Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 57 Tidak Percaya Ya Sudah

Bab 57 Tidak Percaya Ya Sudah

Setelah Kasim David masuk, Ivonne mengikuti masuk ke dalam.

Ronald mengangkat sedikit badannya dan bertanya, "Kasim David, mengapa Ayah ingin mengambil kembali Mutiara Selatan itu?"

Kasim David melihat Ronald sepertinya begitu terus terang bertanya, jadi dia juga mengatakan yang sebenarnya, "Karena Yang Mulia bertanya, maka aku akan mengatakan beberapa patah kata, Yang Mulia jangan berpikir bahwa aku tidak sopan, jika Yang Mulia ingin berbakti dan menghormati Ratu, memiliki banyak kesempatan, mengapa ketika Permaisuri Ivonne baru saja mendapatkan Mutiara Selatan itu langsung terburu-buru mengirimkannya ke sana?"

Pandangan mata Ronald seperti pisau tajam yang menatap ke wajah Ivonne.

Ivonne menundukkan pandangannya, tidak mengatakan sepatah kata pun. Tidak ada ekspresi di wajahnya.

Pandangan mata Ronald perlahan-lahan dialihkan ke wajah Kasim David kemudian dia berkata, "Tolong Kasim David kembali terlebih dulu, aku ingin berbicara beberapa kata secara pribadi dengan Permaisuri."

"Permaisuri, Mutiara Selatan yang tersisa dan juga surat hutang itu lebih baik dikembalikan terlebih dulu, Kaisar sekarang masih sangat marah." Kata Kasim David.

Ivonne berkata, "Kasim David, Mutiara Selatan ini hilang satu, aku akan mengaku salah pada Kaisar, kamu kembalilah terlebih dulu."

Kasim David tidak bisa menahan kemarahannya, "Masalahnya sudah sampai seperti ini sekarang, Permaisuri benar-benar tidak perlu mengatakan seperti itu, itu hanya akan membuat Kaisar menjadi lebih marah."

Ronald menatap Ivonne. "Berikan pada Kasim David."

Ivonne menyambut pandangan mata penuh amarah Ronald, perlahan menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku yang menghilangkannya, aku akan pergi sendiri untuk mengakuinya."

Kasim David dengan dingin berkata, "Permaisuri, jika kamu bersikeras mengatakan bahwa benda itu hilang, maka aku juga tidak dapat membantumu. Mutiara Selatan yang kamu katakan hilang itu, dikirimkan oleh Bibi Bertha dari Istana Rosebell ke hadapan Kaisar, jika kamu mengatakan hilang, maka akan menuduh orang dari Istana Rosebell, ini masalah serius, tolong Permaisuri berpikir dua kali!"

Ketika Kasim David selesai berbicara, kemudian menatap ke arah Ronald, "Yang Mulia, aku akan kembali dulu, jika Permaisuri masih bersikeras pergi ke tempat Kaisar untuk mengakui kesalahannya, lebih baik jangan mengatakan kalau hilang, lebih baik dia mengatakan yang sejujurnya, itu juga tidak masalah."

"Terima kasih Kasim David sudah mengingatkan." Kata Ronald.

Kasim David melihat sekilas Ivonne, tidak mengatakan apa-apa dan menghela nafas, putri Hendra, memang tidak bisa naik ke posisi atas.

Setelah Kasim David pergi, Ronald mengambil gunting dari ranjang dan melemparkannya ke arah Ivonne, gunting tersebut digunakan oleh Ivonne untuk memotong kain kasa ketika dia merawat luka Ronald, karena sering digunakan, jadi diletakkan di dekat ranjang.

tidak mempedulikan rasa sakit di lukanya, menggunakan tenaga, Ivonne tidak bisa menghindarinya, gunting itu melintas melewati samping telinganya, satu baret luka berdarah mengalir bersamaan dengan jatuhnya gunting

marah, hati-hati

sedikit lebih tepat, takutnya mata Permaisuri

sedikit berubah, dia kembali lagi ke sifat

perlahan berjongkok dan mengambil gunting itu, tadinya dia pikir dirinya akan sangat

hasil yang telah diperkirakannya dari awal, hasil ini adalah

tidak perlu menjelaskan sedikitpun, karena Ronald tidak pernah berpikir

bersumpah aku bukan manusia!" Ronald berkata dengan penuh benci sambil menggertakkan giginya, matanya penuh kebencian, seperti ketika pertama kali Ivonne baru saja datang melewati ruang dan

gunting di atas meja, perlahan menatap Ronald,

melihat Ivonne yang bersikap demikian, dirinya juga menjadi marah, "Permaisuri, kamu harus tahu jika kamu melakukan ini, bagaimana Kaisar akan memandang Yang Mulia Ronald? Kamu sudah mencelakai Yang Mulai Ronald sekali, kumohon padamu untuk

di wajah

masalah ini tidak ada hubungannya denganmu, apapun yang akan dilakukan

Ronald berteriak dengan penuh

menoleh dan menatap Ronald kemudian berkata, "Yang Mulia tadi mengatakan,

tidak sabar untuk membunuhmu." Kata

Mulia menepati janji, setelah masalah ini berlalu, ceraikan aku!" Setelah

Ronald dengan cemas, "Jika Permaisuri pergi, takutnya akan makin membuat Kaisar

telinganya, semuanya saling terjerat, membuat kepalanya merasakan rasa sakit yang

Ayah sudah sangat kecewa padaku, tidak akan ada

Permaisuri mengirim Mutiara Selatan pada Ratu?" Rendi memiliki sifat blak-blakan, bagaimanapun juga dia tidak

saja dia ingin mencari muka pada Ratu."

mencari

datar, "Apa kamu bodoh? Hendra terus ingin

ketika Yang Mulia kita mendapatkan perhatian dari Kaisar, dia berusaha menggunakan berbagai cara untuk menjebak agar putrinya bisa menikah dengan Raja Ronald, sekarang setelah Yang

semakin dingin, kemudian berkata pada Rendi, "Apa yang

telah mengucapkan perkataan yang salah,

dalam hatinya yang tidak bisa dia ungkapkan, tidak ada yang tahu seberapa besar harapannya Ivonne bisa berubah, tapi ternyata

kemarahan dalam hatinya

berhenbus di samping telinganya, dia menjulurkan tangan menyekanya,

Bình Luận ()

0/255