The Secret Daddy

Bab. 11 Itu tidak akan pernah terjadi!

Viera mengerjapkan kedua matanya saat perlahan membuka mata dan mengamati suasana di sekitar yang terlihat sangat asing. Yakni, ruangan tertutup yang di sebelah kanannya ada korden berwarna putih dan ia bisa melihat beberapa alat medis di sekitarnya. Sementara tangannya sudah dipasang infus.

Ia berusaha mencoba mencari tahu apa yang terjadi padanya dan mulai mengingat hal buruk yang dialaminya. Terakhir adalah saat ia menutup wajahnya ketika melihat mobil melaju ke arahnya. Hingga rasa syok dirasakannya ketika selesai mengingat hal yang yang baru saja diingatnya tersebut. Mendadak kepalanya merasa pusing dan membuatnya merintih kesakitan. Sehingga saat ini ia memegangi kepalanya yang sudah terbalut perban.

"Aarrh ... pusing," lirih Viera yang sudah tertahan dengan mengerjapkan mata dan sudut bibir terangkat ke atas.

"Kamu sudah sadar."

Viera memicingkan kedua matanya saat melihat pria yang baru saja berjalan mendekat ke arahnya dan sudah berdiri menjulang di sebelah kiri tempat ia berbaring.

"Anda siapa?"

"Aku adalah orang yang menabrakmu tadi. Maafkan aku karena tidak berhati-hati saat mengemudi. Akan tetapi, untung saja aku bisa mengeremnya dan hanya membuatmu luka lecet dan sedikit terbentur kepalamu saat jatuh tadi. Karena itulah aku langsung membawamu ke rumah sakit terdekat. Oh ya, aku Dedi," ucap pria dengan tubuh tinggi besar yang berusia sekitar empat puluhan tersebut sambil mengulurkan tangannya.

Viera yang masih dalam posisi berbaring, membalas uluran tangan itu dan berniat menyebutkan namanya. "Aku ...." Viera tidak melanjutkan perkataannya karena merasa kebingungan untuk memperkenalkan dirinya. Mendadak muncul ide di kepalanya dan membuatnya melanjutkan perkataannya. "Aku siapa? Kenapa aku tidak mengingat namaku sendiri?" Viera berpura-pura memegangi kepalanya dan berakting meringis kesakitan.

"Kamu tidak mengingat siapa namamu? Astaga, bahkan kamu tidak membawa apa-apa tadi. Bagaimana aku bisa mencari tahu kamu siapa dan orang tuamu," ujar Dedi yang merasa sangat khawatir saat melihat wanita yang baru saja ditabraknya tersebut. "Sebentar, aku panggil dokter dulu."

Viera hanya menjawab dengan tatapan mata saat melihat pria yang memakai kaos lengan panjang berwarna hitam itu menghilang di balik pintu. Sehingga ia refleks langsung menurunkan tangannya dari kepalanya.

'Aku harus berpura-pura lupa ingatan, agar tidak ada yang tahu namaku dan semua hal tentangku. Aku harus pergi menjauh dari 2 bajingan itu. Mereka pasti saat ini sedang mencariku. Mungkin untuk sementara waktu aku bersembunyi dari mereka di tempat yang aman. Dengan keadaan seperti ini, aku tidak mungkin pulang ke kampung sekarang. Karena pasti Aliando akan menemukanku. Lebih baik aku akan pulang satu bulan lagi, saat mereka sudah tidak melupakanku," lirih Viera dengan memegangi dadanya yang terasa sesak.

O romance será atualizado diariamente. Voltem e continuem lendo amanhã, pessoal!