Extramarital Love

Bab 108 Memimpikan Dia Lagi

Bab 108 Memimpikan Dia Lagi

Sebelum aku bisa berdiri dengan tegak, Adi tiba-tiba menarikku kembali, lalu menekanku pada sofa.

"Nona Luna, jangan mencari alasan, kau telah berjanji untuk menemaniku."

Adi mencoba untuk mencium mulutku, aku mengerutkan kening dan mendorong wajahnya, tidak membiarkannya mendekatiku.

Ketika aku merasakan tubuhnya diatasku, aku berteriak, menendang dia, dan duduk dengan tangan dan kaki berusaha menutupi tubuhku.

Tidak!

Bahkan mesikipun aku mabuk dan tidak dapat berpikir dengan benar, aku tidak akan membiarkan orang-orang seperti itu menyentuhku.

"Jangan sentuh aku! Aku mau pergi!" Aku berdiri dengan terhuyung.

Ia mengutuk lalu menarik rambutku.

Adi menarik rambut ku dan memaksaku untuk melihat ke atas, berusaha mencium bibirku. Tangannya yang lain menarik pakaianku dan meremas dadaku.

Aku menggigitnya, berusaha melepaskan diriku darinya.

"Nona Luna, kau sangat tidak masuk akal jika pergi sekarang. Puaskan aku terlebih dahulu, baru kau boleh pergi. Apa kau baru saja melahirkan? Masih ada ASI.."

Suaranya menjijikan, wajahnya menjijikan.

Aku berjuang sekuat tenaga, tetapi ia terlalu kuat.

Dia menekanku seperti binatang buas, dan berusaha melepas celanaku. Aku menjerit dan berteriak padanya. Dia menamparku dan berkata, "Oh, aku akan menghancurkanmu, membuatmu tidak kuat berdiri besok!"

Bajingan ini! Siapa dia berani memukulku?!

"Kau benar-benar seorang bajijngan!" Aku berteriak, mengambil botol alkohol dan membantingnya ke kepala Adi.

Botol kaca itu pecah, serpihan kaca ada dimana-mana…

Aku mendengar Adi menjerit dan melihat darah mengalir dari dimana ia memegang kepalanya.

Aku tertawa, menendangnya, berdiri lalu mencari pakaianku.

"Hei! Berani-beraninya kau!" Adi menunjuk ke arahku dan berteriak.

Aku mengambil botol anggur lain dan meminumnya. Aku mengerutkan kening. "Jangan berteriak, aku sakit kepala. Jika kau berteriak lagi aku akan memukulmu lagi!"

"Kau berani menyentuhku lagi, lihat saja nanti!" teriaknya.

Sebuah bayangan hitam bergegas ke arahku, dan aku memukulnya dengan sebotol anggur.

Haha! Sangat keren! Jika yang aku pukul adalah Hendro, itu akan menjadi lebih baik!

Aku terus tertawa, aku melihat orang di depanku itu jatuh ke lantai, dan aku dapat mencium bau alkohol dan darah ...

"Tolong! Tolong!"

bawah dan melihat

Kenapa dia jatuh?

beberapa orang

ke rumah sakit,

keluar. Aku ingin bertanya

kalian lakukan?" Aku melihat ke dua orang yang

ada yang peduli padaku, mereka menggenggam lenganku, dan kemudian aku seperti diikat

tempat duduk, mereka melemparkanku ke dalam bagasi. Aku berteriak dan meludahi mereka, tetapi mereka

Aku merasa

tidur selama satu abad. Ketika aku bangun, aku melihat wajah Guntur, aku pikir aku

Kenapa aku memimpikannya lagi?

mengulurkan tanganku dan

panjang, tidak seperti mimpi

dia selalu menciumku

terbuka,

sedang jatuh dalam suatu lubang, sampai Guntur

adalah aroma mint yang familier, aroma ini membangkitkan ingatanku, dan membuat seluruh sel tubuhku merasa

tidak tahu apa yang terjadi setelah itu. Di dalam mimpi, ia selalu membawa kejutan, dan selalu

Hendro ...

bisa memberiku apa pun, Guntur dapat

menciumnya dengan agresif dan

biarkan aku menjadi lebih antusias dalam mimpi ini, mengapa aku harus menahan diriku sendiri! Tidak ada alasan bagiku untuk menahan diriku

Guntur ke bawah lalu duduk di atasnya, mencium bibirnya dengan kuat, dan mengulum lidahnya. Lalu

dan

mendongakkan kepalaku dan tersenyum padanya. Aku ingin "duduk" di atas

Tapi ...

bisa! Aku merasa

mimpi

"Kau benar-benar ..."

lalu ia membalikkan posisi

Aku berteriak dan

lagi tidak akan sakit." Dia

tidak berbohong padaku, dan benar saja, aku tidak merasa sakit lagi dan apa yang dia berikan padaku setelah itu adalah gelombang

memeluknya, menangis

bergetar, aku memeluknya

sangat

tahu apa yang dia katakan, aku hanya tahu bahwa aku sepertinya melihat surga

......

lagi, aku meringis dengan kepalaku, kepalaku serasa terbelah, dan rasanya seperti seseorang telah menggorek tengkorakku dengan

... bukan hanya kepala, seluruh tubuhku

tanganku. Apa yang kulihat

Ya Tuhan!

Guntur berbaring di

Dia ...

Lalu aku sadar, ia ada di dalamku! Kakiku seperti sedang bergantung

"Ah-"

Bình Luận ()

0/255