Contracted Marriage 30 Days

Bab 180 Masa Depan Masih Panjang

Bab 180 Masa Depan Masih Panjang

"Tetapi nggak peduli kamu percaya atau enggak, faktanya memang seperti ini. Kamu bagusan tenang dulu, jangan pernah berharap aku bakalan melepaskan semua ini untukmu. Huo Lichen bukan pria yang bisa kita permainkan."

Kata fakta yang keluar dari mulut Yan Wan itu seperti sebuah batu besar yang jatuh ke atas tubuh Yan Xin.

Yan Xin pun langsung membeku di tempatnya.

Mimpi dia menjadi istri orang kaya itu sekarang seperti sebuah sayang yang terus terbang menjauhinya.

Namun di dalam kepenatannya itu, dia masih bisa memahami maksud dari apa yang dikatakan Yan Wan.

Huo Lichen itu bukan pria yang bisa kita permainkan.

Apa yang dia katakan itu, kita.

Benar juga, tadi itu Huo Lichen sudah makan obat musim semi kuat. Seharusnya setelah naik ke atas dia bakalan langsung menerkam Yan Wan, tetapi kenapa Yan Wan bisa turun secepat itu. Bahkan dia masih bisa membawa dokter ke mari.

Itu berarti, tadi itu tidak terjadi apa-apa antara Yan Wan dan Huo Lichen!

Huo Lichen tidak menyentuh Yan Xin dan dia juga sama tidak menyentuh Yan Wan!

Menyadari apa yang barusan terjadi itu, Yan Xin pun langsung tampak senang dan melihat ke arah Yan Wan.

"Yan Wan, Huo Lichen juga nggak sentuh kamu kan? Hubungan kamu dan Huo Lichen memang nggak sebaik itu, di antara kalian berdua masih belum terjadi apa-apa kan? Perasaan antara kalian berdua itu palsu kan?!"

Satu per satu pertanyaan yang dilontarkan Yan Xin itu seperti hujan badai yang terus mengguyur Yan Wan.

Setiap pertanyaan yang dia tanyakan itu langsung masuk ke inti masalah.

Tubuh Yan Wan pun langsung membeku, dia sedikit gegabah.

Hubungan dia dan Huo Lichen dari awal itu memang sudah palsu.

Bukan cuman Yan Xin yang nggak ada kesempatan. Yan Wan sendiri juga nggak pernah ada kesempatan.

Hanya saja dia nggak boleh memberitahukan masalah itu pada Yan Xin. Yan Wan belum kasih tahu dia saja, Yan Xin sudah bisa membuat hal segila ini, apalagi kalau dia tahu, dia pasti akan melakukan hal yang lebih jahat lagi.

Yan Wan pun mengerutkan alisnya dan berusaha untuk menenangkan perasaannya. Dia pura-pura yakin dan berkata, "Yan Xin, kamu bukannya juga lihat sendiri bagaimana Huo Lichen memperlakukanku, memangnya itu semua terlihat palsu?"

Dia tidak menjawab dan malah bertanya balik.

Tetapi pertanyaannya itu membuat tatapan mata Yan Xin terlihat semakin mengerikan.

Selama ini dia memang lihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana Huo Lichen memperlakukan Yan Wan. Huo Lichen memang selalu memperlakukan Yan Wan dengan baik.

dan adalah pasangan suami istri beneran pun nggak bakalan

itu palsu, sebenarnya Yan Xin juga tidak

yang mulai goyang, Yan Wan pun langsung menghela

takut ketahuan, jadi dia nggak

"Kamu bereskan barangmu sendiri."

tidak melihat ke arahnya lagi

pun langsung terjatuh ke atas lantai. Dia merasa seolah seluruh tenaga di tubuhnya itu baru saja tersedot habis. Sekarang setitik harapan pun

dia iming-imingkan selama ini sudah

Yan Wan karena orangnya. Selama ini, dia memang

membuat dia

dibilang hubungan mereka itu palsu, mungkin cuman hanya satu persen

itu adalah

sudah ditentukan

sudah nggak ada kesempatan

tadi sebelum masuk ke kamar dia sudah makan obat yang diberikan Qin Chu, jadi dia tidak akan terpengaruh dengan aroma parfum yang ada di kamar Yan Xin itu lagi. Setelah keluar, Yan Wan

Chu juga

dengan baju tidurnya yang tipis. Kancing di bagian dadanya itu tidak dikancing, jadi dadanya yang putih itu terlihat

yang melihatnya langsung

berputar adegan Huo Lichen yang tidak mengenakan pakaian tadi. Perawakannya, ototnya dan tubuhnya yang indah

Lichen juga hampir terjadi

"Piak piak piak."

Wan pun menampar wajahnya sendiri untuk menyadarkan

yang mendengar suara tamparan itu pun langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke wajah Yan Wan

ke kamar Yan Xin, jadi kamu juga kena

Huo Lichen bisa bilang

"Ehm ehm ...."

naik turun tangga, badanku jadi sedikit panas, aku pergi

ke arah Huo Lichen dan langsung bergegas masuk

mandi itu langsung dikunci. Huo Lichen hanya melihat bayangannya

ada satu tetespun keringat dingin di dahinya, hanya wajahnya saja yang memerah, apa

lalu tidak sengaja menundukkan kepalanya dan

berbaring di atas kasur. Dia

itu memerah,

dadanya.

Wan yang mengunci dirinya di kamar mandi itu pun langsung mandi

itu akhirnya membuat

berbaring di atas kasur itu, pikirannya pun mulai menjadi kacau lagi. Pria dan wanita yang berbagi

sedikit mesra. Sekarang dia juga nggak tahu apakah efek obat itu

dalam kamar mandi, akhirnya Yan Wan yang sudah selesai mandi dari tadi itu pun berjalan

dari kamar mandi, dia pun langsung

Bình Luận ()

0/255