Bab 299 Puji Aku

Catherine Jiang tidak melihat sedikitpun tanda-tanda cemberut di mata sang pria, dan kata-katanya menjadi lebih berani dan lebih berani lagi: “Aku belum pulih dari hal yang baru saja terjadi, apa kamu tidak ingin menghiburku? Katanya kalau aku ingin punya pacar, aku harus melakukan tugasku.”

Ethan Lu mengangkat alisnya dan akhirnya berbicara perlahan, “oke”

Catherine Jiang buru-buru menyerahkan tempat luangnya di tempat tidur dan menunggu pria itu berbaring, tiba-tiba matanya melihat bahwa perban di perutnya agak merah.

“Lukamu terbuka!”

Catherine Jiang mendekatinya dengan gugup, hanya ingin melihatnya, namun Rose mendorongnya dengan keras.

“Kau sudah mengalami banyak masalah, bahkan jadi seorang pacar saja sudah cukup masalah.”

Catherine Jiang tiba-tiba bersandar, kepalanya menabrak dinding, dan matanya berkunang-kunang.

Wanita ini terlihat begitu kuat, aku tidak menyangka tenaganya sekuat itu!

Ethan Lu memegang Catherine Jiang dengan cepat, menoleh untuk melihat Rose yang begitu kasar: “Hati-hati dengan perlakuanmu.”

“Ethan, kau punya seseorang yang sayang padamu sudah cukup baik, tapi kamu juga harus memperhatikan situasi secara keseluruhan, kamu tidak seharusnya memeluknya dalam kondisi seperti ini, luka mu begitu dalam, kalau sampai terjadi infeksi lagi...”

Rose ingin sekali menjelaskan sesuatu, namun pria itu tidak memperdulikan apa yang dikatakannya, yang pria itu lakukan hanyalah memeriksa bagian belakang kepala Catherine Jiang dan berkata: “tidurlah di sisi sebelahku nanti.”

Hati Catherine Jiang hangat seketika, sudah berapa lama dia tidak diperlakukan selembut itu oleh Ethan Lu?

Dia hanya membentur kepalanya hingga sakit sedikit, namun luka di perutnya itu?

“Perhatikan luka mu dulu.” Catherine Jiang dengan cepat menarik diri, menekan Ethan Lu di tepi tempat tidur, dia bangkit dari tempat tidur lalu mencari kotak medis, yang akhirnya ditemukan olehnya.

Rose menggigit giginya dan berkata, “Karena kamu begitu khawatir tentang Ethan, maka tolong bersihkan lukanya untuknya.”

Setelah itu, dia pergi dan memutuskan kalau Catherine Jiang sang bintang besar yang menurutnya hanya tahu bagaimana cara dilayani, tidak akan pernah melakukan tindakan darurat seperti itu.

“Sepertinya perasaan nona Luo padamu juga seperti ini,” Catherine Jiang membalas tatapan Ethan Lu dan mulai merobek kain kasa, dia masam di mulutnya: “Aku juga tidak percaya kalau dia tidak membaca berita dan tidak tahu kalau kita adalah pasangan kekasih.”

Tak disangka olehnya Ethan Lu membuka mulutnya: “Dia benar-benar tidak melihatnya.”

mendongak kaget. “Apa dia manusia gunung, atau

Lu tersenyum

luar negeri, dia bersembunyi di tempat yang disediakan dan diawasi sepanjang hari, jadi sulit baginya

Jiang terpesona oleh senyum pria itu, dan segera menjadi bersemangat, dia mendekatinya dengan sedikit licik, “Kau tertawa?

ini terdengar bodoh, dia menyadari dan kemudian mengubah suaranya: “Maksudku,

Ayo kita benar-benar balikan.

suara Rose datang dari pintu: “Nona

itu benar-benar menguji

yang melakukannya untukmu,

pintu dipotong oleh Catherine Jiang: “tidak perlu, aku bisa melakukannya sendiri, nona Luo kamu

akan mengingatkanmu kalau kau tidak menempelkan perban

jiang meliriknya dengan ringan

mulai kebingungan, dia tidak percaya kalau Catherine

belas menit kemudian, suara Catherine Jiang dengan cepat

kebawah, dan dia melihat bentuk

dia terkejut,

pelatihan khusus.” Catherine Jiang mengangkat wajahnya yang cantik, menjawab kata-kata Rose

Lu mengangkat alisnya dan berkata, “Kau ingin ku hadiahkan

“Aku pikir-pikir.”

tiba-tiba merasa kalau dirinya tidak seharusnya berada dalam ruangan itu, setelah bertahun-tahun lamanya, banyak hal yang terlewat

istirahat lebih awal.” Rose diam-diam membalikkan

Ethan Lu menggerakkan matanya, dia langsung tertarik

aku tidak akan melakukan apapun pada lukamu.” Catherine jiang berkata

Ethan Lu berbaring bersamanya.

ini untuk tidur sendiri seperti ini, Catherine Jiang berpikir itu aneh, jadi dia tidak mengantuk sama sekali, dia ke arah Ethan

yang

menyuruh Freda Su untuk mencari tahu nanti, cepat atau lambat aku akan tahu.” Catherine Jiang memandang ke samping pria yang telah memejamkan matanya itu, “Ethan

Dia mengisyaratkan.

jelas, dia memiliki

ingin kamu katakan?” Pria itu berkata dengan

menjauhkan diri dan membuat kecemburuan sebagai ibadah, dan sekarang aku benar-benar melakukannya, apa yang bisa kau

akhirnya membuka matanya, “Kemajuan

Bình Luận ()

0/255