Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 39 Kasim David Datang

Bab 39 Kasim David Datang

Di tengah amarah, dia melihat Ivonne mengangkat pisau cukur, dengan marah bertanya: "Apa yang ingin kamu lakukan?"

"Mencukur bulu. Jika tidak dicukur bulunya bagaimana cara mendisinfeksi dan merawat lukanya?" Ivonne menepuk sekilas kaki Ronald, "Lebarkan kakimu sedikit."

Ronald merasa semua darah di seluruh tubuhnya mengalir ke kepalanya, telinganya berdengung, sudah hampir meledak.

Mendengar suara pisau cukur yang menggores daging, bulu-bulu yang berjatuhan, menyapu pahanya, setiap sentuhan itu membawa rasa malu.

Hati Ivonne sebenarnya juga sangat tidak berdaya.

Apa Ivonne juga mau melihatnya? Bersedia mencukur bulunya? Bersedia merawat lukanya yang ada di sana?

Tapi jika karena infeksi dan Ronald mati, dia juga tidak bisa menjelaskannya pada Paduka Kaisar atau dirinya sendiri.

Meskipun dibilang Ronald mati itu dikarenakan perbuatan dirinya sendiri.

Lukanya itu cukup beruntung, menghindari aorta paha, melewati bagian samping, lukanya dalam, tidak tahu dia menggunakan metode apa untuk menghentikan pendarahan, seharusnya Ronald menuangkan bubuk obat untuk menghentikan pendarahan, karena terdapat bubuk lengket di bagian samping.

Dan lagi, jika sedikit mengarah ke tengah, bisa dipastikan akan memotong bagian itu.

Jika terpotong, itu benar-benar sangat bagus, akar kejahatan ini.

Ivonne memikirkannya, diam-diam mendongak dan menatap sekilas pada Ronald.

Ronald mengayunkan tinju, Ivonne bergegas menarik kembali kepalanya, dia melihat wajah Ronald yang memerah seperti petasan.

"Masih butuh dijahit!" Setelah Ivonne membersikan luka, dia berkata dengan serius.

"Tidak!" Ronald menolak, perlahan menutup kedua kakinya, tapi Ivonne sudah lebih dulu menahan dengan kedua tangannya, membiarkan Ronald menutup kedua kakinya.

Ronald merasa rambutnya bahkan sudah berdiri dan juga satu helai demi satu helai terbakar dikarenakan amarah.

"Baiklah!" Ivonne mengambil kotak obat, mencari obat anestesi dan berkata: "Aku akan memberimu beberapa obat untuk menghentikan pendarahan, bisa membuat luka menjadi lebih cepat menutup."

"Cepatlah!" Ronald berkata sambil melotot.

Setelah selesai mengolesi, Ivonne mendongak dan bertanya: "Apa kamu merasa luka ini tidak sakit?"