Tersanjung

Bab 80 Maaf

Bab 80 Maaf

Markus menganggukkan kepalanya, kemudian dia melihat polisi itu naik ke dalam mobil pria itu, dan kedua orang tersebut hilang di akhir CCTV.

"Perintahkan ke bawah, bahwa kita akan menyelidik Sega dengan sekuat tenaga, 纪言, penghinaan terhadap polisi ini tidak akan kita ampuni dengan mudah."

Anak-anak bawahannya melihat teman kerjanya yang dulu dan mereka juga kesal, benar-benar karena taik seekor tikus yang sudah merusak semangkuk bubur, mereka biasanya juga begitu berusaha dan ujung-ujungnya mereka tidak dapat mengelap orang yang membuat imej mereka menjadi jelek.

"Baiklah, semuanya mulai sibuk, tuan Song, mungkin kami harus merepotkanmu untuk pulang dan menunggu kabar, tunggu ketika kita sudah mendapatkan alamat mobil itu, kami akan memberitahumu."

Markus menganggukan kepalanya, dia mengeluarkan ponselnya dan tidak tahu siapa yang dia telepon, dia terus menerus mengatakan oke.

"Tuan Song," Roxy Li berkata dengan serius, "Mirip, orang seperti ini, kita pasti akan menyelidikinya dengan lebih tegas, kamu tenang saja."

Suara Markus dengan tidak jelas menjawab iya, kemudian dia pergi,

Disisi lain, setelah Matius menutup teleponnya, wajahnya sangat serius.

Adina yang di sebelahnya tidak tahu apa-apa. Dia bertanya, "Kenapa, apa yang terjadi, begini serius."

Jari Matius diletakkan di atas meja dengan pelan, lalu dengan singkatnya dia berkata, "Sully menghilang,"

Adina yang mendengarkan informasi hampir saja tidak melompat, "Apa yang kamu katakan, maksudmu adalah Sully punyaku itu?"

"Iya, adik iparmu."

……

"Aku baru saja mengingatkannya untuk hati-hati kemarin, kenapa begini cepat sudah……"

"Kelihatannya, orang itu sudah tidak sabar."

"Matius, kamu harus menyelamatkan Sully……" Adina menarik lengan Matius, memohon dan berkata.

Dan Matius, sepertinya sudah biasa terhadap kebiasaannya itu, kemudian dia memeluk Adina terlebih dahulu, kemudian menganggukkan kepalanya.

"Kamu tenang saja, aku akan menyelamatkannya." Tidak hanya demi Adina, tetapi masih ada adiknya yang biasanya tidak pernah minta tolong itu kali ini jarang-jarangnya dia meminta tolong padanya, dia tidak akan hanya melihat saja.

Adina bersandar di dalam pelukannya, menganggukkan kepalanya, kemudian memejamkan matanya.

Markus juga kembali ke tempat semula, dia mengumpulkan semua bawahannya, kemudian dia menceramahi mereka.

"Tujuan kita adalah untuk menolong nona Su, jadi siapapun itu harus dapat bekerja sama dengan baik, jika polisi sudah mendapatkan informasi ini, dan meminta tolong agar kita melakukan sesuatu, kita harus dengan pasti untuk tidak mempunyai emosi."

seperti apa yang ada pada orang-orang ini, selain perintahnya sendiri, perkataan orang lain bagi mereka

kita sampai disini dulu, bubarlah,

"Mengerti!!!"

kembali ke rumah yang ada di Pinggiran barat, hanya 2 hari yang lalu, dia masih berada di kasur yang sama bersama dengan Sully,

kepalanya, dia memaksa diri sendiri untuk lebih tenang, kemudian

kemudian melalui Saras mereka mengirim sebuah pesan agar Sully

mereka terus menyelidiki mereka, atau ada orang yang tidak ingin menyelidiki

mengerti, ini seharusnya ada 2 kelompok orang, ada sekelompok orang yang ingin mereka terus menerus menyelidiki mereka, menyelidiki alasan Hirano bubar pada saat itu, tetapi masih ada

Momo, termasuk kelompok yang

malah akhirnya

sibuk akan pekerjaannya sendiri, secara perlahan, setelah perusahaan itu naik di dalam pasar, dia menarik banyak orang untuk

merasakan sebuah kekosongan, markus mulai berpikir apa sebenarnya

dia bermimpi, dalam mimpinya ada seorang perempuan yang

di dlaam hotel, Markus sedang berjanji kepada seseorang untuk berbincang mengenai bisnis, tetapi orang

lain lagi, dia hanya bisa memesan

dia kepikiran, orang yang datang ternyata adalah mantan

bertemu satu sama lain,

dada sedikit, dia mengulurkan tangannya,

mengulurkan tangannya, "Panggil

isi topik pembicaraan, tetapi Markus

sudah

memiringkan kepalanya, "Kamu bilang

dia mengeluarkan sebuah jawaban

kepikiran nada Loan akan begitu mengejutkan orang,

sengaja." Markus bergegas mengambil secarik tisu

berbicara sesuatu

ada, aku tidak menyukainya, aku hanya peduli

aku dengannya sudah di masa lalu, kami sekarang sudah

ini baru menyadari, di tubuh nya ini tidak tahu dari kapan sudah terbakar

melihat sekilas Loan yang ada di depannya, dan malah menemukan orang

kebakaran maka kita tidak akan bisa kabur dari sini," Loan dengan penuh pikirandia melihat Markus sekilas, dia menganggukkan kepalanya dan ketika dia berusaha untuk berdiri dia malah tidak tau kenapa ada sebuah balok yang tiba-tiba jatuh ke bawah, dan jatuh di

ini baru menyadari bahwa hotel itu ternyata mempunyai chinese style,

dengan paniknya berhenti melihat diri sendiri, dan sedang berusaha untuk menggendongnya, atau membawanya

harus mengeluarkan semua perkataan

mengatakan perkataan ini, pandangan Momo

untuk

sebentar, dan sepertinya dia sudah membuat beberapa keputusan, dia membalikkan kepalanya dan tersenyum dengan ceria kepada Markus, "Maaf, kesukaanmu, mungkin

orang gila masuk ke dalam hotel itu, orang pemadam

Markus, tetapi dia hanya bisa membuka matanya dengan nlebar dan balik ke dalam lautan api, apinya

Bình Luận ()

0/255