Tersanjung

Bab 74 Menolong orang

Bab 74 Menolong orang

Akhirnya, Hirano itu diputuskan oleh polisi, banyak orang yang sudah bersembunyi dari awal, tangan kaki mereka juga putus dengan bersih, jadi banyak hal yang mereka tidak ada cara untuk menginvestigasi lebih lanjut lagi, sampai-sampai mereka tidak menyisakan setitik bukti pun.

"Jadi Hirano yang sekarang ini……" Markus merasa bahwa dia ada satu petunjuk mengenai geng itu, tetapi dia tidak dapat menangkapnya.

Akhirnya Victory Mu membantunya mengatakannya, "Adalah orang-orang yang keluar dari penjara."

Pantesan saja, dalam hati Sully berkata.

"Tetapi, mereka mengatakan karena ada karma, apakah ini berarti dulu ayahku juga berpartisipasi diantaranya? Jadi Saras yang harus membereskan semua ini?"

Victory Mumelihat dia sekilas, "Siapa Saras?"

……

Sully merasa bahwa jika dia harus menjelaskan hal ini akan lebih merepotkan, kemudian dia hanya bisa asal mengatakan hubungan mereka, "Dia adalah sepupuku yang jauh."

Victory Mu melihat dia dengan pandangan yang meyakinkan, "Kalau begitu mereka pasti sudah salah menangkap orang, tujuan mereka seharusnya adalah kamu."

……

Dengan Victory Mu berkata begini, dalam hati Sully tiba-tiba ada perasaan bersalah, jadi ini dia sendiri yang mencelakakan Saras kah?

Markus melihat raut wajah Sully yang rumit itu, dan dia langsung mengetahui apa yang sedang dipikirkan oleh Sully.

Kemudian dia meletakkan tangannya diatas tangan Sully, "Dia hanya tidak tahu."

Sully kepikiran sesuatu ketika diingatkan begitu oleh Markus, Victory Mu tidak tahu bahwa muridnya sendiri menikah perempuan lagi setelah itu, dan masih melahirkan seorang putri.

Sudahlah, lebih baik tidak memberitahu bapak mengenai masalah ini.

Lagipula mereka sudah mengerti hampir keseluruhan, Sully langsung bertanya satu kalimat, "Pak kamu tahukah siapa ketua dari Hirano sekarang ini?"

Pertanyaan ini membuat Victory Mu menggelengkan kepalanya, "Aku tidak tahu."

Aduh tidak ada masalah, yang dia tahu sekarang sudah cukup banyak, Sully merasa dia mempunyai semangat Agui dan membujuk diri sendiri."

"Kalau begitu, pak, kami masih harus meneruskan perjalanan, kami pamit dulu ya."

"Tidak mau tinggal beberapa lama lagi kah?" Victory Mu kelihatannya agak tidak tega.

"Aku akan balik kesini untuk menjenguk anda." Sully menjamin dengan hormat, "Aku akan kesini lagi dalam beberapa saat, anda harus tunggu aku ya."

Victory Mu melihat bocah kecil yang ada di depan matanya itu, perlahan-lahan dia sepertinya kembali berkumpul dengan murid-muridnya, sebelum kematian Wanda, dia juga melihat diri sendiri dengan begitu teguh, "Guru, aku tidak menyesal."

Aduh, dia sendiri benar-benar sudah tua, dia sudah mulai mengenang masa lalu.

Victory Mu mengusap matanya dengan pelan, "Kalau begitu kamu tidak boleh membohongiku, kamu harus datang melihat aku orang tua ini ya."

Sully tersenyum dan berkata, "Pasti."

Dikarenakan Wanda bersikeras ingin mengantar mereka turun dari gunung, Sully juga tidak menolak, dia hanya tersenyum dan menyetujuinya.

yang kacau itu sudah tidak terurus

tersenyum dan melambaikan tangan kepada Victory Mu, dia

begitu

Bingo,

pandangan Sully, "Aku juga

kenyataan akan hal ini

saat yang mendadak ini, aku harus menyelamatkan adikku yang tercinta dan terlucu itu……" Kepala Sully langsung sakit jika dia memikirkan

yang bagaimana, langsung saja memberitahu Gavriel alamat

"Jika memang begitu

"Ini apa

Markus langsung mengeluarkan telepon Sully, mencari nomor telepon Sarwinda dan

ini sedang bersama dengan Gavriel, melihat ada telepon dari Sully, dengan

itu

"Kamu siapa ya?"

aku siapa, tetapi posisi putrimu sudah kamu bantu cari dengan jelas, dia ditangkap di sebuah gedung yang sudah hancur di jalanan Timur, jika

biarkan aku bicara

jika kamu ada

apa-apa lagi, kamu, terima

dengan hati-hati berterima kasih, lalu setelah dia menutup teleponnya dia mengangkat kepalanya dan melihat wajah Gavriel yang tidak

"Kamu kenapa?"

Gavriel sangat murung, tetapi Sarwinda tidak tahu itu suara siapa, dia sendiri tahu dengan jelas, itu adalah suara

sampai akhir, "Dia

jalan Timur, dia berada di depan shopping

"Baiklah, aku

bahwa dia mau seorang diri masuk kedalam bahaya itu dan dia segera menariknya,

toilet." Sarwinda sekarang baru dengan pelan melepaskan lengannya, "Oh, begitu,

kemudian dia mengeluarkan telepon dan memanggil orang, "Halo, sekarang ada berapa orang yang ada

mudah beraksi

"Dimana para pengawal-pengawal

pasti akan lebih cepat daripada 1 orang yang bekerja, tidak lama, di ruang tamu rumah Su sudah berkumpul banyak orang, semuanya kelihatan

kita, yaitu menolong Saras

"Mengerti!"

orang pun berangkat dengan gagahnya, mereka pergi menyusuri jalan

teleponnya, dia membalikkan kepala dan melihat wajah khawatir Sully, "Aku sedang memikirkan satu pertanyaan, aku

……

yang penakut

cara lain bukan, tetapi aku berpikir, gerakan kita waktu

ketemu Momo di rumah

sekelompok orang yang besar kesana, dia hanya menemukan Saras seorang sendiri berada di gedung yang rusak itu, dan orang lain

orang? Hah? Mempermainkan

tidak dapat menahan dan ingin memarahi orang, Markus ini pasti akan kesakitan

masih banyak orang, tetapi mereka mendapat kabar, bahwa kalian akan

yang membuntuti kita? Kalau tidak bagaimana

semua kebingungan, tetapi tidak ada orang yang bisa menjawab pertanyaannya

sangat sedih, hati yang berpura-pura untuk tegar dan terus berusaha agar tidak jatuh sakit itu tiba-tiba dilepaskan, dia tidak dapat menahan lalu dia memeluk

Bình Luận ()

0/255