alis dan memeluknya, "Tergoda oleh saya ya?"

Pria sengaja berkata dengan nada yang anak nakal, sampai wajah Diana memerah dan mendorongnya.

Fred masih ingin menggombal, tetapi hape di kantongnya berdering di saat ini juga.

Setelah melihat layar, dia pun memencet pilihan menjawab, "Mm, kenapa?"

Terdengar suara Gerald, "Prataman, kapan kamu mau datang? Saya dapat kabar, Tuan Feng sedang berangkat dari Kota Linchang ke Kota H, kamu siap-siap dulu, jangan sampai terganggu."

"Baik, saya tahu," ekspresi serius dan jawaban singkat dari Fred.

Usai telepon, Fred lanjut memegang wajah Diana dan menurunkan suhu di wajahnya.

Diana pun bertanya, "Kenapa?"

sangat luas, bertemu dengan dia tidak akan rugi. Sebenarnya dia sedang dinas luar kota dan

selalau mendapat kabar dengan cepat, sehingga

bertanya, "Jangan-jangan takut ada

pasti sangat luas. Pasti bukan mereka saja

"Oh ya, kita balik villa dulu sekarang, ganti pakaian dulu baru

"Baik!" Diana menyatakan setuju.

tiba di villa. Diana masuk ke kamar untuk ganti pakaian dan berdandan sederhana untuk menutupi bengkak merah di wajah, setelah beres-beres semua, baru keluar bersama

Gerald, "Di mana Tuan Feng? Kita pergi

ruang minum teh yang ada di hotel. Dengar-dengar, ada yang mendapatkan kabar ini juga, bahkan berniat untuk

"Baik, saya tahu."

wajah serius, sepertinya banyak orang yang

diinjak dengan kencang, akhirnya pun tiba di depan pintu hotel. Fred dan Diana turun dari mobil dan langsung jalan ke ruang

lobi hotel, masuk telepon dari Gerald

langsung terdengar suara Gerald yang panik, "Gawat,

Fred mengerut, "Kami sudah

Setelah tanya pelayan, rupanya

dan berkata dengan suara berat, "Kamu di mana? Saya

tidak paham mengapa ekspresi pria ini

digagalkan oleh Jeff," ucap Fred dengan dingin, "Kita cari Gerald dulu, tanyakan

kesal. Begitu melihat Fred dan Diana datang, dia pun merokok dengan

orang yang melakukan hal seperti,

Fred bertanya, "Bagaimana ceritanya?"

Group untuk menjemput Tuan Feng ke ruang VIP. Tuan Feng tidak tahu hubungan kalian seperti apa, dia hanya tahu kalian adalah orang dari Pratama Jaya Group, jadi dia pun menemui mereka, saya rasa mereka sedang

licik, jelas-jelas Fred yang janjian dengan Deddy, tetapi Jeff malah memakai nama Pratama Jaya Group untuk ikut campur,

dia tidak tahu harus bagaimana, jadi

kita juga bisa menggagalkan mereka," ucap Fred dengan dingin, "Di ruang mana?

ragu, "Ruang VIP di lantai

Bình Luận ()

0/255