Cinta Setelah Menikah

Bab 63 Benar-Benar Seekor Babi

Bab 63 Benar-Benar Seekor Babi

Reyhan mencium Kenzie dengan kuat. Gadis kecil di pelukannya, nampaknya memiliki kekuatan magis yang tidak bisa dipahami. Selalu dapat dengan mudah menyalakan api gairah di tubuhnya.

Tiba-tiba, Reyhan merasakan sesuatu yang sedikit pahit di lidahnya. Diapun mengulurkan tangannya, lalu mendapati wajah Kenzie berlinang air mata.

Mendongak, mata gelap Reyhan memandang Kenzie dengan lekat: "Apa yang kamu tangisi?"

Kenzie terdiam, tak bisa mengatakan apa-apa. Dia tidak mungkin memberi tahu Reyhan bahwa dia sedang merindukan pria lain bukan? Sambil mengedipkan matanya, Dia berbohong: "Aku tidak enak badan..."

Karena baru saja menangis, suaranya sedikit sengau, membawa sedikit rasa manja dan rengekan.

Suasana hati Reyhan tiba-tiba membaik. Dia suka Kenzie bermanja-manja kepadanya. Selama ia menurut sedikit, selama ia tidak begitu menyebalkan dan menolaknya, apabila ia menginginkan bulan di langit, Reyhan pasti akan mengusahakan untuk mengambilnya!

Reyhan mengelus rambutnya dengan manja, lalu mencium wajahnya dengan penuh cinta: "Aku lupa kalau kamu masih sakit. Istirahatlah dan tidurlah sebentar."

Kenzie mengangguk dengan rasa bersalah, lalu menutup matanya dan berpura-pura tidur.

hanya suara nafas satu sama

lelah. Kenzie merasa bahwa kelopak matanya semakin berat. Disaat Kenzie hampir tertidur, Dia mendengar suara

"Kenzie..."

mengabaikannya dan lanjut berpura-pura tidur.

mengulurkan jari tangannya untuk mencolek wajahnya. Kenzie menahan rasa sakit,

dengan tidak gembira: "Dasar

pelukan Reyhan, dan dengan lembut digendong kembali ke

ranjang dengan

aneh. Reyhan yang terbiasa sombong dan angkuh itu, ternyata bisa turun dari tempat tidur dengan

menjadi gelap. Hanya terdengar suara "klik", saklar lampu dimatikan dengan lembut. Lampu yang menyorot diatas kepalanya itu padam. Kemudian, lehernya yang belum tertutup selimut perlahan diselimuti oleh Reyhan. Selimut yang ia pakai pun

matanya. Ternyata Reyhan menaruh sebuah selimut wol

Ranjang di sebelahnya terasa berat. Reyhan sedang

Kenzie kembali dipeluk

tangannya memeluk erat pinggangnya, seperti anak

Bình Luận ()

0/255