Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 47 Makan Berdua Dengan Kaisar

Bab 47 Makan Berdua Dengan Kaisar

Ivonne berjalan pelan ke depan, berdiri di depan ranjang Paduka Kaisar.

Tidak sampai 2 hari, Paduka Kaisar sudah kurus seperti ini. Wajahnya pucat, bibirnya ungu, alisnya yang berantakan dan garang ini satu-satunya harga dirinya.

Pria yang tadinya merupakan orang yang paling kuat di negeri ini.

Sekarang bahkan hidup dan matinya sendiri dia tidak dapat mengendalikannya.

Ivonne meletakkan tangannya di dadanya, merasakan jantungnya berdetak perlahan, nafasnya sedikit kacau.

"Bagaimana?" Raja Ralph berpikir Ivonne sedang memeriksa, jadi dia menghampiri dan bertanya.

Ivonne menggelengkan kepalanya, "Masih belum jelas."

Mata Raja Ralph jelas sedikit kecewa.

Raut wajah Kaisar Mikael seperti biasa, memandangi Tabib Istana yang sedang menyelediki obat di samping.

Tabib Istana menghela nafas, berjalan menghampiri untuk melaporkan: "Kaisar, itu adalah racun cinnabar dengan wisteria."

"Apa sulit untuk ditawarkan?" Tanya Raja Ralph.

"Tidak sulit, mengetahui racun apa itu maka sudah dapat meresepkan obat yang tepat. Resep sebelumnya itu tidak efektif melawan cinnabar dan wisteria, harus diganti dengan resep lain." Kata Tabib Istana.

Karena Tabib Istana bisa menawarkan racun, maka Ivonne sudah tidak diperlukan di sini, Kaisar Mikael menyuruhnya kembali untuk merawat Ronald.

Ketika Ivonne mengundurkan diri, Kaisar menatapnya dan berkata, "Malam ini tinggal di Istana dan makan bersamaku."

Ivonne tidak tahu bahwa ini adalah hadiah yang sangat besar, hanya berpikir bahwa itu hanya makan biasa, lagipula, mereka ini juga bisa dikatakan merupakan sebuah keluarga, jadi Ivonne menjawabnya sekilas kemudian mengundurkan diri.

Raja Ralph melihat Ivonne yang bagai tidak peduli, tanpa sadar makin menghargainya.

Hati Ivonne sebenarnya memikirkan hal lain yaitu bagian akar keturunan Ronald.

apa luka itu terbuka lagi atau tidak, lagipula sepanjang jalan ke Istana, sudah pasti akan mengenai luka, dan juga dia melangkah ratusan langkah, lukanya

ini, kemampuannya menahan sakit

di aula, dan lagi situasinya lebih kritis, Ivonne tidak punya waktu untuk mengurusnya, sekarang seharusnya

Yanto yang sedang berjaga, melihat

Ronald juga menolehkan kepala melihat

menemukan cara untuk mengobatinya."

kepala dan bahunya

yang baik untuk berbicara,

Rendi dan Yanto: "Kalian keluarlah telebih

Ivonne dengan membelalakkan matanya, "Lukanya tidak masalah,

Ivonne berkata dengan

Rendi keluar, akhirnya berkata: "Kami akan berada di luar, Yang Mulia

yang berteriak? Dia

obat penghilang rasa sakit dan anti peradangan, terhadap infus, sebenarnya Ronald menolak, melihat benda yang tidak diketahui

mengerikan adalah melihat pandangan mata Ivonne yang memiliki makna

tersebar

yang terbaik adalah jangan melawan, bersikap patuh, dengan begitu dapat

tidak begitu besar, hanya

untuk berpindah sedikit ke sana, biarkan aku berbaring

Ronald berkata dengan nada tidak baik, tapi ketika melihat wajah Ivonne yang kelelahan, dia perlahan bergerak

diletakkan di dahinya, menghela nafas berkata: "Kuharap semuanya baik-baik

Kaisar baik-baik saja, maka kamu bisa meminta untuk kembali ke kediaman."

baru akan pergi." kata

tidak baik: "Apa tidak ada makanan di rumah? Memangnya makanan di Istana begitu

menemaninya makan malam ini."

"Ayah memintamu menemaninya makan?

bahkan ketika pergi ke tempat Ratu, dia selalu makan

begitu besar, selain pesta Istana, dia tidak pernah makan

sebal berkata: "Tidak tahu, dia

di mata sang Ayah, mengundang makan adalah

dikatakan, setelah Ayahnya dinobatkan menjadi Kaisar, yang

Bình Luận ()

0/255