Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 75 Apa Dia Itu Pria Brengsek?

Bab 75 Apa Dia Itu Pria Brengsek?

Menarik keluar dua benda dari dalam lengan baju.

Sebuah kotak kecil yang indah, Ronald pernah melihat kotak itu, tapi kotak yang pernah dilihatinya itu tidak sekecil ini.

Yang satunya lagi adalah selembar kertas. Dilipat menjadi bentuk burung kertas, Ronald membuka kertas itu terlebih dahulu, melihat itu adalah surat hutang yang diberikan oleh Ayahnya pada Ivonne, dan juga ada stempel besar di bawahnya.

Pikirannya agak rumit, wanita yang biasanya diabaikan oleh semua orang dan juga yang begitu menjengkelkan dan dibenci orang ini, mengapa seketika bisa berubah menjadi begitu disukai oleh Ayah dan Kakeknya?

Ronald mulai mengotak atik kotak, ada sebuah tombol kecil yang tersembunyi, Ronald menyentuhnya kemudian kotak itu terbuka, bagian dalamnya kosong, sama sekali tidak ada apa-apa.

Aneh, di dalam kotak ini seharusnya terdapat sesuatu, Ivonne berkata isinya obat, dan lagi jarum suntik itu juga diambil Ivonne dari dalam kotak ini, apa sudah habis digunakan?

Baguslah jika sudah habis digunakan, di kemudian hari sudah tidak bisa mengancamnya lagi.

Tapi, karena ini adalah kotak Ivonne yang berharga maka harus disembunyikan, siapa suruh Ivonne mabuk dan melakukan gila, dan lagi membawa pisau dapur ingin membantai orang.

Ronald mengambil kotak itu, dengan asal memasukkannya ke bagian bawah ranjang.

Kemudian Ronald tercengang.

Kotak itu berubah menjadi besar ketika menyentuh lantai.

Meskipun sejak awal dia berpikir bahwa kotak ini aneh, tapi ketika melihat kotak ini berubah dari seukuran jari menjadi sebesar kotak obat biasa dengan mata kepalanya sendiri, dirinya masih begitu terkejut.

Apa yang dilihatnya ini?

"Kamu mencuri barangku?" Dari atas kepalanya, terdengar suara Ivonne yang serak dan juga terkejut.

Ronald mendongak, bertatapan dengan pandangan matanya yang marah, ada kepanikan di matanya, kemudian Ronald berdiri sambil memegang kotak obat itu, meletakkannya di samping ranjang dan menunjuk ke kotak obat itu sambil bertanya dengan marah, "Beritahu padaku, apa ini?"