Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 55 Selir Prilly Marah

Bab 55 Selir Prilly Marah

Ivonne tersenyum, "Yang Mulia, sepertinya Kaisar tidak akan memintaku untuk makan bersamanya lagi."

"Itu belum tentu, kita bicarakan terlebih dulu." Kata Stanley dengan datar.

"Makan malam seperti itu, Yang Mulia juga sering memakannya bukan." Kata Ivonne dengan samar.

"Itu tidak sama. Kamu tidak tahu, juru masak Ayah hanya memasak untuk Ayah, apa kamu tidak bisa merasakan aroma lain yang tidak sama dengan makanan kerajaan biasanya?"

Ivonne menggelengkan kepalanya, "Aku tidak bisa membedakannya."

"Sayang sekali. Sayang sekali!" Stanley berkata dengan sangat menyayangkan, "Kamu ini menyia-nyiakan makanan, benar-benar menyia-nyiakan makanan."

Stanley menatap paha ayam yang tersisa, menghela nafas panjang, "Paha ayam dan makanan kerajaan Kaisar, bagai langit dan bumi, hanya saja, kita juga tidak boleh menyia-nyiakan paha ayam."

Setelah selesai berbicara, Stanley melanjutkan memakan paha ayam itu.

Ivonne mengawasinya makan, terasa sangat enak, Stanley merasa sangat puas dan nyaman.

"Mengapa Yang Mulia bersembunyi di antara bunga untuk makan?" Ivonne melihat Stanley tidak berniat untuk pergi, dan dirinya juga tidak punya tempat untuk pergi. Ivonne tidak mengerti jalan di istana, takut akan bertemu dengan orang lain, jadi dia berharap Stanley cepat pergi.

"Aku tidak ingin orang lain tahu diriku sedang mencuri makan paha ayam." Stanley makan dengan sangat fokus, tapi meskipun dia meakan sesuatu di mulutnya, perkataannya masih sangat jelas, sama sekali tidak terganggu.

"Mencuri makan?" Ivonne bingung, apa Stanley masih perlu mencuri makan?

"Aku sedang menurunkan berat badan!" Ketika Stanley berbicara, dia sudah menghabiskan paha ayam itu, melemparkan tulang ayam ke danau, membuat riak di danau, tulang itu tenggelam ke dasar danau, Stanley menyeka tangannya dan memandang Ivonne, melambaikan tangannya, "Aku pergi."

Sedang menurunkan berat badan tapi malah mencuri makan? Ivonne merasa para putra Kaisar Mikael tidak ada yang normal.

Ivonne mengambil napas dalam-dalam beberapa kali, ditanyai oleh Stanley mengenai jamuan makan itu, perhatiannya teralihkan, merasa hatinya jauh lebih lega.