Prince Please Don't Chase Me

Bab 94 Darahnya Dapat Menawar Racun

Bab 94 Darahnya Dapat Menawar Racun

Salah paham? Aku tidak mengerti maksud dari ucapannya, aku melihat matanya, ingin meminta dia mnejelaskan, tetapi dia berdiri dan berkata dengan dingin, "Berhenti."

Pak kusir yang diluar mendengar perkataannya dan segera menghentikan keretanya.

Tiba-tiba menarik talinya, kuda tiba-tiba berhenti, kepalaku terbentur, sebelum aku berintih kesakitan, Edo berkata.

"Turun!"

......

Aku melihat wajahnya, tidak ada kehangatan sama sekali.

Aku memanggil dia dengan pelan, "Pangeran ketujuh........"

"Turun!"

Bukan pertama kalinya dia bertingkah seperti itu kepadaku, aku merasa aku sama sekali tidak berharga, tetapi aku selalu merasa dapat menahannya.

Tetapi kali ini aku merasa sangat sedih, hatiku sangat sakit.

Aku segera turun dari kereta.

Berdiri disamping kereta, aku merasa seluruh tubuhku bergetar.

Aku sadar dan melihat kereta yang semakin menjauh.

Tidak lama kemudian, kereta itu menghilang.

Sudah musim gugur, aku merasa sedikit dingin.

Ternyata musim gugur diselatan sedingin ini.........

berjalan dijalan dengan

kemana, aku sudah tidak

dengan pelan, tetapi tidak

Aku harus kemana?

kebingungan, seseorang

"Nona Rita."

"Hamba memberi hormat kepa tuan

jika ada waktu,

dia menunjuk tempat

menolak. Walaupun aku tahu dia bermaksud

aku tidak

atas, memesan

juga menyuruh jagan ada yang mengganggu, dia menutup

berdiri dan menuangankan

aku menikmati the, sambil melihat

apa-apa, hanya menatap

kepadanya, maka

aku berencana menambah the, tetapi baru

ada luka, walaupun sudah tidak ada

aku merintih kesakitan, Yuda menoleh

pasti pertama kalinya terluka parah dan

menganggukkan kepala, "Hamba

sembuh? Apakah kamu

cukup mengerti alasan dia mencariku, dan berkata dengan suara pelan, "Aku tahu, obat

ekspresinya berubah, senyumannya

pamungkas." Aku juga tidak terlalu

tersenyum, "apakah menurut kamu

dia dengan

menggunakan obat pamungkas menyelamatkanku, mungkin dia hanya menebak, kalau begitu bagaimana

tersenyum sinis, tetapi

Bình Luận ()

0/255