Terkasih

Bab 811 Penasaran

Bab 811 Penasaran

"Kenapa kamu di sini?"

Rayfan tersenyum ke arahnya, "Lagipula aku sengaja ke sini bukan untuk makan buah-buahan bersama mereka, tapi untuk merayakan Hari Natal."

Gisel menatap meja teh, kemudian langsung menemukan HP-nya yang ketinggalan di sebelah keranjang buah.

Pada dasarnya, lampu ruang tamu memang lebih gelap, ditambah HP-nya bukan tersembunyi di bayangan keranjang bunga, tentu saja tidak ada yang akan memperhatikannya.

Setelah dia memasukkan Hp-nya ke dalam tas, dia menatap Rayfan, "Kenapa? Apa kamu masih mau menetap dan mengobrol dengan mereka?"

Di saat Gisel masuk, dia masih merenungkan Arie Tang yang sangat marah kepadanya pada dalam 10 menit kepergiannya. Pasti ada masalah.

Karena dia tidak mungkin kehilangan kesabaran dengan Lishen Li.

Tak disangka pusat permasalahannya karena Rayfan.

Tidak peduli apa alasan dia ke mari, tapi dapat dipastikan bahwa tidak ada hal yang bagus jika dia di sini.

Dapat dilihat dari kemarahan Lishen Li.

Tentu saja Rayfan mengerti apa maksud dia. Sepertinya urusan ini hanya bisa berhenti sampai di titik ini. Dia berdiri dari tempat duduknya, lalu melirik Lishen Li, "Tuan Li, hari ini aku merasa senang mengobrol denganmu."

Setelah dia selesai berbicara, dia melirik ke Ariel Tang yang menghalangi pintu ruang tamu, "Aku kapan saja akan menunggu kedatanganmu mengenai urusan antara kita berdua."

Rayfan dan Gisel berjalan ke luar dari vila Lishen Li.

"Apa yang sebenarnya kamu lakukan di sini? Kamu tahu bahwa mereka menentangmu, kamu masih memasuki ke dalam rumah musuh?"

Rayfan berhenti, "Aku ke sini untuk mengawalmu."

"Mengawalku?" Gisel menatapnya dengan curiga.

"Kenapa? Kamu tetap tidak percaya?"

"Sedikit mencurigakan. Aku merasa kamu membuntutiku, lalu mencari mereka untuk membuat masalah.", jawab Gisel dengan wajah serius.

Rayfan mengangguk-angguk kepala, "Sebenarnya kata-katamu benar kalau dilihat dari atas permukaan, tapi tebakanmu semuanya salah. Sekarang langit sudah mulai menggelap, mari pulang. Jika tidak, anak-anak dan tamu kita akan khawatir."

Setelah itu, Gisel dan Rayfan berpisah menaiki kendaraan masing-masing.

Ariel Tang berdiri di sebelah jendela, dan menyaksikan dua mobil meninggalkan sini satu per satu.

Setelah itu, dia memutar tubuhnya, lalu duduk di tempat di mana tadi Rayfan duduk sambil mengerutkan kening.

Kemudian, dia memukul meja teh dengan telapak tangannya kuat.

Lishen Li tidak memedulikan kekerasannya karena pada saat ini dia mengerti suasana hati Ariel Tang.

Hanya sayangnya bahkan dengan waktu dan tempat yang tepat, mereka masih gagal.

ketika dia

urusan yang perlu diperiksa lagi,

ada. Aku hanya penasaran kalian berbicara tentang apa selama aku tidak

benar-benar terasa membosankan, lalu si penasaran Gisel

dia pasti lebih

yang ingin kamu dengar adalah kejujuran

berubah menjadi begini membosankan? Bukankah kamu dulu adalah orang yang cepat tangkap? Tentu saja kejujuran."

sedang menyetir, tapi masih merasa fokusnya

juga Rayfan, yang berada di belakangnya, juga mengikutinya melambat

menawar ayahmu memakan apel

itu membuat Gisel merasa kesal dan lucu bersamaan, "Yang lucu adalah orang ini benar-benar dapat melakukan hal seperti itu. Kesal sehingga dirinya sendiri tidak mau mengakui

"Dia bukan ayahku."

terjadi setelah aku menawarnya sebuah apel? Sebenarnya,

merasa ketat setelah mendengarnya, sebenarnya dia tidak perlu seperti ini. "Apa kalian telah berkelahi? Tidak heran ketika dia membuka pintu

benar-benar bisa melawanku, dia tidak akan marah. Aku akan sepenuhnya memadamkan

kamu sedang menyombongkan keahlianmu kepadaku? Lagi pula, membual tidak perlu membayar pajak. Aku merasa paling tidak kalian

berterima kasih kepada dirinya sendiri. Untungnya dia ketinggalan HP-nya, jika tidak, dia tidak tahu

Rayfan bisa melawannya, tapi

berbuat apa-apa, tapi dia juga tidak akan campur tangan. Sedangkan Ariel Tang

pulang, keduanya mengobrol

dua mobil mereka muncul di vila Gunung Ban, anak-anak keluar dari

ibu......" Kali ini, Gigih berlari

dengan jelas pada malam hari, jadi dia dengan cepat berjalan menujunya dan memeluk anak

dan Evan Bintara mengikutinya dari

kapan kamu beli

menangkap

fokus yang berbeda dari

menatapnya, "Apa kamu

membuat Evan Bintara tidak berani memercayainya. Dia menatap ayahnya dengan tatapan penuh

tidak bisa dipercaya?", kata Rayfan, lalu

mobil pada dasarnya memang keren, ditambahkan dekorasi lampu biru yang cocok pada bagian eksterior dan interiornya. Dapat dikatakan mobil ini memang keren, seperti

versi konsep,

tidak sabar

Bintara, hanya boleh duduk. Cuaca sangat dingin, jadi cepat masuk rumah. Lain kali jika

jika

Rayfan

makan, bukan? Mereka semua sedang menunggu di ruang

di dalam ruang

kehangatan yang

ini, Gisel merasa pukulan yang dalam di

Raissa Yu, lalu dengan

berkaca-kaca juga tidak dapat

yang telah terjadi kepadanya, tapi dia tahu bahwa dia sudah menganggapnya sebagai keluarga dengan begini. Hubungan

tapi Raissa Yu masih dengan berusaha menggunakan pelukannya untuk bersandar pada

berdua tidak sering bersentuhan, tapi mereka masih seperti ibu biasa

Evan Bintara bertanya

Bình Luận ()

0/255