Cinta Setelah Menikah

Bab 128 Aktivitas Karyawan

Bab 128 Aktivitas Karyawan

Didalam rumah sakit, Kenzie terbaring diatas kasur pasien, ditangannya terdapat suntikan jarum infus yang sedang mengalirkan cairan kedalam tubuhnya, wajahnya yang pucat, membuat siapapun yang melihatnya akan merasa khawatir.

Nindi menangis sampai matanya memerah, dengan wajah marah ia melototi Reyhan, "Bos Reyhan, aku mohon, lepaskan Kenzie! Jangan memaksanya lagi!"

Sebenarnya ia sangat mendukung hubungan Kenzie dengan Reyhan, tapi ia tidak menyangka Kenzie ternyata menolak Reyhan sampai seperti ini!

Tadi malam Reyhan tidak tidur semalaman , matanya juga terlihat merah.

Mendengar perkataan Nindi, ia menyipitkan mata merahnya itu dan ingin menghajar seseorang. Kalau bukan karena Ethan dan Nindi memergoki mereka tadi malam, Kenzie tidak mungkin melakukan hal bodoh semacam ini.

Ethan membaca situasi yang kurang bersahabat ini, ia pun segera menghampiri mereka dan berkata, "Sudah sudah, syukurlah Kenzie tidak apa-apa. Dokter berkata untung kita memberikan pertolongan pada waktu yang tepat.

Reyhan tidak menemukan tempat yang tepat untuk melampiaskan amarahnya, tepat sekali Ethan bisa menjadi tabung untuk melampiaskan amarahnya.

Dengan sekuat tenaga, Reyhan menonjok wajah Ethan! Ethan memahami perasaan Reyhan dan ia pun tidak membalasnya, dia hanya menghindarinya.

Setelah melihat Reyhan memukuli Ethan, Nindi langsung naik darah dan menerobos kedepan Reyhan dan memukulinya, "Apa-apaan kamu ini! Ini semua gara-gara kamu! Kenzie menjadi seperti ini semua karena kamu! Kamu masih berani melampiaskan emosimu pada orang lain!"

Rasa simpatik Nindi terhadap Ethan bertambah berkali-kali lipat, setelah membandingkan Ethan dengan Reyhan, Nindi menyadari bahwa Ethan jauh lebih baik.

Suster dengan tergesa-gesa berlari kearah mereka, "Jangan bertengkar lagi, pasiennya sudah sadar!"

Reyhan mendorong Ethan kesamping dan segera menerobos ke ruang pasien. Jantungnya berdebar sangat kencang.

Kenzie terbaring diatas kasur dengan wajahnya yang pucat seperti kertas putih. Matanya yang besar menatap langit-langit kamarnya. Dia tidak memberikan respon apa-apa terhadap mereka bertiga.

"Kenzie, kamu sudah sadar!" Nindi menerobos kesampingnya dan menatap Kenzie dengan penuh pehatian.

Kenzie berusaha memberikan sebuah senyuman lembut kepada Nindi. Matanya tertuju pada Reyhan yang berdiri disamping, dengan perlahan ia memutarkan kepalanya.

Wajah Reyhan tampak lesu dan kurang tidur, membuat dia terlihat seperti kehilangan setengah jiwanya.

Berdiri didepan kasur pasien, Reyhan tidak tahu harus bicara apa kepada Kenzie.

Bicara apapun sepertinya tidak pantas, Kenzie hampir kehilangan nyawa karenanya,apa yang bisa ia katakan? Memang bukan Reyhan yang menyayat tangannya, tapi dialah yang menyebabkan Kenzie melakukan hal tersebut.

Seandainya Reyhan membiarkannya pergi mencari Nindi, seandainya Reyhan tidak menghalanginya...

Tapi, semuanya sudah terjadi...

Bình Luận ()

0/255