Poor CEO

Bab 66 Resmi pacaran

Bab 66 Resmi pacaran

Punggung Raline bersandar di pohon Metasequoia, sedang menatap Nicholas Sanjaya.

Tatapan pria terlihat kacau, tapi akhirnya tetap dengan yakin tertuju pada wajahnya.

“Direktur...” bibir merah Raline bergerak, menggerutkan dahi, sepasang matanya semakin menggoda.

Panggilan itu semakin menyentuh hati pria yang lembut.

“Panggil aku Nicholas.” Nicholas Sanjaya memegang tangannya dengan semakin erat.

“Nic...Nicholas...”

Raline hanya merasa nafasnya mulai tidak stabil, hatinya begitu kacau.

Apa maksudnya ini?

Pengakuan cinta?

Direktur Sanjaya group bahkan mengungkapkan cinta padanya!

Bermimpipun Raline tidak pernah menduga hal seperti ini akan terjadi.

Secara obejktif, dia memang memiliki rasa suka pada Nicholas Sanjaya. Pria yang begitu tampan dan kaya seperti dirinya, siapa yang tidak menyukainya?

Namun, Raline merasa dia bukanlah gadis muda yang begitu mudah terbuai oleh cinta lagi. Keadaan dirinya, dia sendiri sangat jelas. Seorang ibu tunggal yang membawa anak, bagaimana mungkin sepadan dengan keluarga Sanjaya?

Dia ingin mengatakan keadaannya, tapi mulutnya hanya terbuka dan tidak tahu harus bagaimana mengatakannya.

Nicholas Sanjaya memang adalah pria yang tampan, saat ini sedang tersenyum padanya, benar-benar membuat hatinya tergoda.

“Kalau begitu, sekarang kita resmi berpacaran yah!”

Sanjaya meraih tangannya dan saling bergenggaman dengannya, tatapannya

merasa ada sentuhan manis di

menerimanya. Kalau tidak begitu saja, kamu berikan waktu padaku, biarkan aku mengejarmu. Kalau dalam 3 bulan kamu tidak jatuh

syarat yang diajukan

Raline mana berani menyetujinya?

hebat seperti Nicholas Sanjaya, bersedia menurunkan harga diri untuk mengejar seorang wanita, hanya perlu 3 hari, orang

kepalanya ada cahaya matahari yang melewati pohon Matasequoia, masuk ke matanya, menusuk matanya sampai

semalaman

sekali tidak terlihat merasa bersalah,

saja?”Bu Alda berkata, tatapan itu langsung tertuju pada tubuh Raline, melihatnya dari atas

putra idiotnya tidur semalam dulu, setelah itu akan memberikan sebagian uang pada Raline untuk dibawa pulang, lalu setelah Raline resmi masuk ke keluarganya, dia akan memberikan sebagian uangnya lagi pada keluarga

apakah Wangsa tidak memberikan sesuatu padamu...untuuk kamu bawa pulang?” Bu Alda

terjadi semalam, juga tidak membicarakan masalah uang, apakah dia menelannya sendiri? Bu

tersenyum dingin, berkata, “Apa yang akan Wangsa suruh aku

“Raline, kalau masalah sudah seperti ini, aku harap kamu jangan tenggelam di dalam hal yang tidak berguna. Kamu harus tahu, sebenarnya kami melakukan

“Demi kebaikanku?”

Ah tuhan! Hehe!

akan mendorongnya pada

menjualnya pada

membiarkannya meminum jus yang

juga tidak jelas keberadaannya. Kalau bukan karena kami takut kamu kesusahan untuk bertahan di

menarik simpati orang? Dia dengan dingin berkata, “Raine, aku beritahukan padamu, uang ini kamu tidak boleh menelannya sendiri. Kamu harus tahu, kalau bukan kami, kamu mana mungkin menerima

uang yang di dapatkan dari menjual

kecewa pada keluarga ini,

“En, iya, benar. Semua uang itu ada padaku, kalau kamu

dari pintu dibelakang Raline tiba-tiba masuk sekelompok polis

lama langsung mengepung

wanita

lakukan?

suaranya yang begitu bekharisma berkata, “Nyonya Alda, pihak kepolisian menduga kamu memiliki hubungan dengan pemerasan dan perdagangan wanita, silahkan ikut

Bình Luận ()

0/255