The Secret Daddy

Bab. 10. Kekhawatiran

Suasana hening di presidential suite room sebuah hotel mewah, sangat hening. Seolah menegaskan bahwa penghuni ruangan kamar hotel tersebut sedang larut dalam alam bawah sadarnya. Hingga 2 jam kemudian, tepatnya pukul 23.15 WIB, sebuah pergerakan dari seorang pria yang mempunyai badan sixpack terlihat menggerakkan tangannya untuk mengusap ranjang, seperti tengah mencari keberadaan seseorang yang tadinya ada di sampingnya.

Pria yang tak lain adalah Faqih itu refleks langsung membuka kelopak matanya untuk memastikan ketakutannya.

"Viera ...." Faqih yang baru saja mengumpulkan kesadarannya, mulai mengedarkan pandangannya ke segala arah. Tentu saja saat ini, ia tengah mencari sosok wanita yang baru diperkosanya akibat dari obat perangsang yang diberikan oleh Aliando dan Alisa. Sehingga ia sampai melupakan semua norma-norma dan melakukan perbuatan terlarang demi bisa menyalurkan hasratnya yang sudah membakar habis dirinya.

Tubuh polos dengan otot perut kotak-kotak yang terpampang jelas itu, kini meraih pakaian miliknya yang berserakan di lantai. Pikirannya sudah kemana-mana saat tidak melihat pakaian milik wanita yang tadi diperkosanya. Kemudian Faqih buru-buru memakai celana dan kemeja miliknya, lalu berjalan ke semua sudut ruangan untuk mencari keberadaan Viera.

Namun, wajah penuh kekecewaan tampak jelas dari wajahnya begitu tidak berhasil menemukan sosok Viera. "Apa dia diam-diam pergi setelah aku memperkosanya tadi? Tidak mungkin, ada pengawal yang berjaga di depan. Dia tidak akan mungkin bisa keluar dari hotel ini."

Faqih buru-buru meraih ponsel yang ada di atas nakas, tujuannya adalah menghubungi pengawalnya. Untuk menanyakan apakah para pengawal masih berjaga di depan. Tanpa harus menunggu waktu lama, suara jawaban dari pengawalnya sudah terdengar.

"Halo, Tuan muda. Apa ada yang Anda butuhkan?"

"Apakah kalian masih berjaga di depan hotel?"

"Iya, Tuan muda."

"Bagaimana bisa? Kalian semua benar-benar sangat bodoh!"

"Apa maksud Anda, Tuan muda?"

"Wanitaku kabur dan kalian semua tidak melihatnya. Apa kalian semua mau dipecat!"

"Maaf, Tuan muda. Dari tadi kami tidak melihat nona Viera keluar dari lobby hotel. Karena kami ada di lobby setelah membawa nona Viera. Apakah mungkin ...."