The Medical Agent Concubine

Bab 610 Aku Akan Membantumu Balas Dendam

Bab 610 Aku Akan Membantumu Balas Dendam

Caoji hanya melihat Zi An membunuh tiga orang dalam waktu yang sangat singkat, dia tidak tahu kemampuan pisau bekas luka, jadi dia mengira Zi An memiliki kemampuan bela diri yang tinggi. Tiba-tiba dia marah besar, "Bunuh Xia Zian, Qin Zhou biar aku yang urus."

Seketika, semua pengawal bergegas ke arah Zi An.

Zi An melepas pisau bekas luka, lalu mengeluarkan belati. Ujung pedang ditujukan ke arahnya dari samping, dia berputar dan meraih lengan pengawal itu, lalu menendang perutnya. Ketika hendak menggunakan pisaunya, sebuah pedang datang dari belakang, dia membungkuk, lalu pisau bekas luka datang dengan cepat dan menumbangkan pengawal itu.

Pertempuran ini benar-benar berantakan. Yang menyebabkan kekacauan ini adalah pisau bekas luka, gerakannya yang dari kiri ke kanan, atas ke bawah, membuat langkah kaki para pengawal menjadi kacau dan gerakan mereka menjadi tak beraturan.

Tapi baguslah, ini yang Zi An inginkan.

Dia tidak menguasai seni bela diri dan tidak punya kekuatan yang cukup, dia hanya bisa mengandalkan kelincahan untuk menang.

Dia paham tentang kelemahan tubuh manusia, jadi sekalinya dia bertindak, itu untuk membunuh.

Awalnya Qin Zhou merasa khawatir pada Zi An, tapi melihat dia dan pisau bekas luka meliuk-liuk di tengah pengawal dan pedang mereka, dia pun merasa tenang dan bisa berfokus untuk menghadapi Caoji.

Dalam hal seni bela diri dan kekejaman, Caoji bukanlah tandingannya. Bagaimanapun juga, Caoji tidak punya banyak pengalaman tempur yang nyata, sedangkan Qin Zhou hidup dari membunuh orang.

Hanya butuh beberapa waktu bagi Qin Zhou untuk melukai Caoji di tiga tempat. Caoji dipukul olehnya dengan sangat kejam, dia dipaksa mundur oleh serangan Qin Zhou yang dilancarkan secara terus menerus. Dia telah dikalahkan, lalu dia berteriak, "Pemanah, bersiap!"

Zi An sudah membunuh beberapa orang, begitu mendengar Caoji mengatakan ini, dia terkejut dan juga marah, "Sialan, Caoji dasar bajingan, bisa-bisanya kamu membawa pemanah!"

Ketika menyusun rencana untuk datang ke Taman Yushou, Qin Zhou sudah berkata bahwa meskipun pisau bekas lukanya kuat, tapi itu sulit untuk menangkis panah, sekarang situasinya tepat seperti yang Qin Zhou katakan.

Pengawal segera mundur, Caoji duduk di atas punggung kuda, rambutnya berantakan namun wajahnya sangat bengis, "Jenderal, lihatlah!"

Mereka berada di luar tembok istana Taman Yushou, ini masih dalam lingkup Taman Yushou. Temboknya sangat tinggi, entah sejak kapan tembok-tembok tinggi ini telah dipenuhi dengan pemanah. Satu per satu berjongkok dan memegang busur, panah sudah berada di ujung busur dan siap diluncurkan.

Zhou dengan tegas, dia duluan berbalik dan naik ke

naik ke kudanya dengan cepat, tapi karena obat-obatan menghalangi banyak bagian dari punggung kuda, dia tidak bisa duduk dengan stabil. Ketika kuda berjingkrak, dia hampir saja

cepat menarik tali kuda dan duduk, pada saat yang sama, dia menggigit jari tangannya dan mengoles darahnya ke pisau

yang kamu lakukan?" Qin Zhou marah

luka langsung terbang seperti sebuah cahaya merah, terbang ke arah

Caoji sudah memberikan perintah untuk menembak panah. Seketika, ratusan panah beterbangan di udara, mereka tidak bisa pergi,

pedangnya. Zi An

sedang dalam bahaya dan segera kembali untuk melindunginya, namun

Zhou terlebih dulu!" Caoji melihat sebuah celah. Tali aneh itu

sekejap, semua panah tertuju

pun terbang keluar.

pedang, awalnya dia masih bisa menangkis, tapi lama-lama dia kehabisan

panah dari punggung kuda. Sebuah panah emas terbang dari sisi kirinya, dia tidak sempat untuk bereaksi dan

dia bisa duduk diam

akan mati. Jika dia menahan panah itu, maka dia tidak bisa menjamin bahwa dia tidak akan terluka

untuk berpikir panjang, Zi An bergegas ke sana dan berusaha menjatuhkan

itu juga. Zi An tidak memiliki kekuatan

yang ganas sedikit berkurang. Panah itu menembus bahu kiri Zi An, kekuatan yang begitu hebat membuatnya

Qin Zhou berteriak

Entah sejak kapan banyak ular berwarna-warni

luka terbang kembali, Zi An memaksakan diri untuk berseru, "Bunuh

dan tiba-tiba terbang, namun dia tidak terbang ke arah Caoji, melainkan berdiri di atas punggung kuda

terbang

untuk melarikan diri, tapi kuda itu jatuh ke tanah dan dia juga

pedang dan berusaha menebas, dia ketakutan hingga

Bình Luận ()

0/255