Rebirth Doctor Ivonne Yuan

Bab 51 Dia Menangis

Bab 51 Dia Menangis

Ronald mengerutkan keningnya, "Mengapa gadis sudah pasti akan menderita?"

Ivonne menarik napas dalam-dalam, menyesuaikan postur tubuhnya, "Mengapa tidak menderita? Ini adalah masyarakat patriarkal, seorang wanita selain menikah dan melahirkan anak tidak ada lagi jalan lain. Melayani suami adalah pekerjaan seumur hidupnya, tapi pekerjaan ini juga memiliki pesaing, kalian para pria memiliki lebih dari 1 istri, benar-benar tidak bisa setia, dan juga tidak mengerti arti dari ketulusan."

Ronald terpaku tidak bisa berkata-kata, teori apa ini?

Pekerjaan apa, pesaing apa? Selain itu, atas dasar apa dia tidk mengerti arti dari ketulusan?

"Apanya yang aku tidak mengerti?" Bekas luka di alis Ronald nyaris memelintir.

"Apa kamu mengerti? Anggap kamu akhirnya bisa menikah dengan Clara sesuai dengan keinginanmu. Apa kamu tidak akan mengambil selir demi dirinya untuk selamanya?" Tanya Ivonne.

Ronald dengan dingin berkata, "Aku mengambil selir atau tidak, apa hubungannya denganmu? Dan lagi, untuk apa kamu menarik Clara ke dalam pembicaraan ini?"

"Mari kita berdiskusi. Apa kamu bersedia atau tidak untuk tidak mengambil selir seumur hidup demi dirinya."

"Dia berbeda darimu, dia pengertian."

"Ya, dia pengertian. Dia juga akan secara pribadi memilihkan selir untukmu. Tapi yang kutanyakan adalah apa kamu bersedia hanya melewati seumur hidupmu dengan dirinya seorang? Jika tidak bersedia, kamu sama sekali tidak mencintainya." Ivonne bisa menjadi ahli cinta bagi pria jaman kuno.

Meskipun Ivonne tidak membaca buku chicken soup mengenai percintaan, tapi asistennya Amy membacanya, Amy paling suka mengungkapkan pandangannya tentang cinta di depannya.

Amy adalah seorang mahasiswa pascasarjana yang gemuk. Sampai sekarang belum pernah berpacaran, bahkan belum pernah melakukan ciuman pertama.

Namun Amy sangat optimis. Dia berkata suatu hari dia akan bertemu dengan orang itu, kemudian dia akan melemparan dirinya sendiri pada orang itu.

Setelah Ivonne menyelesaikan kalimat ini, dia menolehkan kepalanya dan melanjutkan tidurnya.

Ronald terdiam tidak bisa berkata apa-apa.

Ronald tidak senang, sebenarnya siapa yang mengatakan mencintai seseorang harus hidup dengan orang itu saja seumur hidup? Mengambil selir itu untuk memperbanyak keturunan, tidak ada hubungannya dengan cinta.

cinta, tapi Ivonne

ketakutan, jangan bilang Ivonne mengatakan hal seperti ini di

tapi ketika mendengar

seperti ini, apa yang Ivonne bicarakan tadi dengan

tapi ketika tertidur, dia malah tertidur

Ivonne melihat Rendi dan Yanto duduk berjaga di depan pintu, keduanya diam

sangat mengerikan dikarenakan wajahnya yang tenang karena

dan menyentuh dahi Ronald,

menghela nafas lega, pikirannya perlahan

bahkan masih sangat ingin membunuhnya, tapi sekarang mereka malah

bahwa mereka berdua bisa begitu damai dikarenakan krisis di istana mempengaruhi

bersama dengannya di ranjang,

yang rendah bertanya, "Permaisuri ingin pergi

pelan berkata, "Aku ingin keluar untuk mencari udara

sini saja, penjagaan di istana ketat, para penjaga tidak mengenal

Ivonne menjawab, membuka pintu

napas dalam-dalam, ada Kasim yang berjaga di luar, melihat Ivonne

"Jam

Permaisuri, baru lewat

lampu lentera yang tergantung di depan

pergi jauh, keluar dari kediaman, duduk

Sekeliling hening.

Ivonne memejamkan

menatap kosong ke rumput

membuatnya sangat terkejut, sekarang dia bahwa bisa mengerti komunikasi antara serangga dan katak, sebenarnya apa yang terjadi? Apa dia sudah mati? Apa

perlahan mengelilinginya dari dalam kegelapan, hatinya

kasar, mendongak menatapnya, melihat Ivonne merangkak naik ke atas ranjang dengan panik, menyibakkan selimut kemudian

terbangun, membuka matanya menatap Ivonne, melihat wajah Ivonne yang pucat, nafasnya yang terengah-engah, tanpa sadar mengerutkan kening dan

Bình Luận ()

0/255