Presdir Galak!

Bab 771 Kamu Bantu Aku 3 Hal

Bab 771 Kamu Bantu Aku 3 Hal

Rupanya ini adalah psikologi maniak dari anak orang kaya ini! Paham!

Jasmine langsung menjadi penjilat, "Huh!!! Ketampanan Tuan Gu tidak ada duanya ,bahkan sangat agung dan mulia, pria idaman yang paling sempurna bagi kaum wanita, siapa yang tidak ingin menikah denganmu?"

Alibaba mengangguk senang, "Iya, kalau kamu?"

"Aku? Tentu saja aku juga mau! Jika menikah dengan Tuan Gu, aku akan menjadi berkedudukan, kaya raya, bahkan bisa menandingi suatu negara. Berkuasa, berwewenang. Wah, jika menikah denganmu, rasanya sudah 1 kaki menginjak ke surga."

Mau muntah! Susah juga berinteraksi dengan pria yang narsis.

Jasmine segera mengeluarkan kalimat tetapi, "Tetapi… aku juga tahu kalau orang kecil seperti aku tidak pantas untuk Tuan Gu. Jadi, aku memilih untuk mundur sendiri."

"Kamu masih termasuk tahu diri."

Rasa canggung Alibaba melihat Reza dan Jasmine berpelukan mesra akhirnya sudah lewat. Dia merasa wanita di hadapan ini memiliki sepasang mata yang bisa menggaet arwah, bola matanya berputar, sepertinya dia sedang memiliki ide jahat, sedangkan bibir wanita ini begitu seksi, berdaging, rasanya sangat enak kalau dimakan.

Alibaba terlengah sesaat, kemudian seperti ada tangan yang menggenggam jantungnya, lalu menyentuh bibir Jasmine, kemudian menunduk untuk mencium bibir Jasmine.

"Mm…" Jasmine terkagok. Apa yang terjadi? Bukankah barusan masih marah-marah? Kenapa jadi ciuman? Hidung Alibaba yang mancung menempel di wajahnya. Wajah mereka berdua sudah saling menempel, nafas mereka berdua sudah bercampur aduk.

Saat Alibaba menyantuh kelunakan Jasmine itu, otaknya seperti meledak, arus listrik pun mengaliri seluruh badannya. Dia tidak sangka kalau bibir wanita ini begitu lezat! Seperti permen, seperti jelly, seperti aroma bunga, seperti madu, manis dan lembut, lunak dan wangi. Alibaba pun menjadi terbimbang, dia merasa dia suka dengan sentuhan ini.

Jasmine yang sudah sadar kembali langsung menggoyang-goyang kepala dan mendorong pundak Alibaba. Tetapi Alibaba seperti sudah kerasukan, dia tidak mau melepaskan keindahan ini, badannya malah melangkah lebih dekat lagi, merangkul pinggangnya supaya dia tidak bisa melarikan diri, lalu mendesak dia sampai menempel ke tembok. 1 tangannya memegang dagu Jasmine supaya tidak bergerak. Karena tenaga di tangannya terlalu kuat, Jasmine yang merasa sakit pun mengaduh, pertahanan gigi terbuka, lidahk Alibaba langsung menduduki ruang mulut tersebut. Dengan segenap tenang, dia pun mulai menjelajah dan menggoda Jasmine.

Di ruang yang sempit ini hanya bisa mendengar suara air liur yang beraduk serta suara nafas Alibaba yang semakin berat.

Jasmine tidak pernah mengalami pertempuran sengit seperti ini, dia pun terkagok, setelah dia sadar, dia pun tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Dia menatapi Alibaba, ternyata Alibaba ini begitu kuat walaupun terlihat kurus. Jasmine tidak tahu kalau Alibaba sangat ahli dalam ilmu bela diri.

Alibaba baru melepaskan Jasmine ketika dia sendiri hampir kehabisan nafas. Kepala mereka berdua saling berdekatan, masing-masing bernafas ngos-ngosan, hampir saja pingsan.

Jasmine menepuk pundak Alibaba, "Kenapa cium aku?"

Alibaba terlengah, dia pun merasa malu. Karena dia baru melakukan hal yang membuat dia merasa malu, tetapi dia tetap membalikkan badan dan berkata dengan keras kepala, "Kamu yang dapat untung."

"Apa?" Jasmine meninggikan suara karena tidak bernai percaya. Dia ingin mencakar wajah yang cantik itu, karena wajah yang cantik itu telah mengeluarkan kata-kata yang tidak tahu malu.

***

Alibaba kembali menjadi tenang, dia mengelap bibirnya dengan punggung tangan, lalu berkata dengan malas-malasan, "Kita berdua, siapa lebih cantik? Apakah kamu lebih cantik daripada aku? Bukankah kamu yang dapat untung?"

Halo, kakak, di mana mukamu? Di mana harga dirimu? Yang paling parah adalah, manusia ini mengelap mulut dengan tangan, rasanya seperti Jasmine sangat kotor,

mohon padamu, jangan kasih

kemudian dikepal dan dilepas lagi, kekesalannya tidak

diam-diam menatapi dia, seperti kucing yang mencuri makan, rasanya sangat

mengikuti kamu membatalkan pernikahan?" Jasmine duduk di sofa sambil menopang dagu. Dia merasa dia adalah pihak yang dirugikan pada ciuman

Kamu kira aku suka padamu?" Alibaba melihat-lihat rumah yang jelek dan kecil

bisa bantu aku menyelesaikan hal

"Apanya hal pertama, kedua?"

Kita sudah janji, aku mengikut kamu membatalkan pernikahan. Kamu bantu aku

merasa menarik ketika melihat anak kucing ini murka, lalu melengkungkan bibir,

hitam. Alibaba, putra mahkota, ketagihan

kamu memohon

Alibaba

dengan suara manja, "Tuan Gu tersayang, aku mohon padamu, tolong bantu

"sayang" benar-benar

serak, "Iya, bantu!

langit juga bisa dikasih,

enak diajak bicara, "Aku mau menerima semua aset Keluarga Yun,

menjadi tenang kembali, otaknya langsung mengulang semua kejadian yang berkaitan dengan aset Keluarga Yun, "Abubakrie sudah membuat

Keluarga yang beberapa generasi tidak mungkin begitu cepat runtuh. Makanya aku butuh orang

Keluarga Yun berutang ratusan

berat, "Walaupun harus jual aset, aku juga mau jual dengan jelas.

aku makan.

kenapa negosiasi

pintu, lalu membalikkan badan dengan kesal,

kalau tidak melayanin bos ini sampai nyaman, dia tidak akan membantu. Makan ya makan, lagian juga

melirik Jasmine yang menyusul keluar mengikuti Alibaba, matanya

maksudnya ini? Kenapa wanita

tempat duduk mobil bagian belakang, lalu melambaikan

mulut, walaupun tidak mau, tetapi tidak berdaya juga. Dia

***

semakin lebar, dia terbengong di

mengizinkan wanita duduk mobilnya? Tuan Gu kan higienis, bahkan orang

pergi ke

Alibaba sudah dihidupkan, Gullio baru sadar, lalu berteriak sambil menghapus air

mobil belakangan dengan sedih, lalu

sangat nyaman, seperti taman yang sangat tenang, bahkan susah bertemu dengan orang lain, bunga-bunga bermekaran, jembatan kecil dan aliran sungai mengelilingi rumah kecil, di dalam rumah kecil yang berdekorasi indah ini, Alibaba dan Jasmine

mau pesan makanan, sepertinya dia teringat sesuatu, dia memberikan menu makanan kepada Jasmine, "Mau makan apa, kamu

Bình Luận ()

0/255