Contracted Marriage 30 Days

Bab 181 Di Depanmu Aku Minder

Bab 181 Di Depanmu Aku Minder

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Yan Wan sudah bangun.

Sama seperti sebelumnya, setelah dia bangun dia pun melihat wajah Huo Lichen yang tampan itu dan dirinya yang berada di dalam pelukan Huo Lichen.

Huo Lichen memeluknya dan tangan kecilnya sendiri juga memeluk pinggang Huo Lichen.

Bisa dibilang sangat sepadan.

Tetapi Yan Wan sama sekali nggak ingat kemarin malam bagaimana dia bisa tidur di dalam pelukannya. Jelas-jelas dia ingat sebelum dia tidur, dia hanya berbaring di sudut kasur ....

Pusing.

Melihat Huo Lichen masih belum terbangun, Yan Wan pun berusaha untuk keluar dari pelukannya dengan perlahan.

Lalu dia menyingkirkan selimutnya dan turun dari kasur.

Dia menoleh untuk melihat ke arah Huo Lichen lagi dan dia melihat ternyata Huo Lichen masih tertidur lelap.

Yan Wan sedikit bingung, biasanya Huo Lichen itu tidak bisa tertidur begitu lelap. Asal dia bergerak sedikit saja dia pasti sudah terbangun.

Hari ini dia benar-benar nggak terbangun.

Yan Wan pun mengerutkan alisnya. Jangan bilang ini karena efek dari obat musim semi kuat itu. Obat itu buat Huo Lichen kehabisan tenaganya dan kecapekan?

Bisa jadi.

Yan Wan teringat dengan pesan yang disampaikan Qin Chu semalam sebelum dia pergi. Qin Chu menyuruhnya untuk membiarkan Huo Lichen minum lebih banyak susu dua hari ini. Setelah berpikir sebentar, Yan Wan pun berjalan perlahan untuk keluar dari kamar.

Kemudian, dia pun mengambilkan secangkir susu hangat ke kamarnya.

Yan Wan berjalan ke arah kasur dan pas pada saat itu Huo Lichen menggerakkan matanya dan hendak membuka mata.

Setelah Huo Lichen membuka matanya, dia pun langsung melihat Yan Wan yang sedang berjalan ke arahnya dengan pakaian tidurnya sambil mengambil secangkir susu.

Han Lichen sedikit terkejut dan mengira kalau dia itu masih bermimpi.

Namun, setelah itu dia melihat Yan Wan yang terus berjalan ke arah kasur dengan mukanya yang terlihat begitu perhatian.

"Kamu sudah bangun? Ada yang nggak enakan tidak?"

Suara Yan Wan terdengar begitu lembut dan enak didengar.

Lichen pun sedikit bingung dan bertanya, "Kenapa

Yan Wan selalu tidur sampai terbangun sendiri. Selama ini

selalu melihat Yan Wan yang

"Bangun sendiri."

sampai ke samping kasur dan memasingkan secangkir susu itu pada Huo Lichen,

"Sarapan buat aku?"

pun

Yan Wan

yang tidak beres. Huo Lichen tidak merasa terharu dan malah melihat ke arah Yan Wan dengan

Bukannya menyiapkan susu buat Huo Lichen itu merupakan sebuah hal

pun mengedip-ngedipkan matanya dan berkata, "Qin Chu yang bilang kamu harus banyak

Ternyata begitu.

mulai memudar. Setelah itu dia

Susu itu masih hangat.

buatnya seperti ini setiap pagi, maka dari pagi saja suasana hatinya pasti langsung jadi baik

nggak usah pagi-pagi bangun buat siapin segelas susu hangat buat aku. Aku bisa minum lebih banyak susu

tetapi dia tidak mau membiarkan Yan

Wan tinggal di sisinya itu

Huo Lichen

Apa yang membuatnya semakin terkejut itu adalah luka memar

luka yang ada di lehernya juga ternyata

luka itu paling cepat juga butuh beberapa hari untuk lukanya hilang tidak berbekas. Kenapa

kamu kok

Yan Wan ke

sempat memperhatikan lukanya. Sekarang dia baru memperhatikan luka

Bai Qi kemarin itu benar-benar

legendaris yang terkenal di dunia. Ternyata obat salep yang dia kasih

belum kasih tahu kamu, kemarin siang Bai Qi datang ke mari. Dia kasih aku sebotol salep buat luka di tubuhku itu. Dia bilang hari ini lukanya pasti bakalan sembuh total. Aku nggak nyangka ternyata

melihat ke arah luka yang

dia harus menyimpan obat salep ini. Lain kali kalau dia nggak

masam. Setelah itu dia berkata dengan nada yang sangat rendah, "Kemarin dia datang ke

belum menyelesai masalah Bai Qi yang hampir menindas Yan Wan kali itu. Dia beneran tidak menyangka si brengsek ini masih berani datang ke mari buat cari

itu, dia juga diam-diam menyelinap masuk

besar sekali. Benar-benar cari

kepalanya

Wan pun mulai khawatir dan menambahkan, "Sebenarnya waktu itu aku pernah ketemu sekali dengan Bai Qi di supermarket. Dia juga nggak buat hal-hal

"Nggak ada salah paham."

Bình Luận ()

0/255